Rabu, Januari 24, 2018

Bir Pletok, Minuman Hangat Favorit


Apa minuman favorit Anda? Ada yang suka bir pletok? Bukan bir yang memabukkan loh ya, ini bir yang tidak mengandung alkohol, minuman hangat khas Betawi yang punya nilai sejarah dan sederet manfaat buat tubuh. Bir pletok jadi minuman favorit saya sejak saya mulai mencoba berbagai minuman rempah beberapa tahun lalu. 

Sepulang kerja selepas maghrib, sesampai di rumah saya sering merasa lelah dan inginnya meneguk minuman hangat yang membangkitkan stamina. Pasalnya, saya masih harus menemani anak-anak beraktivitas sebelum tidur. Masih butuh stamina buuuuu!!. Biasanya kami akan main boneka, baca buku cerita, atau sekedar ngobrol-ngobrol sambil beres-beres atau menyiapkan keperluan untuk besok paginya.  

Di samping itu, rasanya lebih lelah dan penat jika musim hujan tiba. Walau sedia mantel dan payung, tetap saja setiap pulang kerja kehujanan badan jadi terasa kurang fit. Setiap hari saya berangkat dan pulang kerja menggunakan jasa transportasi ojek online dan KRL Commuterline.

Asisten rumah tangga saya ketika itu berinisiatif membuatkan saya minuman rempah hangat. Dia merebus campuran rempah berupa jahe (yang dibakar dan digeprek lebih dulu), serai, cengkih, pala, kayu manis, daun pandan, dan sedikit gula aren. Setelah minum minuman rempah hangat, saya merasa tubuh lebih enak. 

Tapi sejak asisten saya berganti, tidak ada lagi yang dengan sigap membuatkan minuman rempah itu. Asisten pengganti yang sekarang tidak terlalu telaten membuat minuman hangat.  Saya mau buat sendiri juga seringnya sudah merasa terlalu lelah. Lelah dikombinasikan dengan malas tepatnya (**alesan).  Kadang, jika menyempatkan diri, saya buat sepanci kecil lalu disimpan dalam botol di lemari es.  Tapi ini jarang sekali lhoo... Setiap kali ingin, diambil segelas lalu dihangatkan dengan panci kecil. Baru diminum. Hangat sampai ke dalam. 

Bir Pletok Jawara

Lalu kenapa selanjutnya jadi favorit minum bir pletok? Ceritanya, sahabat saya di kantor Seymour Magabe (Gabe) menawarkan saya untuk mencicipi produk UKMnya. Gabe dan suaminya (Taufiq) merintis Usaha Kecil dan Menengah minuman tradisional yang diberi merek Bir Pletok Jawara. Bir pletok buatan Taugiq dikemas dalam botol. Waah, kebetulan nih, tidak perlu repot-repot membuat sendiri minuman rempah. 

Bir Pletok Jawara buatan Gabe dan Taufiq
Jadilah saya pesan bir pletok buatan Taufiq. Rasanya sesuai dengan ekspektasi saya terhadap hidangan minuman rempah hangat yang selalu saya bayangkan setiap penat dan habis kehujanan. Saya juga tidak ragu mengkonsumsi bir pletok buatan Taufiq karena telah  mengenal mereka berdua dan percaya bahwa keduanya menjalankan usaha yang jujur dan memperhatikan kesehatan konsumen.

Bir pletok yang saya beli dari Gabe, biasanya saya simpan di kulkas. Lalu, saat ingin tinggal dituang ke dalam panci kecil untuk dipanaskan dan diteguk selagi hangat. Beberapa tahun lalu memang kemasan Bir Pletok Jawara adalah botol plastik.  Sekarang, kemasannya sudah berganti jadi botol kaca.  Jadi, menghangatkannya bisa diapung-apungkan di air panas seperti menghangatkan ASI perah. 

Minuman Budaya Bersejarah 

Bir pletok bukan sekedar minuman rempah hangat belaka. Minuman ini menyimpan sejarah panjang budaya masyarakat Betawi di jaman kolonial Belanda. Mengapa bisa sampai ada minuman yang namanya bir pletok di Jakarta tempo dulu, yang notabene kental dengan nuansa Islam? Dari berbagai sumber bacaan  yang memuat hasil wawancara tentang bir pletok dengan  peneliti budaya dan tokoh komunitas budaya Betawi,  saya menemukan jawaban secara terpisah-pisah.  Berikut ini saya coba rangkai dengan sederhana.  

Betul adanya, bahwa ajaran Islam melarang minuman yang memabukkan bagi penganutnya.  Bir yang mengandung alkohol dapat ditafsirkan termasuk di dalam golongan minuman yang memabukkan. Nah, alkisah pada zaman kolonialisme Belanda dulu, para Meneer Belanda suka sekali berpesta-pesta dansa dan minum minuman keras (beralkohol) berupa wine ataupun beer.   

Para pemuda Betawi tak mau kalah. Karena tidak mungkin minum wine ataupun beer nya orang Belanda yang mengandung alkohol oleh sebab larangan ajaran agama, mereka menciptakan sendiri minuman yang mirip tapi tidak memabukkan.  Ngga mau kalah nih ceritanya. Imitasi tapi kreatif ya.

Maka diciptakanlah bir pletok.  Bir itu sendiri asal kata dari bahasa Arab yaitu  Bi\’run yang artinya sumur.  Maksudnya, sumur itu kan berisi air, jadi bir dalam hal ini maksudnya menunjukkan ada air di dalamnya. Mereka membuat bir ala Betawi ini dengan bahan-bahan yang ada di sekeliling dan dikenal saat itu. 

Nah, kalau asal kata pletok nya sendiri saya menelusuri ada beberapa sejarah.  Ada yang menceritakan bahwa pletok itu berasal dari sumber bunyi tutup penyumbat botol minuman keras ketika dibuka. Botol berisi wine ketika sumbat kayunya dibuka akan mengeluarkan bunyi plop!! atau pletok!!, karena tekanan dari dalam botol. 

Ada pula yang mengasumsikan kata pletok itu berasal dari bunyi pletok pletok dalam bambu ketika terjadi percampuran bir dengan es batu. Secara tradisional memang bir pletok dibuat dengan cara merebus semua bahan hingga sarinya keluar.  Kemudian air sari ini dimasukkan ke dalam bambu dan diberi es batu. Saat bambu dikocok, keluarlah suara pletok pletok.  Jadi bir pletok deh.

