Kamis, Januari 02, 2020

Ulasan Buku Anti Aging for Busy Moms : Salah Kaprah tentang Anti Aging ?


Peringatan dini :
Walaupun judulnya Ulasan Buku Anti Aging for Busy Moms, artikel ini tetap boleh dibaca oleh moms yang ngga busy kok.  Yang menulis artikel pun saya seorang mom yang sering gabut dan kadang cuma pura-pura busy. He he he…. piiiiiiissss

Buku Anti Aging for Busy Moms ini saya peroleh langsung dari penulisnya dr. Lisa Silvani ketika soft launching pada Mei 2018 di Pejaten Village Jakarta.  Iya, sudah setahun lebih yang lalu.  Waktu itu bertepatan dengan bulan suci Ramadhan, kebetulan Komunitas Ibu Ibu Doyan Nulis (IIDN) memberi saya satu free ticket untuk menghadiri soft launching buku ini.  

Sejak menekuni hobby menulis di blog dan bergabung dengan berbagai komunitas menulis, saya kerap mendapat kesempatan mengikuti event marketing maupun training peningkatan skill menulis lewat beragam kegiatan komunitas.  

Bersama dr. Lisa Silvani, penulis buku Anti Aging for Busy Moms, saat launching buku  tersebut di Pejaten Village Jakarta,
23 Mei 2018 lalu.  

Komunitas IIDN dikomandani blogger senior  (cieeeee) Mba Widyanti Yuliandari – seorang ASN multi talenta plus super duper kreatif serta produktif yang berdomisili di Bondowoso.  Tulisan-tulisan ciamik beliau bisa dinikmati di blog www.widyantiyuliandari.com.  Sementara Dr. Lisa Silvani juga adalah anggota IIDN yang kebetulan berdomisili di Jakarta.  

Terus, kok baru nulis sekarang ulasan bukunya?  Mohon maaf, beginilah kebiasaan buruk saya yang mau diubah kok susah banget nget nget nget nget yaaaa.  Niatnya ssih menulis ulasan sudah sejak kelar baca buku ini.  Tapi selalu saja ada hal-hal lain yang membuat realisasi jadi bubar jalan.  Buyar. Ambyaaaaaarrr. (Alasan ga habis habis ya Buuuu ).

Momen telah melewati usia 42 tahun kehidupan membuat saya tersadar bahwa diri ini sudah tidak lagi muda.  Iya, saya menua. (SADAR)  Kembali membuka buku ini membuat refleksi diri tentang aging tiba-tiba datang.  Penuaan atau aging akan selalu menjadi topik yang mengundang fokus bagi para perempuan.  Juga, beragam jalan untuk menunda penuaan supaya tetap awet muda selalu marak dijajaki. Aging dan anti aging bahkan mengundang salah kaprah lho!  

Ada, bahkan banyak perempuan yang rela merogoh kocek dalam-dalam untuk berbelanja produk kecantikan yang diklaim mampu menunda penuaan.  Tapi, mereka tetap kurang tidur karena alasan pekerjaan; tidak mengkonsumsi cukup sayur, buah, dan air; stress berlebihan, kurang aktivitas fisik dan olahraga; bahkan menjauh dari alam. Di sinilah letak salah kaprah tentang aging dan anti aging. Bahwa sekedar krim anti aging dapat seketika membuat Anda jadi awet muda?  Bukan begitu nyatanya.  
Ibu Dewi Motik hadir dalam peluncuran buku Anti Aging for Busy Moms dan berbagi tentang resep awet muda

Pemahaman tentang aging dan anti aging dibahas secara menyeluruh dalam buku Anti Aging for Busy Moms ini. Kita akan disadarkan lewat penuturan dr. Lisa Silvani yang sangat sistematis tentang bagaimana kesibukan seorang perempuan (ibu) pada masa kini bukan sebuah alasan untuk tetap tampil cantik berseri plus glowing-glowing. Bertambah usia dalam kesehatan dan keseimbangan yang paripurna, adalah cita-cita mulia. 

Menurut penulis buku ini, penuaan bukan sesuatu yang dapat dicegah 100%.  Menua itu ya tidak apa-apa.  Tapi, kita dapat memilih bagaimana kita menua.  Dr Lisa memilih untuk MENUA DENGAN INDAH.  Bagaimana caranya?....

