Minggu, Juli 29, 2018

Rahasia Keberhasilan Metode Montessori


Rahasia keberhasilan penerapan Metode Montessori bukanlah semata kepandaian orang tua dan kelengkapan alat peraga.  Montessori Haus Asia mengungkapkan bahwa unselfish parents dan kesederhanaan adalah kunci keberhasilan yang utama. So, Montessori Made Simple saja, semua bisa disederhanakan untuk dipahami oleh siapa saja. Dan, Montessori di Rumah bisa jadi sangat menyenangkan sepanjang hidup anak. 

Rahasia itu terungkap dalam sessi Workshop Montessori bertajuk “Nurture The Nature, Montessori Approach in Parenting Young Children” yang diselenggarakan Mom Blogger Community bekerjasama dengan Montessori Haus Asia, sebuah pusat pelatihan khusus bagi pembelajar Metode Montessori.  Workshop singkat selama dua jam yang dihadiri 30 mom bloggers ini digelar di Greenhouse Campus yang berlokasi di Penthouse Multivision Tower lantai 25 Kuningan, Jakarta Selatan.  Saya termasuk salah satu mom blogger yang berkesempatan hadir memenuhi undangan. 


Workshop singkat ini mengungkap banyak hal sederhana dalam filosofi Montessori yang menyentuh hati saya sebagai orang tua.  Pemaparan narasumber Mr. Allan Ang (founder Montessori Haus Asia Singapore) dan Miss Rosalynn (pendiri Montessori Haus Asia Indonesia) tentang bagaimana seharusnya Metode Montessori menjadi lebih simple namun menggairahkan, otomatis menggugah semangat belajar orang tua.

Kebanyakan orang tua dan pembelajar Metode Montessori bersama anak, sering terjebak pada sebatas teknik dan ragam alat peraga saja ketika mempelajarinya. Padahal, filosofi jauh lebih penting untuk dipahami lebih dulu. Ketika orang tua belajar memahami filosofi Metode Montessori, maka semuanya akan menjadi lebih sederhana namun tepat sasaran seperti yang memang diajarkan oleh penggagasnya, Maria Montessori.


Untuk dapat memahami filosofi Metode Montessori, para orang tua dan pembelajar Metode Montessori harus mampu membuang semua ego-nya.  Being unselfish parents. Kemudian, secara perlahan cara berpikir sederhana akan mengikuti. Pada akhirnya, Montessori for everyone akan jadi lebih sederhana untuk diterapkan, alias Montessori Made Simple. 


Metode Montessori bukan hanya diperuntukkan bagi para orang tua, namun juga bagi guru dan pengasuh. Bahkan, para entrepreneur yang ingin menerapkan metode ini di organisasi sekolahnya, sangat penting untuk belajar memahami lebih dulu Metode Montessori dan filosofinya. 

Montessori Haus Asia Indonesia didirikan pada tahun 2017 dan menyediakan layanan training Metode Montessori untuk para orang tua, guru, maupun entrepreneur.  Layanan training mencakup program harian sekitar 1,5 jam, program singkat 25 jam, hingga diploma professional 208 jam yang seluruhnya disupport oleh Montessori Haus Asia Singapore.  Jakarta Montessori atau Montessori yang diselenggarakan di Jakarta dan sekitarnya memberikan kualitas yang setara dengan Singapore.


Untuk lebih jauh mengetahui tentang Montessori Haus Asia, kita dapat mengakses informasi di:
Instagram : @montessorihausasia
Website : http://montessori-haus-asia.com/
Hotline : +6281398674378
Alamat kantor:  PT Montessori Haus Asia Indonesia, Multivision Tower lantai 25, Jl Kuningan Mulia Lot 9B, Jakarta Selatan. 

Tiga Program bersertifikat yang akan dilaksanakan Montessori Haus Asia Indonesia adalah :
1. Professional Diploma In Early Years Montessori & Entrepreneurship 
2. Professional Certificate In Early Years Montessori & Entrepreneurship
3. Certificate Basic Montessori 

Sertifikat ketiga program tersebut dikeluarkan oleh Montessori Haus Singapore, karena pada prinsipnya program di Indonesia didukung penuh dan sejalan dengan yang diterapkan di Singapore. 

Apa itu Metode Montessori


Metode Montessori merupakan metode belajar bagi anak (0 sd. 12 tahun) yang digagas oleh seorang dokter perempuan berkebangsaan Italia, Maria Montessori. Metode belajar anak ini lahir dari hasil observasi Maria Montessori terhadap puluhan anak yang diasuh di Cassa de Bambini.  Ini adalah rumah khusus tempat dititipkannya sejumlah anak ketika orang tua mereka bekerja di pabrik. 


Pada prinsipnya, Metode Montessori menstimulasi semua indera anak dan menekankan pentingnya penyesuaian lingkungan belajar dengan tingkat perkembangan anak.  Metode ini membuat anak aktif secara fisik, sehingga penyerapan konsep akademis dan keterampilan praktik jadi lebih mantap.  