Di lain sumber, ada yang mengatakan berasal dari bunyi pletok-pletok es batu dalam teko yang berisikan bir tersebut. Ada pula yang bilang, asalnya dari bunyi pletok-pletok yang keluar dari kulit secang yang merupakan bahan pewarna merah pada minuman bir pletok. 

Logisnya, minuman bir pletok dapat disajikan hangat maupun dingin, sesuai selera.  Saya lebih suka hangat sih. Menurut saya, jika diminum dingin rasanya agak aneh. Mungkin karena preferensi saya terhadap minuman rempah adalah untuk menghangatkan tubuh, jadi lebih suka bir pletok hangat. 

Kandungan Rempah Alami Bir Pletok 

Bir pletok sebenarnya bisa dibuat sendiri karena bahan-bahannya bisa didapat di pasar tradisional. Bahan-bahan untuk membuat bir pletok adalah kayu secang, jahe, kayumanis, cengkih, kapulaga, pala, serai, cabe, adas, lada hitam, daun pandan, dan pekak (bunga lawang).

Warna kemerahan pada bir pletok dihasilkan dari senyawa Brazilin yang terkandung dalam kayu secang ( Caesalpinia sappan L.).  Kayu secang ini memang biasa digunakan sebagai rempah, bahan pewarna, dan obat tradisional.  Warna merahnya khas, dan untuk mempertahankan warna merahnya, bir pletok asli Betawi tidak menggunakan gula merah sebagai pemanis.  Biasanya digunakan gula batu ataupun gula pasir. Hal ini bertujuan agar warna bir pletok alami merah dari secang, tidak bercampur dengan warna gula merah yang agak coklat. 

Tetapi, sekarang banyak orang memodifikasi resep bir pletok sesuai selera Nusantara.  Karena memang minuman serupa juga ada di daerah lain. Teman saya yang orang Yogya menyebut bir pletok sebagai Wedang Uwuh. Iya, di Yogya namanya Wedang Uwuh.  Wedang artinya minuman.  Uwuh artinya sampah.  Jadi memang minuman ini tampak seperti sampah kalau rebusan rempahnya belum disaring.  

Modifikasi bir pletok sesuai selera Nusantara ada yang diberi gula merah, ada pula yang ditambah daun jeruk.  Saya sendiri takjub melihat kreativitas ibu-ibu memodifikasi resep bir pletok di aplikasi CookPad. 

Anda yang tertarik membuat bir pletok sendiri bisa cari resepnya di aplikasi CookPad. Tidak sulit sih kelihatannya, hanya direbus bersama sampai mendidih. Cuma mungkin komposisi bahannya yang akan mengubah rasa. Kapan-kapan saya juga mau buat sendiri bir pletok ala saya deh (hmmm kapan yaaaa....). Tapi kalau mau praktis ya bisa langsung pesan saja Bir Pletok Jawara (Cek IG nya @birpletok_id ya). 




Manfaat Bir Pletok 

Tidak salah deh kalau bir pletok jadi minuman favorit. Manfaatnya jagoan.  Rempah-rempah yang terkandung di dalamnya tidak diragukan lagi berkhasiat bagi tubuh kita. Mulai dari meredakan migrain, meredakan keram, mengatasi mual, mengobati masuk angin, dan memperlancar aliran darah.  Minuman rempah ini juga baik untuk menambah nafsu makan. 

Gejala flu ringan, batuk, dan pegal-pegal juga dengan cepat bisa hilang jika kita minum bir pletok hangat cepat-cepat.  Yang paling terasa, bir pletok ini sangat nyaman untuk menghangatkan tubuh.  Tubuh juga perlu suhu yang hangat pas untuk kerja enzim dalam metabolismenya loh. Jangan sampai kedinginan, cepat hangatkan tubuh dengan minuman favorit saat habis kehujanan.  Bisa pilih bir pletok seperti minuman favorit saya. 

Minum bir pletok hangat, selain bermanfaat bagi tubuh juga salah satu cara kita melestarikan budaya daerah. Bir pletok, merupakan salah satu peninggalan bersejarah yang menunjukkan kreativitas rakyat Betawi di jaman Kolonial Belanda.  Bir tanpa alkohol dan ngga bikin mabuk, ya cuma bir pletok yaaaa.... (Opi) 



Selasa, Januari 23, 2018

10 Tips Wisata Murah Meriah dan Bernilai Tambah


Berwisata alias piknik? Kebutuhan asyik yang satu ini jangan sering ditunda. Penyegaran tubuh dan otak melalui kegiatan wisata itu sama pentingnya dengan memberi asupan makanan sehat bagi tubuh loh. Iya, karena sehat menyeluruh itu sehat jiwa raga. Bagaimana jiwa kita bisa sehat jika tidak diberi kesempatan berkala untuk penyegaran? 

Nah, karena itu rajin rajinlah piknik. Rutinlah berwisata. Jadikan sebagai kebutuhan yang jika dipenuhi dapat memberikan nilai tambah dan meningkatkan kualitas hidup.  Gimana caranya tuh?  Salah satu siasat agar bisa wisata berkala sesuai kebutuhan jiwa, adalah memilih wisata yang biayanya murah meriah tapi tetap bernilai tambah.  Murah maksudnya masih masuk akal dibandingkan benefit yang diperoleh. Bisa ga ya?.... Ada 10 tipsnya di sini: 

1. Perencanaan yang matang jauh hari
2. Pilih tempat wisata yang tepat
3. Pilih waktu yang pas dan persiapkan dengan siapa kamu akan berwisata 
4. Manfaatkan promosi wisata
5. Jeli mempersiapkan bekal wisata
6. Cermat memilih buah tangan (oleh-oleh)
7. Sesekali gunakan metode wisata ala petualang 
8. Manfaatkan paket bundling dan kolaborasi jasa transportasi
9. Menghemat biaya menginap dengan visit sahabat
10. Cari peluang dari kompetisi berhadiah wisata

Disimak yuk satu persatu tips nya:

1. Perencanaan yang matang jauh hari 

Supaya wisata bisa lebih hemat biaya, ada baiknya direncanakan jauh-jauh hari. Atur dari sejak awal kapan Anda akan ambil cuti untuk berwisata.  
Jika tempat wisata yang kita tuju memang tempat wisata yang ngehits atau banyak diminati wisatawan, butuh perencanaan yang matang tentang waktu kunjungan dan itenerarynya. Supaya, kebutuhan biaya dapat Anda perkirakan dengan tepat dan Anda bisa mengatur di item mana nantinya biaya bisa ditekan. 