Hanya sebagian orang yang beruntung di dunia ini memilki gen yang memungkinkan mereka menua lebih lambat.  Sisanya, pada umumnya aging/ penuaan mulai terjadi ketika usia perempuan mencapai 25 tahun.  Identik dengan penurunan fungsi tubuh, penampilan, dan kualitas hidup, penuaan lalu menjadi kata yang ditakuti kaum perempuan.  Faktor lingkungan sangat berpengaruh memicu terjadinya penuaan lebih awal.  

dr. Lisa Silvani , penulis buku Anti Aging for Busy Moms

Buku ini layak menjadi referensi bagi kaum perempuan untuk menyiapkan hidup yang seimbang sehingga berdampak awet muda! Dua kuncinya, yaitu kesehatan yang optimal dan kualitas hidup yang baik. Selanjutnya, kita tidak akan takut menghadapi masa tua.  Sebab anti aging dalam arti sesungguhnya adalah menunda penuaan melalui gaya hidup namun tetap berjalan untuk menuju masa tua yang optimal. 

Aging dan Anti Aging 


Aging atau penuaan merupakan suatu proses alami yang pasti terjadi.  Sel-sel dalam tubuh manusia dalam periode waktu tertentu mengalami regenerasi.  Sel, jaringan dan organ dalam tubuh manusia juga mengalami penuaan lalu penurunan fungsi seiring bertambahnya umur manusia. Aging dapat terjadi lebih dini dikarenakan faktor lingkungan. Beragam upaya dilakukan untuk mencegah penuaan dini, dan memperlambat proses penuaan yang wajar.  Inilah yang kita kenal sebagai upaya anti aging.  


Buku ini menuliskan bahwa anti aging berawal dari pencarian manusia akan obat mujarab yang dapat menyembuhkan segala penyakit, memperpanjang usia, mempertahankan stamina dan penampilan.  Pencarian ini akhirnya mengantarkan pada beragam teori tentang  penuaan dan seribu satu macam bahan dan komponen yang dipercaya dapat memperlambat laju penuaan.

Namun di balik itu semua, ada satu kesimpulan mengenai anti aging yang tidak dapat dimungkiri ataupun ditinggalkan. Anti aging atau perlambatan penuaan melibatkan berbagai komponen, sehingga tidak dapat dicapai dengan satu macam terapi atau obat atau modalitas saja. 

6 macam komponen yang terdapat dalam anti aging dibahas tuntas dalam buku ini, yaitu : 

1. Pola makan optimal (cukup gizi dan tepat jumlah)
2. Aktivitas seimbang (cukup olahraga, seimbang antara fisik dan otak)
3. Pola tidur sehat (cukup tidur dan istirahat)
4. Psikososial seimbang (cukup berinteraksi dengan sesama manusia, Tuhan, dan alam)
5. Lingkungan sehat (lingkungan bersih, apik, terkendali)
6. Sistem hormon seimbang (cukup seks, perawatan tubuh, melakukan hobi, berkesenian, dan beramal)

Jadi jika yang Anda inginkan adalah masa tua yang yang penuh dengan energi, bebas dari penyakit kronis, tetap produktif, dan bersemangat, maka tidak ada cara instan untuk mendapatkannya.  Kesemua komponen tersebut terlibat dan harus dalam keadaan seimbang. 

Seimbang, artinya proporsional sesuai dengan kebutuhan para perempuan yang tentu berbeda-beda.  Bagaimana kita memahami kebutuhan tubuh terhadap keenam komponen tersebut?  Tentunya kita harus memperhatikan dengan detil tentang usia saat ini dan aktivitas sehari-hari.  

Sederhananya, Dr Lisa Silvani menuangkan secara sistematis tahapan disesuaikan dengan usia dan aktivitas perempuan untuk bisa menunda penuaan sekaligus menua dalam sehat.  Ini dia kelima poin penting yang disarankan Dr Lisa dalam bukunya: 

1. Sehat dengan Nutrisi Tepat 
2. Tubuh Fit Berenergi 
3. Awet Muda Cara Alami 
4. Lebih Muda dengan Mood Seimbang 
5. Resep Jitu Anti Aging 

Nah, kita ulas yuk satu persatu: 

1. Sehat dengan Nutrisi Tepat 


All disease started in the Gut, begitu kata Hippocrates sang filsuf Yunani.