Maria Montessori melalui observasinya di Cassa de Bambini mewariskan ajakan tersirat pada orang tua dan para pengasuh anak.  Kesediaan orang dewasa untuk mengobservasi, kemampuan interpretasi, dan upaya memenuhi kebutuhan anak adalah mutlak.  Karena itu, kita tidak boleh egois.  Be unselfish parents. Tanpa itu semua, metode ini hanya akan menjadi teori yang indah dan sempurna, tetapi tak mampu kita aplikasikan. 


Filosofi Montessori


Filosofi Montessori akan membuat kita sebagai orang tua atau pengasuh agak tertohok, termasuk saya. Saya sering gagal untuk memahami kebutuhan anak dalam perkembangannya, sehingga terjadi beragam drama. Namun, tidak selama demikian sih. Beberapa cara mengasuh anak yang telah saya terapkan, ternyata Montessori banget, he he he.  

Contohnya, tidak pernah saya mengajarkan anak-anak untuk menghafal sekian banyak kosa kata.  Saya hanya memberitahu nama-nama benda di sekeliling mereka, di mana harus diletakkan, dan kegunaannya.  Harapan saya, anak-anak dapat mandiri dalam usia perkembangannya untuk dapat menggunakan benda-benda tersebut sesuai fungsinya. 


Ya, ternyata itu Montessori! Maklumlah, dulu saya belum berkesempatan mempelajari metode ini. 

Di workshop ini Mr Allan mengemukakan konsep penting tersebut dalam Metode Montessori yaitu bahwa setiap lingkungan memiliki nama, kegunaan dan tempat.  “Kita tidak perlu meminta anak  menghafal nama-nama benda, karena yang penting adalah konsepnya.  Akan lebih baik jika kita mengenalkan nama-nama benda di sekeliling dan memberitahu mereka di mana seharusnya benda itu diletakkan dan apa kegunaannya,” papar Mr Allan.   


Beberapa filosofi Montessori yang diungkapkan Mr Allan dan Miss Rosalynn dalam workshop, dan juga saya temukan penjelasannya dalam buku “Jatuh Cinta Pada Montessori” mencakup: 

1. Anak-anak memiliki potensi yang luar biasa di dalam dirinya, mereka bukanlah kertas kosong tanpa isi. Sebab dari itu, sebagai orang tua kita berkewajiban memunculkan potensi itu menjadi kemampuan yang membuat anak jadi mandiri

2. Follow the Child, bukan dalam arti mengikuti semua kemauan anak.  Melainkan, memahami anak dan mengarahkan pada bentuk positif yang kelak bermanfaat bagi kehidupan anak

3. Memberikan kebebasan yang berbatas. Anak-anak diberi kebebasan memilih mana materi yang mereka suka untuk dieksplorasi, karena secara normal itu menunjukkan kebutuhan mereka akan perkembangannya. Namun anak-anak diarahkan untuk beraktivitas secara tertib dan tidak saling mengganggu. Aturan membatasi kebebasan, tetapi tidak mengekang. 

4. Respect the Child.  Belajar menghargai dan dihargai adalah salah satu filosofi Montessori yang sangat mendasar.  Anak-anak yang dihargai akan belajar menghargai orang lain dan hidup lebih bahagia.  Ini menjadi dasar survival hidup yang  penting.


5. Filosofi Penggunaan Alas Kerja.  Ini dilakukan untuk mengajarkan anak tentang konsep teritori dan interaksi sosial.  Mereka akan bekerja dengan material yang ada di alas kerja mereka masing-masing dan tidak saling mengganggu.

6. Meningfull Activity-Future Learning. Maksudnya, semua pekerjaan dari masing-masing material Metode Montessori pada prinsipnya saling berkaitan.  Tidak ada yang tidak bermakna.  Semua bertujuan menyiapkan anak secara menyeluruh untuk menjalani tahapan yang lebih kompleks.

7. Mengawali semua konsep dalam bentuk kongkrit (nyata) untuk kemudian menuju ke abstrak.  Anak-anak usia dini hingga Sekolah Dasar membutuhkan contoh nyata yang dapat disentuh dan berwujud untuk memahami konsep-konsep. Jadi, tak ada gunanya mencekoki dengan hafalan belaka. Konsep satuan, puluhan, ratusan, dan ribuan akan dipahami anak jika diperkenalkan dalam wujud nyata berupa benda yang bisa mereka pegang seperti balok, manik-manik, dan sejenisnya.


8. Menyajikan material ajar dengan rancangan yang teratur yaitu sederhana di awal, meningkat hingga ke yang paling kompleks.  

9. Setiap anak unik, tidak dapat disamakan dan diperbandingkan satu sama lain.  Bisa saja seorang anak yang sudah maju ke tingkat materi kompleks mundur lagi ke yang sederhana.  Konsep Maju-Mundur disesuaikan dengan kebutuhan dan perkembangan anak. 