Tapi, wisata dadakan ke tempat yang dekat-dekat saja pun bisa murah meriah asalkan cermat.  Pergi ke beragam museum, piknik di pinggir kota, atau menelisik tempat bersejarah yang unik juga tidak akan membutuhkan banyak biaya namun cukup memberikan nuansa berbeda di jeda hari kerja. Wisata kuliner tradisional yang dekat-dekat dengan bersepeda gembira juga bisa dipilih. 

2. Pilih tempat wisata yang tepat  

Lokasi wisata yang dekat tidak selamanya lebih murah dari yang jauh.  Ada beberapa lokasi wisata yang cukup jauh tetapi transportasinya murah dan mudah sehingga biayanya juga tidak terlalu tinggi.  Tetapi ada tempat wisata yang dekat dengan tempat tinggal kita tetapi memang cukup besar biaya tiket masuknya. Jadi, memilih yang dekat atau jauh tetap bisa jadi dua alternatif murah atau mahal.  
Untuk menekan agar biaya tidak melonjak, cobalah untuk mengkompensasikannya dengan item biaya lain. Misalnya untuk tempat yang dekat kita tidak perlu menginap, dan untuk yang jauh kita bisa menggunakan alternatif transportasi yang paling terjangkau tapi cukup oke. Juga, mencari penginapan yang on budget tapi cukup nyaman.  

3. Pilih waktu yang pas dan persiapkan dengan siapa kamu akan berwisata

Berwisata saat musim liburan mungkin akan relative lebih mahal. Anda bisa menghemat biaya dengan mengunjungi kawasan wisata saat bukan musim liburan dan booking tiket jauh hari sebelumnya. 

Pergi sendirian kadang kala justru malah melonjakkan biaya.  Pergi beramai-ramai kadang malah bisa menghemat.  Coba pertimbangkan saat Anda ingin wisata sendirian, berdua, atau beramai-ramai. Anda bisa merancang subsidi silang biaya dan bagi tugas jika pergi beramai-ramai.  

4. Manfaatkan promosi wisata

Anda bisa memanfaatkan adanya promosi dari berbagai tempat wisata, agen perjalanan, penginapan dan transportasi untuk menekan biaya piknik.  Ide bagus untuk sering-sering memantau di website atau akun media sosial mereka, mana saja yang sedang promosi sehingga Anda bisa mewujudkan wisata murah meriah. 

5. Jeli mempersiapkan bekal wisata

Bekal wisata seperti makanan/ minuman/ camilan yang dibawa sendiri dari rumah akan menekan budget jajan di lokasi wisata.  Untuk wisata seharian, bawa bekal sendiri bisa jadi alternatif.  Kalaupun menginap, Anda bisa pilih tempat makan hanya untuk makan malam.  Kecuali, jika Anda memang niat wisata kuliner maka jangan tekan budget makan, tapi tekan budget di item yang lain. 

6. Cermat memilih buah tangan (oleh-oleh)

Untuk tetap murah meriah, Anda bisa pilih akan bawa oleh-oleh banyak dari tempat wisata atau fokus menikmati suasana saja. Beli banyak oleh-oleh akan butuh biaya yang banyak juga, demikian juga untuk menikmati suasana wisata.  Jika memang mau berhemat, pilih salah satu tanpa mengurangi kenikmatan kamu piknik.  Jalan tengahnya, Anda bisa beli oleh-oleh yang bisa dinikmati beramai-ramai.

7. Sesekali gunakan metode wisata ala petualang 

Sesekali Anda boleh coba berwisata ala petualang, istilahnya back packer.  Menginap di hotel budget, makan di angkringan, dan naik transportasi berganti-ganti bak penjelajah wilayah.  Ini pasti bisa jadi sangat murah dan kamu mungkin akan sangat menikmatinya.  Sebab, metode ini akan mempererat persahabatan dengan rekan seperjalanan dan Anda bisa menikmati sesuatu yang berbeda dengan keseharian. 

8. Paket bundling dan kolaborasi jasa transportasi 

Paket bundling ini misalnya Anda pergi wisata sekaligus melakukan kegiatan bersama, seperti arisan keluarga atau kegiatan gathering komunitas. Dengan jumlah peserta wisata yang lebih banyak maka akan ada paket pilihan untuk menghemat biaya.  Jatuhnya jadi lebih murah.  
Apalagi kalau Anda bisa berkolaborasi dengan pihak sponsor, misalnya untuk jasa transportasi bisa menggunakan vendor yang sedang melakukan promosi.  Dalam sebuah paguyuban keluarga atau komunitas biasanya kolaborasi seperti ini sangat mungkin dilakukan.  

9. Menghemat biaya menginap dengan visit sahabat

Menghemat biaya menginap bisa dilakukan dengan mengunjungi lokasi wisata di wilayah tempat tinggal kerabat, sahabat, atau teman lama sekaligus silaturahim. Selain menghemat biaya menginap, kamu bisa berwisata lebih seru karena dipandu oleh teman/kerabat/sahabat yang tahu betul seluk beluk wilayah karena asli penduduk situ.  Tapi, jangan juga terlalu merepotkan mereka.  Anda bisa membawa buah tangan atau kenang-kenangan sebagai tanda terima kasih. Di lain waktu, Anda bisa menawarkan diri untuk menjadi tuan rumah saat mereka gentian berwisata ke daerah tempat tinggal Anda sendiri.

10. Cari peluang dari kompetisi berhadiah wisata

Sekarang ini banyak juga lomba atau kompetisi berhadiah wisata yang cukup menggiurkan.  Anda bisa cari peluang dari sini. Beberapa lomba foto dan menulis menawarkan hadiah wisata yang beragam baik dalam maupun luar negeri.  Kadang-kadang ada yang memberikan hadiah gratis berwisata (semua biaya akomodasi dan transportasi ditanggung penyelenggara bahkan Anda diberi uang saku), tapi ada juga yang menawarkan hanya gratis transportasinya saja, atau gratis tiket masuk kawasan wisatanya  saja.  

Nah, coba deh cari peluang dari kompetisi seperti ini.  Selain memacu untuk berkarya dan berprestasi, lelahnya akan terbayar dengan wisata.  Asyik kan?   Itulah namanya wisata murah meriah (bahkan gratis dan menambah penghasilan) yang bernilai tambah. 

