Senin, Maret 18, 2019

Manajemen Risiko Mampu Menciptakan Nilai?


"Mengawinkan Manajemen Risiko dengan proses bisnis di Indonesia kini masih merupakan tantangan tersendiri. Para pakar dan praktisi kerap merasakan posisi manajemen risiko bagaikan “makhluk asing” yang terpisah dari proses organisasional lainnya. Nampaknya, selama proses integrasi manajemen risiko ke dalam rangkaian proses bisnis masih tersendat, selama itu pula tujuan manajemen risiko untuk menciptakan dan melindungi nilai semakin sulit dicapai."

Oleh karena itu, para leader dan praktisi  seharusnya memiliki kemampuan yang cukup dalam mengelola risiko. Memahami pedoman pengelolaan risiko, yang saat ini berbasis pada ISO 31000:2018 berikut updatenya, merupakan bagian penting.  Sama pentingnya dengan kepedulian dan kesadaran terhadap pengelolaan risiko. Untuk itulah buku Manajemen Risiko Berbasis ISO 31000:2018- Panduan untuk Risk Leaders dan Risk Practitioners hadir.  


Saya merasa perlu untuk mengulasnya dalam artikel #ulasanbuku  karena telah merasakan manfaat nyata dari buku ini.  Sebagai Risk Compliance Officer di Kantor Pusat sebuah BUMN, pekerjaan saya antara lain melakukan Risk Assessment sangat terbantu dengan panduan buku ini.   Ditulis oleh para begawan yang telah malang melintang di bidang Tata Kelola Perusahaan dan Manajemen Risiko berikut sertifikasinya, kualitas buku kuning ini tidak perlu diragukan lagi. 

Patut salut terhadap upaya para penulis buku yaitu Bapak Leo J Susilo dan Victor Riwu Kaho dalam menyajikan tutorial lengkap untuk para leaders dan praktisi di bidang Manajemen Risiko. Selain memberikan panduan, para penulis buku ini juga membuka cakrawala pembaca tentang realitas penerapan Manajemen Risiko di bisnis internasional, terutama perihal integrasi Manajemen Risiko ke dalam proses bisnis. 

Buku ini menggarisbawahi perihal manajemen risiko bertujuan untuk menciptakan dan melindungi nilai, membantu mencapai bahkan melampaui sasaran, dan meningkatkan kinerja organisasi.  Bila hal ini tidak terjadi pada organiasi yang telah menerapkan manajemen risiko, artinya ada yang salah dengan penerapan tersebut. 



Seperti kebanyakan yang terjadi, kemungkinan besar penyebabnya adalah belum terintegrasinya manajemen risiko ke dalam seluruh proses bisnis organisasi. Silo-silo atau kotak-kotak yang terpisah dalam bekerja membuat manajemen risiko hanya sekedar catatan tentang sederet daftar risiko yang belum tentu ditangani dengan benar. 

Dibagi menjadi 6 Bab, buku ini didahului oleh Prolog dan diakhiri oleh Epilog.  Prolog buku mengambil tajuk “Bila Manajemen Berisiko”.   Manajemen yang berisiko terjadi apabila jajaran manajemen tidak memahami apa yang dapat menyebabkan kegagalan dalam pencapaian sasaran organisasi, dan peluang apa yang dapat mempercepat melampaui sasaran. Kalau sudah begini, bagaimana manajemen dapat mengelola risiko dengan tepat? Ini sungguh menjadi “Manajemen Berisiko”.  

Prolog buku ini juga memaparkan peristiwa-peristiwa berisiko tinggi  yang pernah terjadi di dunia, serta mengambil pelajaran darinya.  Persiapan, perencanaan, dan pengelolaan yang baik adalah kunci. Jangan pernah menabung faktor risiko hingga mewujud jadi bencana. Apalagi merendahkan agenda politik sebagai penyebab risiko. Arogansi individu dan organisasi seringkali menjadi penyebab risiko yang lebih besar daripada yang pernah diduga.  