10. Self Correction.  Material Montessori dirancang dengan konsep self correction sehingga anak dapat mengoreksi dirinya sendiri dan orang tua tidak perlu terlalu banyak menginterupsi.  Sehingga, anak tidak merasa terintimidasi ketika melakukan kesalahan. 

11. Penggabungan usia.  Dalam metode Montessori anak-anak dengan kelompok perkembangan yang berbeda dapat dibaurkan untuk membuat mereka belajar berbagai skill dan survival sebagaimana di kehidupan nyata. 


12. Penggunaan istilah “Work” dan “Learn” , bukan “Play”.  Tujuannya, anak-anak dibiasakan untuk sesuatu yang lebih bermakna. Mereka diperkenalkan untuk mengalami bahwa kegiatan belajar adalah menyenangkan bagai mengerjakan pekerjaan yang paling mereka sukai. 

13. Kolaborasi, bukan Kompetisi. Mengapa?  Sebab, tugas utama anak usia dini adalah belajar memercayai lingkungan, memperkaya pengalaman, dan mengeksplorasi dunia sekelilingnya.  Tugas kita sebagai orang dewasa di sekelilingnya untuk membantu mereka memenuhi kebutuhan itu.  Jika anak yang kebutuhan dasarnya belum terpenuhi sudah diikutkan pada beragam kompetisi, dikhawatirkan si anak akan berpikir bahwa kemenangan adalah segalanya. Pada tahapan berikutnya, anak lebih difokuskan untuk memahami sportivitas ketika terlibat dalam sebuah kompetisi.


Being Unselfish Parents, Be Simple 


Miss Rosalynn menambahkan, dalam menerapkan Metode Montessori ini, orang tua diminta untuk perlahan-lahan/tidak terburu-buru, lebih teratur, dan tidak bersuara lantang. “Memang seharusnya dilakukan tanpa tergesa, sehingga kelihatannya kok ya Montessori itu lambaaat dan ngantuk ya.  Tetapi seperti itulah yang benar,” papar Miss Rosalynn.

Gunakan indoor voice, pesan Miss Rosalynn.  “Suara pelan ya.  Jika suara lantang dikeluarkan orang dewasa, anak-anak akan lebih lantang bersuara.  Jadi berisik semua, cenderung kacau balau,” ujarnya. 

Metode Montessori menekankan stimulasi satu indera, lalu diisolasi, baru lanjut ke stimulus indra berikutnya.  Jadi, anak tidak bingung.  Pada saat bicara memberi instruksi, tangan tidak berbuat apapun.  Namun ketika tangan memberi contoh instruksi, mulut harus diam.  “Begitulah seharusnya, sederhana bukan?” ujar Miss Rosalynn. 


Semuanya itu tidak bisa dilakukan jika orang tua begitu egois.  Ingin semua tertib dan cepat tanpa memperhatikan bagaimana sebetulnya kebutuhan anak pada tahap perkembangannya.

“Jangan salahkan anak kalau materialnya dilempar-lempar dan dia tak tertarik, karena mungkin memang tidak sesuai dengan tahap perkembangannya,” tambahnya.  

Secara logis, 5 area secara berurutan yang diajarkan dalam Metode Montessori adalah:
1. Practical Life (Praktik nyata dalam kehidupan)
2. Sensorial (Indera peraba)
3. Languange (Bahasa)
4. Math (Matematika)
5. Culture (Budaya) 

Sebaiknya dilakukan berurutan penuh kesabaran karena itu sudah disesuaikan dengan tahapan perkembangan anak.  Jangan paksa anak memahami matematika ketika dia belum bisa bicara.  Jangan paksa anak bicara sebelum sensorinya terstimulus dengan baik.



Mr Allan mengingatkan, bahwa Metode Montessori dapat dibuat sederhana karena dapat dilakukan di rumah dengan beragam benda yang ada di rumah. Montessori Made Simple, begitulah seharusnya.

Pada akhirnya Mr Allan dan Miss Rosalynn mengingatkan bahwa yang terpenting adalah orang tua melepas semua ego, meleburkan diri untuk bermain bersama anak, serta mendengarkan kebutuhannya. 

Trial Box Montessori Made Simple 


Workshop singkat ini ditutup dengan praktek material tentang konsep bilangan dalam Metode Montessori oleh Miss Rosalynn. Sebagai oleh-oleh, kami membawa pulang masing-masing sebuah Trial Box “Montessori Made Simple”.  Di dalam Trial Box tersebut, terdapat petunjuk dan material untuk tiga aktivitas yaitu:

1. Menanam Kacang Hijau
2. Mengamati Siklus Hidup Kacang Hijau
3. Permainan Angka 1 sd 10


Ketiga aktivitas tersebut dapat dilakukan bersama anak di rumah.  Aktivitas menanam kacang hijau bertujuan untuk secara konkrit membuat anak terlibat dalam pengamatan tumbuhan dalam bentuk yang paling sederhana.  Selanjutnya, hasil pengamatan itu akan dilanjutkan dengan pemahaman tentang siklus hidup si kacang hijau sebagai salah satu contoh tumbuhan. 