Nah, dari sepuluh tips di atas, bisa dipadu padan untuk menghasilkan komposisi pembiayaan wisata yang murah meriah tapi tetap bernilai tambah. Tapi ingat, jangan sampai karena mau ngirit, wisatanya makah jadi ngga enjoy. Alih-alih jiwa segar, malah kepala pusing mikirin supaya murah.  

Ya, jangan sampai seperti itu lah ya.  Selama biayanya masuk akal dengan perpaduan benefit tangible dan intangible, itu bisa disebut murah meriah.  Apalagi kalau ada bonus tambah jaringan, teman, dan peluang berbagai kesempatan untuk bidang lain dalam hidup Anda ke depan setelah pulang dari berwisata. Jadi, konsepnya murah meriah bukan pelit medit yaaaaa…. Selamat berwisata dan tetap sehat jiwa raga…. (Opi)


Senin, Januari 22, 2018

10 Tips Nyaman Jaga Kesehatan di Musim Hujan


Musim penghujan datang, biasanya jadi agak kurang nyaman karena ada-ada saja gangguan kesehatan. Udara dingin dan lembap membuat tubuh jadi ekstra upaya dalam mengkondisikan metabolismenya. 

Kita sebetulnya tidak mau kan aktivitas terganggu akibat tubuh kurang fit apalagi sampai jatuh sakit di musim hujan? Nah, artinya harus pandai-pandai menyiasatinya. Bagaimana supaya kesehatan tubuh tetap terjaga kala musim hujan? Saya ingin berbagi sepuluh tips nyaman buat semua. Ini loh tips nya: 

1. Minum hangat setiap saat
2. Utamakan asupan makanan yang mengaktifkan sistem kekebalan tubuh
3. Wajib sedia payung dan mantel 
4. Tetap berolahraga
5. Extra jaga kebersihan
6. Jangan biarkan basah meresap lembap
7. Hangatkan tubuh sebelum lelap
8. Berendam air hangat mengembalikan stamina
9. Suhu ruangan yang bersahabat
10. Hangatkan suasana hati 

Disimak yuk  satu persatu: 

1. Minum hangat setiap saat

Metabolisme tubuh yang normal butuh suhu optimal agar enzim-enzim dapat bekerja dengan baik. Dalam kondisi cuaca tak bersahabat di musim hujan, suhu tubuh biasanya jadi ikutan “adem”. Nah, supaya tetap dalam suhu yang memungkinkan reaksi-reaksi dalam sel tubuh berlangsung lancar, kita perlu mengupayakan suhu badan yang pas. 

Karena itu di musim hujan, upayakan untuk minum hangat setiap saat.  Minum air putih hangat, rebusan rempah hangat, jahe panas, sangat cocok untuk menghangatkan tubuh. Efeknya juga terasa ke suasana hati. Jadi ikut hangat. 

Sediakan termos air tahan panas ukuran mini yang dapat kamu bawa ke mana-mana. Sehingga saat butuh minum air panas, bisa diisi di dispenser terdekat. 

2. Utamakan asupan makanan yang mengaktifkan sistem kekebalan tubuh

Supaya tetap sehat, tubuh harus disuplai asupan gizi yang seimbang. Di musim hujan, kita akan lebih banyak menghadapi pencetus penyakit. Lalat penyebar penyakit lebih ngeriung saat musim hujan. 
Hindari makan sembarangan ya, dan upayakan lebih banyak makan yang mengaktifkan imunitas tubuh. Misalnya, sayuran hijau, lemon, ubi jalar, golongan buah beri, kubis, alpukat, jamur,  yoghurt, dan masih banyak lagi. 

No junk food dan karbo serta lemak berlebih deh. Karena kalau musim hujan aktivitas tubuhmu mungkin berkurang tapi makan karbo dan lemaknya ekstra, malah jadi beresiko penambahan berat badan dan mengundang ragam penyakit lain.

Jika daya tahan tubuh terus menurun, mungkin perlu tambahan suplemen agar tubuh tetap fit. Pilih suplemen yang aman dan punya fungsi turut mengaktifkan sistem kekebalan tubuh.

3. Wajib sedia payung dan mantel 

Perlengkapan ini harus selalu sedia di kendaraan/tas kamu ya. Bisa dipilih disain yang ringkas/praktis dan warna kesukaan kamu supaya ada rasa bonding. Jangan lupa langsung keringkan payung dan mantel setelah dipakai dengan cara diangin-anginkan supaya keesokan harinya siap digunakan lagi dan tidak menimbulkan bau yang merusak mood kamu. 

4. Tetap berolahraga

Hujan terus menerus tidak boleh menghalangimu untuk berolahraga. Aktivitas fisik yang cukup memang dibutuhkan tubuh kita lho. Kamu bisa tetap berolahraga di dalam ruangan (indoor) selama musim hujan tanpa mengurangi frekuensi. Jangan lupa perhatikan suhu dan sirkulasi udara saat berolahraga dalam ruangan ya. 

5. Ekstra jaga kebersihan 

Karena saat musim hujan relatif basah dan kurang sinar matahari, semua jadi lebih cepat kotor dan agak lama kering setelah dibersihkan.  Kita wajib memperhatikan ekstra soal kebersihan nih. Baik itu kebersihan tubuh, perabot, tempat tinggal, dan lingkungan sekitar.  Jangan sampai bakteri dan jamur berkembang lebih cepat ketimbang kecepatan kita membersihkannya. 

6. Jangan biarkan basah meresap lembap 

Jangan biarkan pakaian, perlengkapan, dan perabot basah lembap kena hujan. Upayakan lakukan pengeringan yang sempurna, supaya tidak menjadi tempat berkembang biak mikroorganisme penyebab penyakit terutama jamur yang suka di tempat lembap.

7. Hangatkan tubuh sebelum lelap

Sebelum rebah beristirahat di malam hari, ada baiknya menghangatkan tubuh dengan minyak aromaterapi atau sejenisnya yang disukai.  Supaya tubuh jadi hangat dan dapat tidur lelap.  Istirahat yang berkualitas akan membuat kita bangun segar esok paginya. 