Isi utama buku ini adalah panduan melakukan manajemen risiko dalam organisasi berbasis ISO 31000. Bagi organisasi yang pernah menerapkan manajemen risiko dengan standar lain dan ingin beralih ke ISO 31000, disarankan untuk melakukan adaptasi dan penyesuaian seperlunya sehingga penerapan manajemen risiko dapat berlangsung dengan efisien, efektif, dan konsisten.  

Bab 1 hingga 6  membahas pemahaman risiko berikut ruang lingkupnya hingga prinsip-kerangka kerja-proses manajemen risiko berbasis ISO 31000:2018. Termasuk juga penjelasan atas perubahan-perubahan yang ada dibandingkan dengan ISO31000 versi tahun sebelumnya (2013).  



Pada bab-bab tersebut, disajikan apa saja lingkup penerapan Manajemen Risiko dan bagaimana cara memahami risiko.  Prinsip-Kerangka Kerja-Proses Manajemen Risiko diurai secara detil pada bab 4 sampai dengan 6.  

Khusus di bagian Epilog, sebuah bahasan tentang “Menciptakan Nilai” serta uraian Studi Kasus di POLARIS dan LEGO Group disajikan. Ini memberikan paparan bagaimana praktek manajemen risiko perusahaan kelas dunia mampu menciptakan dan melindungi nilai. Keduanya menjadi contoh nyata dalam integrasi manajemen risiko ke dalam proses bisnis sehingga mampu mencapai sasaran perusahaan. 

Menciptakan dan Melindungi Nilai 


Studi Kasus POLARIS 


Studi pada kasus ini menunjukkan bagaimana manajemen risiko diintegrasikan pada manajemen proyek.  Proyek Polaris adalah proyek kapal selam yang mampu melontarkan peluru kendali tanpa harus muncul ke permukaan laut.  Proyek ini muncul sebagai upaya Amerika Serikat (AS) untuk menyiapkan serangan balasan kepada Uni Sofyet (US) pasca peluncuran satelit Sputnik I dan II di tahun 1957.  

Mengapa AS berusaha melakukan serangan balasan dengan cara membuat kapal selam ini?  Selain karena merasa terhina, Pemerintah AS juga khawatir apabila US sudah mampu menempatkan satelit di angkasa, maka mereka dengan mudah mampu memantau tanpa hambatan seluruh lokasi strategis persenjataan AS. Ini sangat berbahaya bagi AS.  



AS memperkirakan bahwa dari aspek teknologi, US memerlukan waktu sekitar 5 tahun untuk menempatkan rudal nuklir di angkasa.  Jadi, AS memilki tenggat waktu relatif sempit untuk mengembangkan teknologi dari nol hingga Polaris berhasil dibuat.  

AS menerapkan Manajemen Risiko dalam seluruh tahapan mulai dari awal hingga akhir pelaksanaan Proyek Polaris ini.  Seluruhnya berbasis risiko.  Perencanaan disusun mulai dari metodologi, budget, schedule, hingga peta risikonya.  Identifikasi risiko dilakukan dengan review semua dokumen terkait proyek.  Analisi risiko dilakukan baik secara kualitatif maupun kuantitatif.  

Perlakukan risiko dalam proyek Polaris dibagi dua, yaitu perlakuan terhadap risiko positif dan perlakuan terhadap risiko negatif seuai dengan nilai EMV (Expected Monetary Value) yang diperoleh.  


Untuk risiko positif, perlakuan terhadap risiko kemungkinannya adalah : eksploitasi, ditingkatkan, berbagi, atau diterima.  Sedangkan untuk risiko negatif maka kemungkinan terhadap perlakuannya adalah hindari, mitigasi, transfer, atau diterima.  

Bagaimana hasil yang dicapai proyek Polaris dengan integrasi manajemen risiko ke dalam manajemen proyek?  Ternyata, waktu penyelesaian proyek tiga tahun lebih cepat dari jadwal yang ditetapkan.  Selain itu juga ditemukan teknik dan metode baru sebagai solusi dari berbagai macam risiko yang teridentifikasi.  Misalnya, ditemukan teknik baru pengelolaan manajemen proyek, hulu ledak yang kompak dan dapat diintegrasikan ke sistem rudal  yang ada, serta pelindung panas untuk hulu ledak nuklir.  Kesemuanya ini menunjukkan penciptaan nilai yang baru.  