Diharapkan, dengan melakukan aktivitas ini, kosa kata anak-anak akan bertambah.  Mereka juga akan mampu mengurutkan tahapan tumbuh dalam siklus hidup tumbuhan dengan cara yang menyenangkan dan nyata. Kedua aktivitas ini sesuai untuk anak usia dini hingga tahun awal di Sekolah Dasar.






Permainan mengurutkan angka 1 sd 10 sangat sesuai untuk memperkenalkan simbol angka dan mengasah motorik halus pada anak usia dini. Aktivitas ini melibatkan anak aktif secara fisik memegang benda kongkrit sehingga dapat memahami konsepnya. Material yang bergambar dan berwarna cerah akan disukai anak sehingga semangat beraktivitas. 

Didukung Interlac, D’Granola, Ayam Gepuk Mpo Oneng, dan Produk Berkualitas Lainnya


Workshop Montessori ini didukung oleh beberapa brand dari produk berkualitas. Mulai dari produk kesehatan hingga pangan olahan.

Interlac  


Interlac merupakan produk probiotik spesifik Lactobacillus reuteri Protectis yang telah teruji klinis dan direkomendasikan dokter di lebih dari 90 negara.  Formulanya bebas laktosa dengan dosis satu kali sehari, dan aman dikonsumsi bayi baru lahir hingga manula. 

Pada tubuh kita -dari permukaan kulit hingga organ internal dalam sistem fisiologi- terdapat mikroorganisme termasuk bakteri baik yang dalam jumlah tertentu dibutuhkan untuk membantu fungsi sistem organ.  Inilah yang disebut sebagai flora normal.  Ketidakseimbangan flora normal pada tubuh manusia dapat menyebabkan gangguan sistem organ.  Bila terjadi di sistem pencernaan, maka akan terjadi gangguan pencernaan.  Bila terjadi di sistem kemih, akan terjadi gangguan saluran kemih. 


Prinsipnya, ketidakseimbangan flora normal ini akan mengganggu sistem organ tubuh dan terasa oleh kita sebagai penyakit.  Ketidakseimbangan flora normal pada tubuh dapat diatasi dengan memasukkan mikroorganisme bakteri baik ke dalam tubuh untuk membentuk kembali keseimbangannya. Bakteri baik yang dimasukkan ke dalam tubuh inilah yang disebut probiotik. 

Probiotik Interlac dirancang untuk mengembalikan keseimbangan bakteri di saluran pencernaan manusia.  Umumnya gangguan saluran pencernaan yang sering dialami adalah diare dan konstipasi (sulit buang air besar).  Pada bayi, gangguan kolik dan gumoh juga sangat umum ditemui. Gangguan ini semuanya dapat diatasi dengan memberi asupan probiotik yang tepat.  

Mengkonsumsi probiotik Interlac juga sangat dianjurkan dalam terapi antibiotik ketika kita terserang penyakit infeksi.  Sebab, antibiotik seringkali juga membunuh beberapa bakteri baik, selain bakteri jahatnya.  Dengan asupan probiotik yang tepat, akan mengembalikan keseimbangan bakteri baik dalam tubuh kita dan mengurangi efek samping antibiotik.    



Interlac diimpor dari BioGaia yaitu perusahaan Swedia yang dikenal sebagai world leader dalam industri probiotik.  Manfaat interlac telah teruji di lebih 13.000 individu pada 160 uji klinis, jadi Insha Allah aman deh. Sangat dianjurkan untuk menyimpan Interlac pada suhu di bawah 25 derajat Celcius atau dalam lemari es agar kondisinya tetap baik.  

Untuk bayi (0-3 tahun) disarankan mengkonsumsi Interlac Drop dengan aturan pakai 1 x 5 tetes per hari selama lima hari untuk diare.  Untuk konstipasi, dosis yang sama digunakan selama dua minggu pemakaian. Sedangkan untuk Gumoh/ Regurgitasi, dosis yang sama diberikan selama 4 minggu pemakaian. Untuk Kolik, dosis yang sama diberikan selama tiga minggu pemakaian.   Sedangkan pemakaian jangka panjang diberikan untuk terapi imunitas. 


Selain dalam bentuk drop bagi bayi, tersedia juga dalam bentuk bubuk dalam sachet.  Penggunaannya cukup dilarutkan dengan sedikit air, dan diberikan menggunakan sendok.

Interlac juga tersedia dalam bentuk tablet kunyah rasa stroberi dan lemon untuk anak-anak yang lebih besar hingga manula.  Cukup satu tablet sehari, praktis. Untuk diare, dosis satu tablet sehari diberikan selama lima hari.  Untuk konstipasi, dosisnya sama selama 2 minggu pemakaian.  

Apabila konstipasinya kronis pada orang dewasa, pemakaian dilakukan selama satu bulan dengan dosis yang sama. Dosis yang sama juga dianjurkan untuk pendamping konsumsi antibiotik.    Sedangkan pemakaian jangka panjang dianjurkan untuk memperbaiki sistem imun.  