8. Berendam air hangat mengembalikan stamina

Sehabis kehujanan atau beraktivitas di cuaca yang kurang bersahabat seharian, sangat baik mandi berendam dengan air hangat sesudahnya.  Selain akan mengembalikan kesegaran tubuh, juga melancarkan kembali sirkulasi darah. 

9. Suhu ruangan yang bersahabat

Jika lebih banyak beraktivitas di dalam ruangan, upayakan suhu ruangan yang bersahabat dengan tubuh.  Jika hujan di luar, otomatis di dalam ruangan akan terasa lebih dingin juga.  Maka perlu disesuaikan suhu ruangan agar tidak menjadi terlalu dingin untuk tubuhmu. Suhu ruangan yang terlalu rendah selain membuat tubuh terasa beku, juga menghambat produktivitas kita kan. Udara dingin bawaannya bikin malas dan pingin tidur-tiduran aja yaaa…..

10. Hangatkan suasana hati 

Terkadang cuaca buruk, mendung, hujan, dan udara dingin juga membuat suasana hati ikut kurang bagus.  Ini tidak baik untuk aktivitas sepanjang hari. Bangkitkan suasana hati yang hangat dan ceria dengan menghidupkan suasana di sekeliling kita.  Jangan lupa tetap tersenyum dan semangat supaya jiwa juga sehat.

Nah, semoga kesepuluh tips di atas bisa membantu menghangatkan dan menyehatkan tubuhmu sepanjang musim hujan ini yaaa…. Terpikirkan tips yang lain?  Boleh juga dong dishare kepada saya ….. Tetap jaga kesehatan di musim hujan okeee….. (Opi)


10 Tantangan Keren bagi Pembelajar Online



Para pembelajar di era digital saat ini semakin difasilitasi. Kemajuan teknologi mengantarkan kita untuk  menjelajah tanpa batas beragam bidang ilmu terapan untuk dipelajari di jalur non formal. Belajar tidak lagi dibatasi syarat demografis dan geografis.  Cukup punya perangkat digital standar dan kuota untuk online, kamu bisa belajar apa saja di mana saja kapan saja tanpa harus mengeluarkan biaya kuliah. 

Yess, ini tentunya kabar gembira buat para pembelajar. Siapapun boleh meraih mimpinya di belantara maya dengan menjadi pembelajar online. Ilmu bertebaran di mana-mana, tinggal usaha aja untuk menjemputnya. Saya termasuk salah satu dari sekian banyak orang yang dengan suka cita bersemangat mengubek-ngubek dunia online untuk belajar hal-hal baru. Hal baru apa sih?... Tentunya hal-hal baru yang menunjang survival hidup saya ke depan.  Penting tuh. 

Contoh nyatanya sih, yang saya pelajari di online adalah seputar ilmu terapan dalam hal meningkatkan keterampilan menulis, serba serbi blogging, wawasan seputar pembaharuan pemikiran dan inovasi,  sampai pelajaran lebih intensif untuk menjadi ibu yang profesional. Buat saya itu penting, karena akan menunjang keseharian tugas saya sebagai seorang ibu, blogger, dan karyawati. 

Kelebihan belajar nonformal secara online dibandingkan offline adalah kita tidak perlu kuatir ditendang karena batas umur. Selain itu, waktu belajar bisa lebih fleksibel, tidak perlu kena macet karena tidak perlu pergi kemana-mana. Sambil berdiri di perjalanan pulang kantor naik KRL Commuterline pun bisa menyimak kuliah. Selain itu, kita juga bisa menambah banyak teman maya dan memperluas jaringan yang bisa membuka banyak peluang di bidang lain. Sedap deh pokoknya.

Saya merasakan, dua tahun terakhir ini selama menikmati pembelajaran online - diantaranya ikut kuliah online di situs lokal dan Institut Ibu Profesional, serta bergabung belajar ngeblog dengan beberapa komunitas blogging -  terasa ada tantangan yang muncul di hadapan setiap saat. 

Tantangan itu lah yang sebetulnya yang membuat seru. Karena dengan menghadapi tantangan, di sanalah proses pembelajaran sesungguhnya terjadi. Substansi ilmu terapan yang dipelajari hanya merupakan sebagian saja dari inti.  Setidaknya ada 10 tantangan yang bakal kita hadapi kala belajar online.  Kamu siap terima tantangan?  Ini dia tantangannya: 

1. Kemandirian
2. Tanggung Jawab dan Komitmen 
3. Fokus dan Konsisten
4. Berinovasi
5. Kejujuran
6. Keberanian bermimpi, berpikir, dan punya tujuan besar
7. Kegigihan 
8. Menghargai Waktu 
9. Rasional 
10. Jeli melihat peluang

Bahas satu-satu yuk ...

1. Kemandirian


Saat belajar secara online, kamu dituntut untuk punya kemandirian yang tinggi.  Tidak ada orang yang akan menyuruh-nyuruh kamu untuk menyelesaikan tugas atau mempersiapkan diri menghadapi ujian.  Semua atas kesadaran diri kamu sendiri. Benar-benar harus mandiri. 

Paling-paling, admin mengingatkan kamu untuk mematuhi jadwal, aktif di diskusi, bikin PR tepat waktu, dan tidak boleh muntaber (mundur tanpa berita).  Tapi selebihnya, kamu sendiri yang harus mengatur diri untuk bisa menjalani semua dengan smooth.  

Jadi, tantangan kemandirian pasti akan mendatangi kamu.  Kalau kamu tipe orang yang segala sesautu harus selalu disuruh-suruh, alamat keteteran deh belajar online.  Tapi, terimalah tantangan kemandirian ini, karena ini worthed banget untuk melatih ke tahap kemandirian yang lebih jauh. 

2. Tanggung Jawab dan Komitmen 


Bukan cuma ikatan pernikahan saja loh yang butuh tanggung jawab serta komitmen.  Belajar online juga! Serius! Saat kuliah online, kamu ditantang untuk bertanggung jawab dan komit terhadap tujuan pencapaian belajar. 

Dari awal memilih program/mata kuliah, kamu sudah harus mulai komit untuk mematuhi jadwal dan bertanggung jawab terhadap diri sendiri. Bagaimana kamu mengatur waktu dan menjaga komitmen tetap dipegang itu akan jadi pengalaman tersendiri yang membekas lama. Bukan tidak mungkin, ini jadi wahana latihan untuk menghadapi tanggung jawab dan komitmen yang lebih besar ke depannya.  