Tak terhitung jumlahnya penelitian yang mengungkapkan bahwa kesehatan pencernaan dan usus dari apa yang kita makan sangat menentukan kesehatan tubuh secara keseluruhan.  Dikenalnya hubungan Gut-Brain Connection, akhirnya dapat menjelaskan hubungan stress dan gangguan emosi dengan sistem pencernaan.  Mengoptimalkan pola makan adalah syarat mutlak untuk menua dengan sehat.  


Nutrisi yang tepat adalah gizi cukup yang masuk ke dalam tubuh untuk memenuhi kebutuhan aktivitas kita. Tidak hanya itu, nutrisi yang tepat akan membantu memelihara fungsi tubuh sehingga anti aging secara alamiah terjadi.  

Menua dengan indah sangat mustahil jika kita masih terjajah oleh 10 bahan makanan perusak ke sehatan dalam jangka waktu terus menerus.  Apakah 10 bahan makanan perusak kesehatan itu?  Ini dia: 

a) Gula
Gula memicu gangguan sel-sel dalam tubuh sehingga menyebabkan sel tersebut menjadi lemah dan menua lebih awal.  Gula juga berdampak buruk pada system kekebalan tubuh karena memicu peradangan.  Peradangan ringan yang terjadi terus menerus dapat menyebabkan serangan jantung, stroke, dan kanker. 

b) MSG
Mono Sodium Glutamat atau MSG merupakan pengawet dan penyedap makanan yang mengandung 78% Glutamat bebas.  Tingginya kadar Glutamat bebas pada MSG memengaruhi penyampaian respon rangsangan pada sel.  Dampaknya, fungsi jaringan dan organ terganggu.  



c) Makanan kaleng
Makanan kaleng relatif membahayakan karena kandungan bahan aktif Bisphenol-A (BPA)nya.  BPA merupakan salah satu zat xenoestrogen atau bahan yang bersifat seperti estrogen, salah satu hormone seks dalam tubuh.  

Kadar estrogen yang yang tinggi diketahui dapat memicu kanker payudara dan gangguan fugsi seksual laki-laki.  Selain itu makanan kaleng biasanya mengandung gula, garam, atau pengawet dalam kadar yang tinggi.  Ini memicu resistensi insulin hingga meningkatkan risiko hipertensi.  

Bahaya kontaminasi bakteri Clostridium botulinum dalam makanan kaleng juga menjadi pertimbangan mengapa makanan kaleng tidak dianjurkan.  

d) Soda
Makanan dan minuman bersoda sebaiknya dihindari karena mengandung Aspartam, pemanis buatan yang dapat memicu kanker, diabetes, dan gangguan system syaraf (sklerosis multiple).  Soda juga mengandung asam fosforik yang menghambat penyerapan kalsium dalam tubuh.  Dehidrasi dan noda pada gigi adalah penyebab lain dari konsumsi soda berlebihan. 

e) Makanan yang digoreng
Makanan yang digoreng sedapat mungkin dibatasi.  Proses menggoreng makanan memicu terbentuknya Acrylamide pada bahan makanan.  Acrylamide terbentuk saat terjadi pemanasan gula dan asam amino dalam protein oleh minyak panas.  Acrylamide memicu kanker paru, payudara, dan kolon, juga kanker ovarium dan gangguan hormonal.

f) Makanan yang dipanaskan
Makanan yang dipanaskan berulang kali dengan microwave dapat mengurangi kadar nutrisi, meningkatkan kadar radikaal bebas pada makanan.  Ini berefek buruk pada tubuh yaitu mempercepat terjadinya penuaan dini. 

g) Makanan ringan (snack)
Cemilan manis dan asin yang dikonsumsi berlebihan dapat merusak nafsu makan, memicu munculnya jerawat dan kenaikan berat badan.  Mengganti cemilan dengan buah kaya serat dan rebusan edamame sangat disarankan.

h) Gluten 
Gluten adalah protein yang ditemukan dalam biji-bijian.  Tepung, gandum, barley, dan granola adalah jenis bahan makanan yang yang memiliki kandungan Gluten.  Gluten mengandung prolamin dan glutenin yang memberikan elastisitas pada makanan, membantu membuat roti mengembang dan bekerja seperti lem yang mengikat dan mempertahankan bentuk makanan.  