Informasi lengkap tentang Probiotik Interlac dapat diakses di website resmi Interlac yaitu http://www.interlac-probiotics.com.  

D’Granola


Saat workshop berlangsung, para mom blogger peserta workshop juga berkesempatan mencicipi produk sehat  D’Granola.



D’Granola merupakan homemade granola yaitu biji-bijian panggang yang dikemas apik sebagai sumber serat alami yang baik bagi tubuh. Komposisinya adalah gabungan rolled oat, biji labu, biji bunga matahari, cranberry, raisin, extra light olive oil, kurma madu, kayu manis, dan organic sea salt-himalayan salt. 



Diproduksi oleh Healthy Food Partner yang berada di Depok, produk ini rasanya istimewa karena pemiliknya mengklaim memanggang biji-bijian ini dengan cinta! Ya, D’Granola bukan satu-satunya produk sehat yang dibuat dengan cinta oleh Healthy Food Partner.  Banyak ragam produk sejenis lainnya yang bisa dilirik di akun Instagram-nya yaitu @healthy.food.partner.

Jika ingin tahu lebih banyak bisa menghubungi pemiliknya Desi di nomor WA 081381166392 atau IG @destinyours.  


Walaupun granola lazim digunakan sebagai taburan di atas sarapan oat atau smoothie, saya juga menjadikannya cemilan di kantor. Biasanya saya ambil sekitar 3 sendok makan lalu dicampurkan satu sendok teh chia seed.  Lantas, dicemil deh.  Daripada nyemil gorengan, lebih baik nyemil granola deh he he he.  


Ayam Gepuk Mpo Oneng


Oya, saat workshop Montessori para mom blogger disuguhi makan siang dengan menu Ayam Gepuk Mpo Oneng.  Rasanya nampol banget memang.  Terutama sambalnya yang pas pedasnya. Nyess di lidah!  Bumbu ayam gepuk dan tempenya juga meresap sampai ke dalam, jadi nyamleng kalau kata Wong Jowo.


Untuk saya yang sudah harus membatasi makan nasi, porsi nasi di Ayam Gepuk Mpo Oneng memang tampak terlalu banyak.  Tapi bagi mereka yang memang lapar, cukup lah.  

Informasi Ayam Gepuk Mpo Oneng bisa ditilik di akun Instagram-nya @ayamgepukmpooneng , atau bisa tanya-tanya di nomor WA 0812 8023 1986.  Ayam Gepuk Mpo Oneng juga sudah hadir di dua outlet yaitu:

  • Outlet 2 di Warung Hangout BSD Jl Kencana Loka Blok J5 No 8
  • Outlet 1 di Bukit Dago Cluster Pasadena Blok F8 No 12.  
Bisa disorder via Go Food juga lho.  

Produk Berkualitas Lainnya


Produk berkualitas lainnya yang turut mendukung workshop Montessori adalah Minuman Sehat Toru Oatmilk (Akun IG: @toru.id), Makaroni Makkeik by Dapur Ibu (Akun IG: @makkeik), dan Kue Pepe Babah Gemoek (Akun IG: @babahgemoek). 






Usai mengikuti workshop Montessori, bukan hanya wawasan baru tentang metode ini yang didapat.  Tetapi juga semangat untuk menjadi orang tua yang lebih sabar dan tidak egois. Juga, jadi bertambah referensi baru untuk produk-produk berkualitas yang menjadi pendukung acara ini.  Terima kasih Mom Blogger Community dan Montessori Haus Asia, sampai jumpa lagi di kegiatan bermanfaat lainnya.  (Opi) 




**Foto-foto dalam tulisan ini bersumber dari akun sosial media (Instagram) brand pendukung, dokumentasi penulis, official website brand pendukung, Mom Blogger Community, dan Montessori Haus Asia. 

Referensi: 

Materi Workshop Metode Montessori “Nurture The Nature, Montessori Approach in Parenting Young Children” ;  Mr. Allan Ang dan Miss Rosalynn; 22 Juli 2018. 

Jatuh hati pada Montessori, Seni Mengasuh Anak Usia Dini; Vidya Dwina Paramita; Penerbit Bentang Pustaka; Cetakan keempat Maret 2018; 211 hlm.  

Kamis, Juli 26, 2018

Gunpla Expo 2018 : Gembira Merakit Gundam


Bertaburan lebih dari seribuan Gunpla alias “Gundam (dibaca Gandam) Plastic Model Kit” memenuhi Gunpla Expo Indonesia 2018, mulai 20 Juli hingga 5 Agustus 2018 di Mall of Indonesia, Jakarta. Ini bagaikan surga dunia bagi para penggemar robot rakitan Gundam.  Bagaimana tidak, segala jenis grade robot rakitan Gundam dipajang di sini.  Dari harga termurah (puluhan ribu) hingga termahal (jutaan). Dari rakitan sederhana hingga rumit.  Dari model yang eksklusif dan new release, hingga model-model yang lama. 