Pelajaran yang dapat ditarik dari Proyek Polaris adalah, dengan menerapkan manajemen risiko yang diintegrasikan ke dalam proses pelaksanaan proyek maka kesamaan bahasa dan pehamanan terhadap sasaran proyek dapat diperoleh.  Sehingga, apabila diperlukan perubahan atau pemutakhiran, dapat lebih mudah dilakukan .  Risiko-risiko pun dapat diidentifikasi dengan cepat, sehingga risiko negatif dapat ditangani lebih dini.  Sementara, risiko positif dapat dimanfaatkan segera untuk melampai sasaran.  Semua risiko mampu diukur dan dicarikan solusi yang paling tepat.  

Studi Kasus LEGO 


Contoh kasus bahwa manajemen risiko yang diintegrasikan pada proses bisnis akan mampu menciptakan nilai, ditunjukkan pada LEGO Group.  LEGO Group adalah perusahaan mainan balok susun yang didirikan tahun 1932 di Denmark oleh Ole Kirk Kristiansen. Perusahaan mainan ini terus berkembang dan makin cemerlamng saat ini.

Dalam studi kasus ini, manajemen risiko diintegrasikan pada manajemen strategis sehingga membuat LEGO mampu tumbuh jauh di atas pertumbuhan pasar.  Walaupun ini bukan semata-mata karena kontribusi manajemen risiko semata, namun para CEO LEGO meyakini manajemen risiko berkontribusi dalam penciptaan nilai.  



Kisah serunya, silakan langsung dibaca ya di buku kuning setebal 360 halaman ini.  Dijamin akan memperluas wawasan dan memberikan impak yang positif.  Yuk…cuuuzzzz belajar Manajemen Risiko. (Opi) 

Informasi Buku 
Judul buku :  Manajemen Risiko Berbasis ISO 31000: 2018, Panduan untuk Risk Leader dan Risk Practitioners 
Penulis :  Leo J Susilo dan Victor Riwu Kaho 
ISBN: 978-602-05-1234-1
Penerbit PT Gramedia Widiasarana Indonesia (Grasindo) Jakarta 2018
Tebal buku : xxiv +360 hlm. 
Dimensi 15 x 2,3  x 23 cm 
Harga Rp 95.000,-


Minggu, Maret 17, 2019

Manajemen Risiko Perpajakan Perusahaan: Insight Sederhana yang Menancap!


“Denda pajak yang menggunung di sebuah perusahaan potensial menggerus laba yang semestinya diperoleh. Padahal, laba bersih perusahaan adalah cermin kinerja yang selanjutnya sangat mempengaruhi jumlah insentif yang akan diterima oleh karyawan. Lalu, Manajemen bisa apa?”

Miris sekali jika ilustrasi tersebut terjadi di perusahaan tempat kita bekerja.  Pasti tidak mau kan? Capek-capek bekerja, kok labanya ludes gara-gara denda pajak! Ngga dapat bonus dong! Kok bisa?
Iya, ternyata bisa kejadian seperti itu lho! Getir tapi nyata. 

Denda Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dari proses penjualan dan pembelian yang dilakukan oleh perusahaan sangat potensial mengurangi total keuntungan. Sebabnya, bisa karena faktur pajak masukan cacat-tidak dapat dikreditkan, faktur pajak keluaran tidak tepat waktu, atau kurang bayar .  Semua itu kena denda! Bisa terbayang kan jika transaksi jual beli barang kena pajak yang terjadi jumlahnya milyaran ataupun triliunan, kemungkinan akumulasi dendanya juga bisa mencapai 10 digit! 


Sssst, saya pun baru belakangan ini agak peduli dengan yang namanya masalah perpajakan perusahaan.  Sebagai karyawati BUMN yang tidak memiliki latar belakang pendidikan perpajakan, saya awalnya sangat buta soal pajak badan.  Namun, sejak bertugas sebagai Risk Compliance Officer di Divisi Penjualan Distributor dua tahun terakhir ini, saya mulai terdorong untuk belajar memahami risiko-risiko apa saja yang strategis dan mayor di perusahaan. 