3. Fokus dan Konsisten


Fokus dan konsisten dengan derajat yang lebih tinggi diperlukan di pembelajaran online dibandingkan saat belajar offline. Menantang nih. Banyak “gangguan” yang akan bikin kamu terdistraksi sehingga hilang fokus dan tidak konsisten.  

Mulai dari masalah kuota, baper sama komunikasi online, berasa gratis jadi ngga serius, sampai pemikiran ya sudahlah nanti juga bisa ngulang lagi next term... ngga ada yang menghukum ini lah.  Naaaah.... saya juga pernah seperti itu.  Ngga fokus.  Ngga konsisten. Awal-awal pekan aja rajin, lama-kelamaan karena menemukan kegiatan lain, mulai deh terdistraksi. Ngga fokus.

Tantangan kan, bagaimana supaya bisa fokus dan konsisten.  Semuanya kembali ke diri sendiri.  Tips nya, setiap tersadar mulai ngga fokus dan ngga konsisten, coba untuk review balik ke tujuan awal.   Cek lagi niat belajar dan kembali fokus. 

4. Berinovasi


Belajar online membuat kita akan tertantang untuk beragam bentuk inovasi.  Kita mau tidak mau tertantang untuk berpikir mencari solusi dengan cara yang berbeda, dan menerima metode-metode baru untuk belajar. 

Contoh kecil aja nih, pada saat mengikuti kuliah Matrikulasi Ibu Profesional, saya baru pertama kali menggunakan fasilitas Google Classroom. Hmmm, ibu ibu berumur seperti saya, lumayan gedebukan ketika harus menggunakannya.  Walaupun, ternyata ngga seribet yang dibayangkan. Malah justru happy setelah lancar menggunakan fasilitas tersebut. Ini contoh kecil saja. 

Ke depannya, mungkin akan lebih variatif metode untuk belajar online dan ini tantangan bagi kita untuk menerima inovasi pembelajaran. Dampaknya, kita juga jadi lebih inovatif dan kreatif. 

5. Kejujuran


Kejujuran jadi tantangan yang cukup serius bagi pembelajar online. Jujur kepada diri sendiri, karena memang tidak ada yang akan mengawasi apakah kita meniru hasil pekerjaan orang lain atau murni mengerjakan sendiri. Tapi kalau sadar bahwa kita diawasi sama Sang Pengawas, pasti deh tidak akan curang secara mudah. 

Karena jujur adalah adab dalam belajar, maka untuk tantangan kejujuran ini para pembelajar online tidak bisa main-main. Ini urusan kita sama Yang di Atas ya. Mau terima tantangan jadi orang jujur?

6. Keberanian bermimpi, berpikir, dan punya tujuan besar


Setiap kali belajar online, selalu ada hal baru yang menakjubkan untuk dibayangkan, dirasa, didengar, dilihat, dan bahkan untuk diwujudkan.  Belajar online membuka cakrawala berpikir kita bahwa perlu keberanian untuk punya mimpi, punya tujuan pencapaian yang jauh di atas awan, serta memikirkan jalan untuk mewujudkannya. Itu nyata. 

Saat belajar ngeblog, saya awalnya tidak berani berharap bahwa blog itu bakal bisa mendatangkan uang. Ngga berani mimpi apalagi memikirkannya. Semata-mata saya ngences aja lihat blogger yang di mata saya tuh keren banget. Bisa punya konsep tentang sebuah “rumah maya”, mengisinya dengan konten khas personal, dan membuka peluang untuk mewujudkan banyak hal yang tidak pernah diduga. Impian banget ya. 

Dan, setelah menjalani sambil terus belajar, saya mulai berani menerima tantangan untuk bermimpi besar dan memikirkan jalan mewujudkannya. Semacam keberanian untuk membreakdown mimpi besar itu menjadi mimpi-mimpi yang lebih kecil dan mewujudkannya sedikit demi sedikit.  Ini membuat kita terus semangat belajar dan tak henti meningkatkan keterampilan yang kita butuhkan. 

7. Kegigihan 


Jika tidak berani terima tantangan untuk jadi lebih gigih, diduga kuat belajar online tak akan sukses deh. Bukan nakut-nakutin sih.  Tapi, kenyataannya begitu.  Tanpa kegigihan, materi materi pembelajaran online itu mungkin hanya akan tersimpan di Google Drive kamu.  Bisa jadi hanya sepersekian nya saja yang kamu baca untuk dipahami.  

Tanpa kegigihan, kamu akan nyerah serta merta ketika menghadapi kesulitan belajar online. Ini dia yang bikin kamu akhirnya jadi muntaber. Mundur tanpa berita dari jagad kelas maya. Jangan gitu dong ah.  Coba kamu identifikasi, kegigihan apa di masa sebelumnya yang pernah kamu jalani sehingga tujuanmu tergenggam.  Nah, kalau sebelumnya kamu bisa gigih, kenapa di online tidak bisa?... Yuk taklukkan tantangan ini. 

8. Menghargai Waktu 


Tantangan untuk menghargai waktu akan muncul di manapun. Di pembelajaran online demikian pula.  Jika kamu tidak disiplin waktu, kamu akan tertinggal.  Di kuliah online ada batasan waktu kapan bisa mengunduh materi, kapan mengumpulkan tugas, dan kapan masuk waktu diskusi.  Jika kamu tidak disiplin, dampaknya bisa telat mengunduh materi, lolos deh.  

Jadi, hargailah waktu.  Ngga mudah banget ini lho.  Saya pun pernah mengalaminya. Jadi kalau benar-benar mau menghargai waktu, cek fokus manajemen waktu kita.  Nah, tantangan ini jadi bikin kita belajar mengatur waktu lebih baik kan....

9. Rasional 


Belajar online membuat kita tertantang untuk tetap rasional. Iya.  Punya mimpi besar itu harus.  Tetapi, bagaimana cara untuk mewujudkannya itu lebih penting untuk dipikirkan dan dilaksanakan. Kalau kita tidak rasional, kita akan terus berenang di alam mimpi.  Meskipun kadang kita perlu cara cara yang “GILA” menurut orang kebayakan, tetapi rasionalitas akan membuat kita tetap menjejak ke bumi.  Sehingga kita tetap dapat memikirkan banyak cara untuk melanjutkannya ketika cara lain tidak bekerja secara optimal. 