Salah satu pengaruh gluten pada tubuh adalah mengganggu dan merusak saluran pada villi usus yang berfungsi untuk mengatur peredaran keluar masuknya zat-zat dari usus ke peredaran darah.  

Gangguan pada system tersebut dapat memicu terjadinya alergi dan sensitivitas tubuh terhadap makanan atau bahan tertentu.  Dampak panjangnya adalah peradangan tersembunyi yang bila terus terjadi dan tidak teratasi akan berakibat pada gangguan sistem pertahanan tubuh, bahkan memicu penyakit autoimun.  


i) Bahan Makanan GMO
GMO atau Genetically Modified Organism merupakan organisme hasil penyilangan atau rekayasa genetik untuk pengembangan varietas unggul.  Di satu sisi, teknologi ini menjadi solusi untuk kebutuhan pangan dunia.  Di sisi lain, makanan yang diolah atau mengandung GMO justru menimbulkan masalah kesehatan.  

Salah satu bahan yang telah diketahui bahayanya adalah keberadaan glyphosate pada bahan makanan GMO yang dapat tertinggal dalam makanan dan mengganggu bakteri pada usus.  Akibatnya, system metabolisme tubuh bisa terganggu.  Glyphosate sendiri merupakan zat yang ada pada pestisida yang digunakan untuk membasmi hama pada tanaman GMO.  

j) Makanan Olahan 
Makanan olahan seperti nugget, sosis, burger, spaghetti dan semacamnya disukai karena cepat tersaji.  Namun, makanan yang paling baik sesungguhnya adalah makanan yang masih segar dan tidak mengalami banyak perubahan dari bentuk alaminya.  

Perubahan pada bentuk bahan makanan dapat mengurangi asupan gizi.  Penambahan pemanis, perasa, dan pengawet pada makanan olahan juga berbahaya bagi fungsi tubuh.  

Beberapa bahan berbahaya dalam makanan olahan diantaranya MSG, pemanis buatan, sirup jagung, bahan kimia pengawet, trans-lemak dan pewarna buatan.  

Nah, kesepuluh bahan tersebut di atas diwanti-wanti untuk dihindari oleh Dr Lisa Silvani. Bagaimana, beranikah kita ? 

2. Tubuh Fit Berenergi 

Kebiasaan berolahraga, peregangan dan latihan fisik adalah kunci untuk tubuh yang fit dan berenergi.  

3. Awet Muda Cara Alami 

Pada bagian ini, Dr Lisa Silvani menuliskan tentang rahasia tidur sebagai resep awet muda.  

4. Lebih Muda dengan Mood Seimbang 

Sehat bukan hanya sekedar fisik, karena apa yang Anda pikirkan akan sangat berpengaruh pada bagaimana tubuh Anda bekerja.  Nah, apabila kebutuhan fisik sudah terpenuhi, maka harus diseimbangkan dengan kebutuhan jiwa.  Keep your sanity, kata Dr Lisa Silvani di bab empat buku Anti Aging for Busy Moms.  

Sebelum menjadi makhluk sosial, terlebih dahulu manusia adalah makhluk individual yang memiliki kebutuhannya sendiri.  Termasuk kebutuhan spiritual dan psikologis yang terkadang melibatkan waktu hanya untuk diri sendiri. Inilah pentingnya me time.  



Me time tidak perlu harus mahal atau jauh.  Yang terpenting adalah aktivitas tersebut Anda lakukan seorang diri, dapat dilakukan ketika Anda membutuhkannya dan dapat memberikan rasa santai pada tubuh dan pikiran.  

Mengapa me time harus dilakukan seorang diri?..... Agar kita dapat meredam suara-suara dari luar dan menjadi diri sendiri, berpikir yang terbaik menurut pemikiran sendiri dan mengambil keputusan dengan tenang dan penuh kesadaran.  

Perlu diingat bahwa beban psikis dapat memengaruhi sistem kekebalan tubuh dan memicu gangguan kesehatan yang berkaitan dengan stress dan atau depresi.  

Selain me time, Anda juga harus menetapkan batasan untuk pekerjaan dan sosialisasi.  Sediakan waktu untuk keluarga dan diri anda sendiri, walaupun bukan untuk me time, tubuh tetap membutuhkan waktu untuk beristirahat.  Beban yang berlebihan pada tubuh dapat memengaruhi mood dan pikiran, yang pada akhirnya akan berbalik menjadi penurunan system kekebalan tubuh dan gangguan metabolisme.  