Mata dan pikiran saya mulai terbuka, ketika menghadapi kenyataan bahwa risiko perpajakan itu cukup mengerikan jika tidak dikelola dengan penuh kesadaran dan tanggung jawab semua pihak.  Betapa banyak hal yang perlu dipelajari dan dipahami  untuk andil dalam kesadaran dan tanggung jawab ini.  


Hunting buku dan membaca adalah cara saya yang paling sederhana untuk belajar hal-hal yang menjadi kebutuhan di tempat kerja. Buku-buku Manajemen Risiko di Bidang Perpajakan tidak banyak beredar di pasaran.  Buku genre ini termasuk jenis buku yang langka.  Tidak seperti buku-buku Manajemen Pemasaran yang banyak ragammya, tersebar di pasar maya dan nyata.  

Di suatu malam gerimis sepulang kantor, langkah kaki menggiring saya ke obral buku cuci gudang di Toko Gramedia Depok. Lautan buku yang membuat para kutu buku ngences terbentang di hadapan.  Buku-buku berkualitas diobral mulai dari harga Rp 10.000,- hingga Rp 30.000,-.  Di sinilah saya menemukan buku tipis dan ringkas yang membahas Manajemen Risiko Perpajakan Perusahaan. Inilah buku Corporate Tax Risk Management


Tipis dan Ringkas ?


Iya, buku Corporate Tax Risk Management yang ditulis Dr. Nur Hidayat, SE,ME, Ak,CA, BKP ini relatif tipis (166 halaman).  Hanya seukuran buku tulis yang bisa digunakan anak Sekolah Dasar. Isinya terbagi dalam 5 Bab yang sistematis, yaitu :

Bab 1 Dasar-Dasar Manajemen Risiko 
Bab 2 Kewajiban Perpajakan dan Sanksi 
Bab 3 Mengidentifikasi Risiko Perpajakan Perusahaan 
Bab 4 Mengukur Risiko Perpajakan Perusahaan 
Bab 5 Mengelola Risiko Perpajakan Perusahaan 

Masing-masing bab menjelaskan secara ringkas tentang pokok bahasan bab.  Ringkas banget malah.  Dari masing-masing poin ringkas, nampaknya pembaca perlu tambahan bacaan lebih lengkap yang bisa ditelusur di Daftar Pusataka di bagian belakang buku ini.  


Buku ini pas sekali untuk para praktisi perpajakan sebagai modal bacaan dalam mempersiapkan diri memenuhi kewajiban pajak agar terhindar dari risiko pajak yang memberatkan. Selain itu, ulasan gamblang dalam buku ini juga bermanfaat bagi pembaca yang ingin mendalami perpajakan dalam perspektif yang berbeda.  

Secara umum, buku ini memiliki nilai advokasi yang komprehensif bagi pembaca yang ingin mengetahui dan mendalami manajemen risiko perpajakan, baik saat mempersiapkan transaksi dan saat menyiapkan laporan-laporan pajak yang menjadi rutinitas di setiap perusahaan.  

Bagi saya yang sudah lebih dulu belajar Manajemen Risiko sebelum membaca buku ini, uraian di buku ini terasa lebih praktis. Lebih ke arah implementasi atau praktek di perusahaan.  Contoh-contohnya juga tidak njlimet.  Sederhana, singkat, dan terstruktur. Makanya, buku ini memang cocok sekali bagi praktisi.  Walaupun, buku ini juga ditujukan bagi para mahasiswa Program Sarjana dan Pascasarjana yang mengambil mata kuliah Manajemen Perpajakan.  


Buku ini memang bukan murni gagasan penulis, melainkan banyak terinspirasi dari beberapa karya yang telah lebih dulu terbit di seputar Manajemen Risiko dan Manajemen Perpajakan.  