Seberkas undangan yang membawa saya ke Gunpla Expo 2018

Nah, saya ucapkan selamat bergembira merakit Gundam di Gunpla Expo Indonesia 2018 deh pokoknya bagi para Gundam mania yaaaa……  Mana robot incaran selama ini?  Sudah nabung untuk mengoleksinya ? Atau mau ikutan kompetisi merakit Gundam yang menantang? Jangan lupa, ada daily lucky draw untuk para pengunjung yang berhadiah Grand Prize tour ke Jepang lho! 

Suasana Gunpla Expo 2018 di Mall of Indonesia, Sabtu 21 Juli 2018 
Seru kan…. Lha, saya saja yang bukan penggemar robot rakitan jadi ketularan penasaran untuk ikut menikmati kegembiraan para Gundam mania ini.  Pasalnya, anak sulung saya juga termasuk yang hobi merakit segala rupa.  Gara-gara Si Sulung juga saya rela nyemplung ke keriaan Gunpla Expo Indonesia 2018 pada Sabtu siang 21 Juli 2018 lalu.  Penasaran, ingin ikut merasakan kegembiraan para pencinta Gundam di sana. Kebetulan sekali sebagai blogger saya mendapat kesempatan menghadiri pers conference yang digelar saat Expo berlangsung, dan menerima beberapa produk untuk dirakit di rumah.

Selfie di depan giant model Gundam Oo Diver pada Gunpla Expo 2018
Sayangnya, Si Sulung terpaksa tidak bisa ikut diajak ke Expo.  Jadwalnya bersamaan dengan Les Bahasa Inggris yang dijalani setiap akhir pekan.  Saya termasuk Ibu yang cukup ketat pada jadwal les jadi dengan berat hati tidak mengizinkannya bolos les demi Gundam.  Namun, keceriaan tak lepas di wajahnya karena Ibu pulang membawa oleh-oleh dari Expo. Gundam HGBD Oo Diver dan Haropla Haro Diva Red untuk anak Ibu siap dirakitnya dengan gembira. 

Senyum bocah saat menerima calon rakitan dari Gunpla Expo 2018 
Sulung yang belum genap berusia 10 tahun memang senang merakit benda-benda, sejak perkembangan motoriknya terstimulus pada masa balita. Benda-benda rakitannya tidak terbatas pada kotak mainan Lego atau sejenisnya.  Semua barang atau mainan rasanya jadi wahana bongkar pasang deh.  Setiap dibelikan mainan, bentuk awalnya tidak akan bertahan lebih dari satu jam.  Sudah berubah rupa! Mobil bisa jadi pesawat, pesawat bisa jadi mobil.  Ajaib lah pokoknya.  Selain itu, dia juga senang merakit barang-barang bekas menjadi sesuatu yang baru. 

Apa itu Gunpla dan Gundam?


Gunpla kepanjangannya adalah “Gundam Plastic Model Kit”, yaitu satu paket rancangan dari bahan plastik yang dapat disusun menjadi robot karakter Gundam. Paket robot rakitan ini diproduksi oleh perusahaan Jepang bernama Bandai Co.Ltd., untuk berbagai kelompok umur.  

Beberapa model rakitan Gunpla yang dipajang pada Gunpla Expo 2018 

Gundam sendiri adalah anime dengan genre Mecha (Robot) yang tampil sebagai bentuk robot raksasa atau dikenal juga dengan “Mobile Suit”.  Gundam sudah sangat akrab bagi penggemar robot pada serial Manga dan Anime dari Jepang.  Anime ini pada serial televisi dikenal dengan First Gundam, yang dibuat oleh  Hajime Yatake dan Yoshiyuki Tomino dan diproduksi oleh  Sunrise Inc. Jepang. 

Beberapa model rakitan Gunpla yang dipajang pada Gunpla Expo 2018 
Bandai Co.Ltd memproduksi Gundam untuk berbagai kelompok umur, yang dapat dirakit dalam beragam versi maupun skala perbandingan ukuran dari robot aslinya. Perakitan robot Gundam sangat bergantung pada kerumitan, ukuran/skala dengan robot aslinya, artikulasi, serta detil pada robot.  Untuk para pemula, disarankan untuk mulai merakit robot Gundam dengan kode SD (Super Deformed) dan HG (High Grade).  Untuk seri robot rakit dengan kode tersebut, harganya cukup terjangkau dari puluhan hingga ratusan ribu rupiah.  Contohnya, Gundam Oo Diver yang termasuk HD dengan skala 1:144.  Ketika robot selesai dirakit, bayangkan robot aslinya adalah 144 kali lebih besar dari hasil rakitan kita. 

Serba Serbi Gundam di Gunpla Expo 2018


Keseruan apa saja sih yang bisa disaksikan di Gunpla Expo Indonesia 2018? Di Expo ini, kita bisa menyaksikan display lebih dari 300 Gunpla yang sudah dirakit dalam lemari kaca. Ini termasuk 20 jenis Gundam eksklusif yang belum release lho. Juga ada 17 special limited items yang banyak diincar para Gundam mania. 