Dr Lisa Silvani memaparkan bahwa waktu istirahat bukan hanya tidur lho.  Waktu istirahat itu termasuk waktu bercengkerama dengan keluarga, bersantai menyeruput the hangat sebelum tidur, berolahraga ringan di sore hari, atau sekedar menyiram tanaman di taman.  Aktivitas ringan itu juga dikategorikan beristirahat karena memberikan rasa tenang pada tubuh dan pikiran.  

5. 4 Resep Jitu Anti Aging 


4 resep jitu untuk menunda penuaan adalah mengkonsumsi cukup Antioksidan, Probiotik, Enzim, dan Vitamin D.  

Antioksidan adalah zat yang memiliki potensi untuk mengikat atau berikatan dengan radikal bebas, sehingga radikal bebas menjadi netral dan tidak lagi merusak.  Radikal bebas adalah zat atau ion di dalam tubuh yang berdiri sendiri, tidak berpasangan dan berpotensi menarik ion dari gugus molekul lainnya.  

Radikal bebas begitu berbahaya karena berpotensi merusak ikatan zat pada sel dan jaringan tubuh. Rusaknya ikatan tersebut mampu mengubah kerja sel dan kerja DNA kita.  Jika kerja sel tidak lagi optimal, maka akibatnyaa metabolisme tubuh pun tidak lagi berjalan optimal. Selain itu, radikal bebas juga mampu mengakibatkan kerusakan pada DNA yang mampu menyebabkan kanker, diabetes, serangan jantung dan lain sebagainya.  



Probiotik adalah mikroorganisme hidup dalam tubuh manusia yang membantu proses metabolisme, terutama dalam sistem pencernaan dan pertahanan tubuh.  

Probiotik berperan dalam menjaga dan meningkatkan sistem pertahanan tubuh dan bakteri lain yang mengganggu kesehatan dengan cara mendominasi lingkungan dalam tubuh dan mengambil porsi makanan, sehingga bakteri jahat tidak dapat bertahan hidup.  

Contoh makanan yang kaya probiotik antara lain yoghurt dan makanan hasil fermentasi. Konsumsilah makanan tersebut dalam jumlah cukup untuk modal anti aging.



Enzim, merupakan senyawa kimia yang berfungsi sebagai katalisator, membantu mempercepat berbagai reaksi kimia dalam tubuh, sementara enzim itu sendiri tidak ikut bereaksi. Masing-masing berfungsi spesifik, tidak dapat saling menggantikan.  Dalam tubuh kita terdapat lebih dari 3000 enzim yang berbeda.  

Enzim dapat diperoleh dari sayur dan buah-buahan segar yang dimakan tanpa dimasak, chia seed, flaxseed, kacang-kacangan, madu mentah, dan susu yang tidak dipasteurisasi. Jangan bermimpi awet muda ya kalau tidak suka makan sayur, buah, dan makanan tersebut di atas. 



Vitamin D, juga krusial untuk anti aging.  Vitamin D bekerja dalam tubuh sebagai katalisator, bukan hanya kalsium tapi berbagai komponen darah.  Pada struktur DNA, vitamin D memengaruhi ribuan gen.  Penelitian teraktual menurut penulis buku ini juga menyebutkan bahwa vitamin D berperan pada proses perbaikan DNA.  Proses perbaikan DNA yang terganggu akan mengganggu pembentukan protein pada tubuh, bahkan memicu timbulnya kanker penyakit kronis lainnya.  

Banyak Bersyukur Sedikit Mengeluh 


Secara khusus, Dr Lisa Silvani menekankan dalam buku ini bahwa anti aging bukan semata soal asupan kebutuhan sel tubuh saja dalam wujud material zat.  Anti aging juga terjadi karena keseimbangan. Sikap hidup manusia juga berpengaruh pada proses penuaan. Disarankan untuk banyak bersyukur dan sedikit mengeluh. 

Banyak sekali alasan mengapa kita harus selalu bersyukur dan mengurangi keluhan.  Begitupun, banyak cara yang dilakukan untuk mensyukuri hidup.  