10. Jeli melihat peluang


Dengan terbentangnya begitu banyak kesempatan pengembangan dalam pembelajaran online, kita tertantang untuk jadi jeli melihat berbagai peluang ke depan.  Semacam intuisi akan kemana kelak kamu membawa dirimu setelahnya, apa yang akan kamu persembahkan kepada dunia, serta apa benefitnya. 

Buat saya, ini tantangan yang besar. Kadangkala, kita terlalu membatasi diri karena belum sampai pada paparan yang luas. Pembelajaran online sedikit banyak akan mengantar kita untuk terpapar pada banyak model perubahan dan disruption.  Nikmatilah, ini asyik!

Nah, kalau sepuluh tantangan itu kita sadari dan terima, tambah satu manfaat lagi dari pembelajaran online.  Yaitu, kita jadi belajar menaklukkan tantangan dan itu bikin adrenalin rush ! Hidup jadi makin terpacu.  Rasa hidup lebih berwarna warni lah begitu. Mau kan hidup kamu lebih seru? Ngga monoton dan sewarna. Saya sih mau banget. 

So, jadi pembelajar online akan membuat kita belajar banyak kok. Dan kabar gembiranya, jika dijalani dengan suka cita akan mendatangkan banyak manfaat bagi kehidupan kita ke depannya.  Nah, jangan ragu lagi ya belajar online. Manfaatkan perangkat digital dan kuota kamu untuk meningkatkan kualitas hidup dan tetap survive ke depannya.  Yuuuuk..... (Opi) 

Minggu, Januari 21, 2018

Tiga Sebab Krusial Aktif di Media Sosial



Punya alasan khusus kenapa kamu aktif di media sosial? Mungkin ada yang merasa ketinggalan jaman kalau tidak aktif di media sosial?  Sekedar ikut-ikutan karena teman?  Saya pribadi punya tiga sebab kenapa aktif di media sosial. Ketiganya saya jadikan wahana untuk memperbaiki kualitas diri dan kualitas hidup secara terus menerus.  

Ini dia ketiga sebab krusial itu:

1. Personal Branding
2. Goodness
3. Making Money

Nah, berpijak dari ketiga hal krusial itu , saya jadi punya pakem, bahwa mulai awal tahun 2018 ini, di luar kepentingan krusial yang tiga itu, saya upayakan untuk tidak menggunakan media sosial sebagai wadahnya.  Jadi, secara prinsip tidak ada tuh di pakem saya media sosial untuk sarana curhat galau ga jelas, ngomongin politik atau isu isu yang akhirnya cuma jadi debat kusir, provokasi, dan semacamnya. Minim manfaatnya bagi peningkatan kualitas hidup.  Jadi, ya harus diperjuangkan untuk setia di jalur yang tiga ini.  Ngga mudah sih.  Tetapi, yakin worthed!!

Lebih lanjut, ini bahasan yang tiga. Yuk disimak:

1. Social Media for Personal Branding



Social Media for Personal Branding, maksudnya media sosial digunakan sebagai alat untuk mengkomunikasikan kepada khalayak tentang seseorang (personal) sebagai sebuah brand (merek). 

Awalnya ketika pertama kali ikut berkecimpung di media sosial sekitar tahun 2003 (saat itu ngetren yang namanya Friendster), saya tidak berpikir tentang social media for personal branding sama sekali.  Malah, kala itu saya ikut aktif di media sosial dengan tujuan untuk menemukan kembali teman-teman lama yang berada entah di mana. Menyambung silaturahim ceritanya.

Kesadaran tentang personal brand dan bagaimana ini dapat dikomunikasikan melalui media sosial, baru saya pikirkan ketika kuliah lagi dan belajar tentang Brand Management (Manajemen Merek). David Aaker dalam bukunya Building Strong Brand, memperkenalkan sebuah Brand Identity System- yaitu sebuah sistem yang memandang merek baik sebagai produk, organisasi, person (orang), maupun logo (simbol) dengan kredibilitas dan proposisi nilai yang dikomunikasikan secara kontinu melalui hubungan antara merek dengan customernya. 

Secara sistematis, pembaca bisa melihat sistem yang dimaksud David Aaker di gambar ini: 



Setiap merek dengan berjalannya waktu akan memiliki kredibilitas dan menawarkan nilai-nilai yang berbeda sesuai dengan karakternya. Nilai (value) yang ditawarkan merek kepada khalayak (customernya) menurut Aaker bisa dibedakan menjadi benefit yang sifatnya fungsional, emosional, dan self expressive

Nah, jika merujuk dari sini, setiap orang dengan karakter masing-masing adalah sebuah brand. Sebuah merek.  Saya sebagai Novi Ardiani juga sebuah merek.  Saya memiliki karakter yang berbeda dengan orang lain yang juga bernama Novi misalnya.  Apa yang membedakan? Bagaimana itu dikomunikasikan? Perlukah dikomunikasikan? 

Banyak hal bisa membedakan karakter sebuah merek dengan merek lainnya. Ide dan pemikiran saya sebagai Novi Ardiani bisa jadi berbeda dengan Novi lainnya.  Begitu pula cara saya menghadapi kesulitan, atau cara saya menangani masalah akan berbeda juga dengan Novi lainnya. 

Dalam konteks umum, saya awalnya merasa gambaran diri ini tidak perlu dikomunikasikan ke siapa-siapa, lha wong saya bukan artis atau public figure kok. Tetapi, lama kelamaan setelah sekian waktu nyemplung dan mengamati berbagai hal di media sosial, saya jadi terpikirkan bahwa apa yang kita upload di timeline itu sangat menggambarkan diri kita sendiri. Disadari atau tidak. Ada proses komunikasi karakter kita sebagai merek yang tidak bisa dipandang sepele.

Misalnya, kesal pada atasan atau bawahan di kantor, curhatnya di media sosial, terus pakai bahasa yang nyelekit, dibaca seluruh dunia. Nah, orang yang baca (baik yang kenal di dunia nyata ataupun tidak) lantas berpikir bahwa orang ini sudah jadi pejabat tapi kok kekanak-kanakan banget ya…. Curhat kok di media sosial. 

Secara tidak langsung itu sudah terjadi proses personal branding di media sosial, bahkan tanpa disadari.  Citra yang terkirim adalah citra negatif.  Rugi banget kan, kalau media sosial yang punya kekuatan untuk mengkomunikasikan merek disalahgunakan dengan disadari atau tidak disadari seperti itu?