Seribu lebih stok Gunpla sudah disediakan untuk memuaskan kebutuhan penggemarnya. Ini sudah mewakili keseluruhan karakter Gundam yang pernah ada dalam serial televisi yang pernah ditayangkan di Jepang.  Jadi, mau cari yang model apapun, Insha Allah tersedia deh. Hati-hati dompet bakal bobol ya mak!

Kebetulan saya mengenakan pakaian bernuansa warna
senada dengan Giant Model Gundam Astray Red Frame.  We are in red!

Di Expo ini juga ada tiga giant model Gundam yang bisa membuat kita merasa dekat dengan robot betulan!  Ada giant model Gundam Astray Red Frame yang nampak kinclong dalam paduan warna merah dan putih di tengah arena Expo. Ada giant model Gundam Oo Diver yang kini sedang banyak diminati penggemar Gundam. Dengan paduan warna putih dan birunya yang khas, nampak agung dan heroik!  Di depan arena Expo, sudah mejeng dengan gagah giant model Gundam Exia setinggi 3 meter.  Ngga tahan untuk tidak berfoto dengannya deh pokoknya!

Ini dia Giant Model Gundam Exia setinggi tiga meter
Wow!
Selain digelar di Indonesia, Gunpla Expo juga sudah digelar di Korea, Singapura, Taiwan, Hongkong, Jepang, Malaysia dan hampir di semua negara Asia. Harapan dihadirkannya robot Gundam asli dalam ukuran sebenarnya di Gunpla Expo masih akan ditunggu oleh para pencinta Gundam.  Mudah-mudahan saja ya di tahun berikutnya Bandai Co.Ltd bisa merealisasikannya.  Kita tunggu deh. 

Ratusan murid Sekolah Dasar yang berasal dari 3 SD di Jakarta pun berkesempatan diundang mengikuti sessi caravan bersama para robot di Gunpla Expo 2018.  Mereka juga ramai-ramai mengikuti lomba merakit Gundam lho!  Hmmm, menurut saya ini positif juga sih untuk mengisi akhir pekan atau waktu luang anak dan remaja. Daripada main gadget yang bikin kreativitas mampet, kan lebih baik kreatif merakit robot ya? 

Para siswa Sekolah Dasar mengikuti Lomba Merakit Gundam di Gunpla Expo 2018

Ya, keunikan robot rakitan Gundam adalah bisa dirakit sesuai panduan maupun dimodifikasi dengan teknik artifisial.  Bisa dimodif dengan brush (kuas), spidol, sticker, atau aksesoris lainnya sesuai kreativitas perakit. Dijamin, hasil rakitan jadi lebih keren dan tampak nyata! 

Eits tapi ini bukan untuk anak-anak dan remaja saja sih, orang dewasa juga lho!  Karena ternyata banyak juga orang dewasa yang hobi merakit dan mengoleksi robot ini.  Sudah banyak ibu-ibu yang merasa diduakan oleh suami yang punya hobi merakit robot Gundam he he he…. Aduh, mana tahan ya mak bersaing sama robot he he he.

Para siswa Sekolah Dasar mengikuti Lomba Merakit Gundam
di Gunpla Expo 2018

Merakit dengan Gembira


Di Expo ini, kami para blogger berkesempatan bertanya jawab langsung dengan personil Bandai Co.Ltd, produsen Gunpla di Jepang.  Kebetulan sekali Mr. Tomizawa dari Bandai Co.Ltd., didatangkan langsung dari Jepang dan berkenan hadir di Expo untuk menjelaskan segala hal yang ingin diketahui pers tentang Gunpla. Selain itu, hadir pula aktor sekaligus dosen Marcelino Lefrandt dan mantan artis cilik Derby Romero. Mereka berdua mewakili para Gundam Mania yang bisa mengorbankan banyak hal demi robot rakitan! 

Owner sekaligus Direktur Multi Toys & Games Mr. Yohanes, yang merupakan distributor resmi seluruh produk Gunpla dari Bandai Co.Ltd, juga hadir di Expo ini.  Ms Regina selaku Public Relation Agung Sedayu Retail Indonesia (ASRI) ikut hadir menyapa sebagai perwakilan dari Mall of Indonesia sebagai penyelenggara Gunpla Expo Indonesia 2018. 

Suasana tanya jawab dengan audience di Gunpla Expo 2018
Dari kiri ke kanan:  MC, Derby Romero, Mr. Yohanes,
Mr. Tomizawa, Ms Regina, dan Marcelino Lefrandt
Derby dan Marcelino mengakui, ketertarikan mereka pada karakter Gundam adalah karena sisi heroiknya yang mengandung sentuhan semangat Samurai khas Jepang. Mereka juga mengakui, walau uang harus terkuras demi robot yang diincar, tetapi pasangan jadi tenang.  Pasalnya hobi ini  membuat mereka lebih banyak menghabiskan waktu luang di rumah untuk berjam-jam merakit robot.  