Cara terbaik untuk memperbaiki suasana hati, meredakan kekecewaan, dan meringankan depresi adalah dengan mensyukuri segala sesuatu yang kita miliki.  Dari rasa syukur itu, akan timbul rasa puas akan kehidupan yang kita jalani dan rasa menerima terhadap segala kesulitan yang sedang dialami.  

Bersyukur memampukan seseorang untuk merasakan nikmat karena telah merasa menerima banyak hal dan merasa bahwa dirinya berarti dan diperhatikan oleh seseorang.  Lalu bagaimana caranya membangun dan meresapi rasa syukur? 

  • Mencatat segala hal baik yang pernah terjadi dalam hidup kita
  • Membuat albu untuk setiap acara keluarga atau perjalanan yang bermakna untuk kemudian dibuka kembali 
  • Melihat dan mengunjungi teman serta kolega yang sedang bermasalah ataupun mengalami kesulitan atau sakit.  Dengan menyadari bahwa kita bukanlah satu-satunya orang yang mengalami snasib buruk, kegagalan, atau kesulitan, rasa syukur pada diri kita pun akan berkembang dan akhirnya berubah menjadi sebuah rasa puas akan hidup. 


Membaca buku Anti Aging for Busy Moms karya dr. Lisa Silvani akan membujuk hati perempuan untuk berusaha menemukan sebuah rahasia penting.  Apa itu?  Rahasia untuk menunda penuaan dan hidup sehat lebih lama.  Juga, rahasia untuk tetap produktif di usia tua.  Karena buku ini menunjukkan bahwa kombinasi yang tepat dan perubahan kecil pada gaya hidup dapat membawa perempuan ke hidup yang jauh lebih berkualitas.  

Selesai membaca buku ini akan membuat kita -perempuan yang katanya punya segudang aktivitas - untuk siap menjadi lebih sehat dan menikmati masa tua yang berkualitas. (Opi)

**Foto foto dalam artikel ini adalah koleksi pribadi penulis blog.


Judul Buku :  Anti Aging for Busy Moms 
Penulis         :  dr. Lisa Silvani, M.Biomed (AAM) 
Penerbit         :  Diandra Kreatif 
Cetakan ke 1, April 2018 
xii + 132 hlm; 14,5 x 20,5 cm 

Senin, Desember 30, 2019

Morning Cycling is Healing !


Karena rutin bersepeda tiap pagi, saya jadi kenal dengan Teteh Mihati, perempuan sebaya saya yang bekerja sebagai penyapu jalan.  Berseragam oranye, selepas Subuh Teh Mihati mengayuh sepeda dari rumahnya di Nagasari menuju Kantor Bupati di kawasan pusat Kabupaten Karawang.  Sepeda diparkirnya di sana.  Lalu, ia menunaikan tugasnya menyapu tepian Jln Husni Hamid. Jatahnya sekitar 1 km. Tugas itu tuntas Pukul 8.00 pagi.  Siang hari, ia kembali bertugas menyapu jalan pada Pukul 14.00 hingga selesai ba’da ashar. Demikian setiap hari.  

---

Rutin bersepeda ba’da Subuh selama satu jam setiap hari mulai saya lakukan sejak awal November 2019. Genap dua bulan aktivitas morning cycling saya jalani dengan sukacita. Kenapa sih kok morning cycling? .....


---

Enam bulan sudah saya bertugas di kantor cabang sebagai wakil pimpinan.  4 bulan di awal saya cuma ikut olahraga senam.  Belum kepikiran untuk bawa sepeda sama sekali. Kalau kemudian memutuskan untuk rutin bersepeda di pagi hari, itu memang ada triggernya. 

Trigger utamanya adalah rasa takut, kuatir, dan sedih yang melanda.  Kadang tidak tahu kenapa sebabnya.  Mungkin stress ya?  Barangkali.  Saya tidak tahu persis waktu itu.  Namun, bertugas di kantor cabang dan tinggal terpisah dengan keluarga memang mempengaruhi pribadi saya. 

Pertama, jadi sering kepikiran anak, sedikit - sedikit jadi baper.  Kedua, waktu sepulang kerja yang biasa dinikmati bersama keluarga jadi terasa hampa karena dilewatkan sendirian.  Perasaan jadi lebih sensitif dan mudah sedih.  Ketiga, di awal-awal sering saya gagal pulang di akhir pekan karena tugas.  Ternyata kurang waktu berkumpul dengan keluarga melemahkan saya.