Dari sana, barulah saya menyadari kekuatan media sosial dalam komunikasi merek.  Karena itu, seperti apa kita ingin diapresiasikan dalam benak khalayak, itulah yang kita komunikasikan melalui konten yang diunggah ke media sosial. Personal branding melalui media sosial itu termasuk di dalamnya image (citra diri) yang disampaikan melalui konten-konten yang ditampilkan. Pencitraan/penggambaran diri ke publik, sederhananya seperti itu.  

Makna pencitraan yang dimaksud dalam hal ini adalah makna komunikasi publik yang sehat ya, bukan pembohongan.  Kalau pembohongan, lama-lama bakal ketahuan juga dan akan merugikan diri sendiri.  Sebab, perlu diingat bahwa dalam komunikasi merek menurut David Aaker yang dijelaskan dalan Brand Identity System di atas, setiap merek akan dilihat kredibilitas dan proposisi nilainya oleh khalayak.  Nah, tunjukkan deh kredibilitas kita bahwa kita bukan tukang tipu pencitraan atau pembohong. 

Personal branding ada pada tracknya jika sebagai merek kita bisa menyajikan di mana posisi kita melalui konten konten yang diunggah.  Ada pembeda yang muncul di setiap konten, sehingga kita jadi terdiferensisasi dari merek-merek yang serupa. Misalnya karakter antusias Novi yang terbaca di konten musti beda dengan antusiasnya  Novi yang lain.  Dan itu tidak bisa sekali tampil yah.  Jadi, jangan asal beda.  Jadi diri sendiri ajalah. 


2. Social Media For Goodness



Social Media For Goodness, maksudnya adalah menggunakan media sosial untuk tujuan kebaikan. Tujuan kebaikan ini agak luas cakupannya. Mulai dari cari jodoh, cari job, menyebarkan informasi yang bermanfaat, menolong orang yang kesulitan, membantu pengumpulan dana kemanusiaan, menghubungkan silaturahim, memperluas jaringan persaudaraan, dan sebagainya. 

Baru belakangan ini, setiap kali akan  mengunggah konten baik itu foto atau tulisan di media sosial, saya jadi bertanya ulang : apa manfaatnya untuk kebaikan orang lain?  Kalau saya tidak menemukannya, saya tidak jadi posting. Subjektif memang, sesuatu itu baik atau tidak baik.  Tetapi, ada nilai kebaikan universal yang sebagian besar kita menerimanya. 

Untuk tujuan kebaikan, biasanya kita juga perlu untuk berpikir ulang sebelum berkicau di media sosial, apakah konten yang kita unggah aman untuk anak-anak kita atau malah akan membahayakan kesalamatannya. Meskipun kita mengetahui kebenaran sebuah berita, tapi pikir ulang apakah perlu berita itu disebarluaskan di media sosial. Seberapa perlu?  Semuanya memang sangat subjektif, tapi intinya harus ada saringan di awal.  Pikir dan rasa. 

Buat saya ini juga tidak mudah sama sekali.  Tetapi, saya sedang belajar juga pelan-pelan supaya media sosial digunakan secara bijak. Kalau bisa dipenuhi dengan konten positif, kenapa harus share konten negatif?  


3. Social Media For Making Money



Social Media For Making Money, artinya media sosial digunakan untuk mendapatkan penghasilan berupa uang/ materi lainnya.  Nah, kalau yang ini saya juga masih belajar banget.  Sejak punya blog dan mendapat beberapa job tulisan, saya jadi sadar bahwa media sosial bisa mendatangkan uang. Hanya jalurnya beda-beda. 

Media sosial menjadi wahana yang pas banget untuk memviralkan konten berbayar.  Setiap media sosial tampaknya menyediakan media promosi.  Mulai dari pasang iklan, halaman fan page, sampai aplikasi untuk mengoptimalkan kinerjanya.  Nah, para online marketer sangat memanfaatkan fasilitas ini. Bisa jadi dollar dan rupiah.

Ketika media sosial ternyata bisa mendatangkan uang, sebetulnya malah membuat saya jadi berpikir, rugi dua kali ya kalau cuma menggunakan media sosial untuk ikut-ikutan (gengsi) dan berkicau ngga jelas tanpa tujuan. Seperti perahu kertas dilepas di parit aja deh. Sayang kan.

Akhirnya, semua sih kembali ke diri kita sendiri. Kalau kemajuan teknologi dapat digunakan untuak meningkatkan kualitas hidup kita, kenapa harus digunakan untuk yang aneh-aneh dan ngga jelas? Kalau bisa menolong orang dengan mengantarkan konten positif, kenapa harus memviralkan konten negatif? 

Yuk kita penuhi timeline media sosial kita dengan konten yang positif dan bermanfaat, yang bisa membuat orang lain terinspirasi, tambah semangat, lebih peduli, dan semakin meningkat kualitas hidupnya. Hmmm, ini maksudnya peringatan buat diri saya sendiri juga. 

Pada akhirnya, saya mau mengutip kata Russell L. Hanlin seorang CEO Sunkist Growers.  Beliau  mengatakan begini:  An orange….is an orange…..is an orange. Unless, or course, that orange happens to be Sunkist, a name eighty percent of consumers know and trust. 

Nah, seseorang biasa mungkin tetap jadi seseorang biasa demikian saja, kecuali dia mau tumbuh jadi seseorang yang terkomunikasikan dengan baik karakternya kepada khalayak – kredibel – kaya nilai – memberikan benefit -  yessss, mau lah jadi seperti itu ya. Artinya kita punya kesempatan untuk building strong brand yaitu membangun diri kita sendiri jadi merek yang keren dan bermanfaat untuk meningkatkan kualitas hidup orang-orang yang kita cintai. Semoga ya….  (Opi)


Bahan Bacaan:

David Aaker, Building Strong Brands, The Free Press, New York, ix+380 hlm.

Kevin Lane Keller, Strategic Brand Management: Building, Measuring, and Managing Brand Equity, Pearson Education, Inc, New Jersey, xxi + 692 hlm. 

Matius Tomy, 2013, Anda Bos-nya, Facebook dan Twitter Staf Marketingnya. Penerbit Andi – ELCOM, Yogyakarta, 94 hlm. 

http://www.marketingjournal.org/brand-purpose-to-beneficence-philip-kotler/

https://www.forbes.com/sites/outofasia/2017/05/15/personal-branding-tips-inspired-by-superheroes/#1f7198f22820



Back to Top