Mengelola Risiko Perpajakan Perusahaan ala Buku Ini 


Risiko bukanlah sesuatu yang bisa dikelola sekali dalam setiap kuartal, bulan, atau minggu.  Risiko timbul dan harus dikelola sepanjang waktu. Begitu pula dengan risiko perpajakan pada suatu perusahaan. Pengelolaan risiko seharusnya terintegrasi dengan setiap proses pengambilan keputusan, penentuan dan implementasi strategi, serta pengelolaan kinerja setiap elemen perusahaan.  

Pengelolaan risiko perpajakan perusahaan erat kaitannya dengan mengelola risiko pajak yang diperkirakan, yaitu risiko yang diterima kehadirannya oleh perusahaan.  Menurut buku ini, tiga hal utama dalam menyikapi risiko pajak yang diperkirakan adalah : 

1. Perusahaan menjadikan risiko sebagai bagian dalam proses penyusunan strategi 
2. Perusahaan mengalokasikan sejumlah dana cadangan (cushion) terhadap risiko 
3. Perusahaan menerapkan manajemen risiko dengan pilihan penghindaran risiko, pengurangan risiko, pemindahan risiko, atau penangana risiko.  


Pilihan untuk penghindaran, pengurangan, pemindahan atau penanganan risiko dipilih berdasarkan analisis pada peta risiko yang telah dibuat sebelumnya.  Peta risiko dibuat berdasarkan identifikasi dan pengukuran/penilaian risiko di tiap poin perpajakan.  

Sebagai contoh, di poin PPN (Pajak Pertambahan Nilai), ada empat risiko yang mungkin terjadi yaitu; 

1. Faktur pajak cacat sehingga tidak dapat dikreditkan
2. Faktur pajak keluaran tidak tepat waktu akan berdampak sanksi denda 
3. Kurang bayar , maka akan berdampak pada cash flow 
4. Lebih bayar, maka akan berdampak pada pemeriksaan 

Misalnya suatu perusahaan melakukan penjualan Barang Kena Pajak (BKP) atau Jasa Kena Pajak (JKP).  Faktur pajak PPN pada umumnya dibuat pada saat penyerahan atau penerimaan.  Apabila Pengusaha Kena Pajak (PKP) menerbitkan faktur tidak tepat waktu, maka akan dikenakan sanksi denda. 



Ada BKP berupa komoditi pertanian (contohnya jagung untuk pakan ternak) yang nilai PPN nya nol rupiah.  Namun, pada saat penjualannya tetap harus dibuat faktur pajak dengan nilai nol tersebut.  Apabila faktur pajak tidak dibuat atau terlambat dibuat, akan terkena sanksi denda yang jumlahnya merupakan prosentasi dari nilai penjualannya.  Denda ini ternyata jumlahnya berpotensi semakin menumpuk dan bisa jadi melebihi biaya-biaya penjualan lainnya.  Menggerus laba?  Bisa jadi! 

Sebagai dasar pemahaman, buku ini sangat baik.  Namun, untuk implementasi di perusahaan, buku ini tidak dapat berdiri sendiri.  Kita membutuhkan buku-buku tambahan untuk mengelaborasi poin-poin yang disampaikan.  

Di tengah minimnya literatur dan buku-buku yang membahas tentang topik manajemen risiko perpajakan perusahaan, buku ini diharapkan akan memacu diskurus (pertukaran ide dan gagasan secara verbal) di bidang manajemen risiko perpajakan perusahaan lebih lanjut. Sangat disarankan untuk membaca buku ini didampingi dengan buku manajemen risiko yang semakin berkembang teori dan prakteknya.  Bagi saya, buku ini memberikan insight sederhana yang menancap.  (Opi) 




Informasi Buku
Judul buku :  Corporate Tax Risk Management / Manajemen Risiko Perpajakan Perusahaan 
Penulis :  DR. Nur Hidayat, SE,ME,Ak,CA,BKP
ISBN 978 602 02 5991 8 
Penerbit : PT Elex Media Komputindo 
Cetakan pertama , Februari 2015
Dimensi 14 x 1,1 x 21 cm 
Tebal buku : viii + 166 hlm.
Harga Rp 37.000,-

Back to Top