“Istri jadi tenang, karena kita jadi ngga kelayapan,” timpal Derby, yang di masa kecilnya dikenal sebagai lawan main Sherina pada film Petualangan Sherina. 

Wefie bareng mantan artis cilik Derby Romero
yang ternyata seorang Gundam Mania

Marcelino dan Derby sama-sama punya lemari khusus untuk mengoleksi hasil robot rakitan.  Juga punya budget khusus untuk belanja Gundam. “Walaupun kita lelah kerja cari uang, tetapi harus punya hobi positif lah walau itu butuh biaya juga,” kata Marcel. 

Marcel berpendapat merakit robot adalah hobi yang positif karena melatih kesabaran dan kreativitas.  Selain itu, juga melatih keterampilan mengikuti instruksi yang kadang rumit lho! 

“Berbagai robot dan mainan rakitan saya di masa kecil masih disimpan Mama di rumah di Manado.  Kenang-kenangan masa kecil,”cerita Marcel sambil tersenyum. 

Sebelum kabur ke tempat shooting, cegat dulu aktor dan dosen Marcelino Lefrandt
untuk wefie bareng emak blogger. Walhasil burem :)

Intinya, merakitlah dengan gembira.  Pilih karakter kesukaan, lalu mulailah menyulapnya jadi nyata.  Jangan menyerah jika belum berhasil, butuh kesabaran dan kesenangan untuk menyelesaikan rakitan.  Pilih saja model-model yang simple dan harganya terjangkau.  Mr Tomizawa sendiri menyukai model-model yang simple.  “Untuk model yang simple, saya bisa merakitnya dalam 20 sampai 40 menit saja,” ujarnya. 

Bersama sang produsen Gunpla Mr Tomizawa
Pesannya: Ayo kreatif merakit dan jadi hebat! 


Sisi Baik Dari Hobi Merakit Robot


Nampak sekali ada kepuasan tersendiri ketika anak saya selesai mempersatukan bagian per bagian potongan menjadi satu robot yang utuh. Walaupun, untuk itu, harus menghabiskan waktu berjam-jam. Bahkan, bisa sampai berhari-hari jika merakitnya diselingi kegiatan lain. 

Merakit Haropla Haro Diva Red dalam waktu 15 menit saja

Si Sulung bersama Haropla Haro Diva Red
hasil rakitannya

Gundam HGBD Oo Diver berhasil dirakitnya sampai selesai dalam waktu pengerjaan sekitar tiga jam.  Selepas sholat Subuh, Si Sulung langsung mulai merakit.  Semangat sekali ya.  Sementara Haropla Haro Diva Red dirakitnya dalam waktu 15 menit saja. 

Mulai merakit HGBD (High Grade Build Divers) Gundam Oo Diver 1/144
hingga selesai selama sekitar 3 jam 

Gundam Oo Diver hasil rakitannya

Sebagai ibu, saya mencoba mengarahkan hobi merakit ke arah yang positif. Yaitu, rajin menabung untuk membeli robot rakitan yang diincar. Juga, latihan kesabaran dan konsentrasi saat merakit robot. Gundam yang sederhana dapat dirakit tanpa alat bantu, namun untuk yang lebih rumit membutuhkan gunting dan alat khusus untuk merakitnya.  Otomatis harus sabar karena potongan rakitan ukurannya kecil-kecil.  

Sisi baik lainnya adalah, anak-anak belajar memahami dan melaksanakan instruksi mulai dari sederhana hingga rumit ketika merakit robot.  Dalam merakit, ada upaya pengenalan bentuk yang sesuai dan tidak sesuai.  Ini melatih logika anak juga lho.  Bentuk A misalnya tidak akan match jika dipasangkan dengan bentuk B. Sementara bentuk C bisa dipasangkan baik ke bentuk A maupun bentuk B.  

Sebelum merakit, baca petunjuk dulu

Merakit Robot Gundam bisa memberikan peluang tak terbatas bagi anak untuk berkreasi.  Mereka bisa mengikuti instruksi rakitan, atau membuat alternatif rakitan lain yang out of the box berdasarkan kreativitas masing-masing.  Bahkan, bisa mewarnai robot sesuai selera.  Asalkan mau, apa saja bisa dilakukan kepada si Gundam rakitan ini kok. 

Namun, yang perlu kita tekankan pada anak-anak lebih ke soal disiplin waktu.  Ingatkan anak-anak untuk tidak melupakan kewajiban mereka walau asyik merakit robot.  Ya, jangan sampai gara-gara asyik merakit Gundam, jadi lupa makan, sholat, dan belajar. Kalau soal yang ini, sebagai orang tua wajib memberi contoh yang nyata. 

Berpose bersama Gundam Oo Diver hasil rakitannya

Nah, sekarang diam-diam saya jadi mulai suka dengan urusan rakit merakit si Gundam. Sepertinya, harus belajar dari si bocah nih! Pembaca juga mau mencoba merakit?  Hayuk lah …….. (Opi)


** foto-foto pada tulisan adalah dokumentasi penulis dan Blogger Mungil. 

Back to Top