Saran Sahabat 

Seorang sahabat yang juga terpisah jarak nun jauh di sana dan menjalani kehidupan yang serupa dengan saya, tapi sudah lebih lama serta survive, bilang begini,”Pi, kamu hanya butuh lebih banyak olahraga untuk membuang semua yang negatif.”  

Lalu dia bercerita, waktu luangnya setelah bekerja habis untuk olahraga.  Ya bulutangkis, tenis meja, tenis lapangan, sampai volley dan basket.  Semua dijabanin.  Hasilnya? Ya ngga sempat sedih. Ngga sempat sama sekali. Bahkan kalau semua cabang lagi off, dia push up dan sit up sampai mandi keringat di rumah dinas sendirian.  Hahahaha…..  Edan.  Lah habis gimana, mau pulang tiket pesawat masih mahal, alamakjan. 

Tapi, positifnya tidur jadi nyenyak dan otomatis terbangun di malam hari untuk bermunajat.  Lalu bertilawah sejenak tetiba sudah Subuh. Kalau sudah Subuh, matahari akan cepat meninggi…. Hari akan cepat berlalu bersama tugas-tugas yang datang silih berganti.  



Saya sebetulnya jauh lebih beruntung dari sahabat. Setidaknya saya masih bisa pulang setiap pekan karena ngga perlu pusing dengan harga tiket pesawat. Karawang-Depok sebetulnya ngga jauh.  Hanya tanggung jawab stand by di wilayah tugas lah yang akan membuat pimpinan bijak memilih kapan saat harus tetap di wilayah tugas, dan kapan boleh lepas sejenak.  Jadi ya ngga bisa seenaknya aja meninggalkan wilayah tugas dong.  

Lantas, diri ini terpekur dan berpikir keras.  Olahraga apa yang bisa saya nikmati seperti dia menikmati semua cabang olahraga itu?  Bulutangkis, ngga bisa.  Tenis meja, tenis lapangan, volley dan basket semuanya saya ngga bisa! Kasian deh….. ngapain aja saya semasa muda ya?  Hahahaha….

Lari ? sudah ngga kuat hehehe.  Jogging? Entah kenapa rasanya kurang nendang.  Dipikir-pikir,  bersepeda paling cocok lah buat saya. Beberapa sepeda nganggur di rumah  Depok, cuma digowes Sabtu atau Minggu. Kesempatan saya nih untuk balas dendam karena selama masih bertugas di kantor pusat, hampir pasti tidak akan bisa bersepeda di pagi hari.  Jarak rumah di Depok ke kantor di Jakarta Selatan sekitar 26 km dan pagi buta saya sudah harus berdesakan di kereta cuuyy. 


MULAI MORNING CYCLING


Fix, saya putuskan bersepeda di pagi hari seusai sholat Subuh. Yang penting coba dulu dan konsisten.  Yang lain urusan nanti. 

Jadilah saya dibakar tekad untuk rutin bersepeda di pagi hari supaya sehat.  Usai sholat Subuh, langsung cuzzz gowes muter-muter jalan raya kabupaten, nyusur rel, atau sedikit masuk ke perkampungan dengan sepeda kesayangan yang sengaja diboyong dari rumah Depok ke rumah dinas di Karawang. 

Udara pagi yang sejuk dan kaya oksigen ternyata punya kemampuan hipnotis yang tinggi! Kesejukan dan keheningan pagi itu membuka hati, merasakan bahwa dunia ini ternyata begitu
indah.  Setiap pagi Mang Kumis penjaga rumah dinas membukakan pagar untuk saya, dan dengan suka hati memotret saat bergaya dengan sepeda sebelum melesat dalam kayuhan pedal.
 



Dari kayuhan pertama, sejak menyusur jalan kecil menuju jalan raya, kiri kanan telah ramah menyapa.  Satpam Rumah Sakit Dr Djoko yang letaknya berderetan dengan rumah dinas, selalu tersenyum pada saya walau ia tampak lelah. Mungkin mau aplusan. Abang tukang parkir RS selalu berteriak nyaring ketika saya akan melintas, pertanda untuk berhati-hati akan mobil yang keluar masuk RS.  

Mamang kupat tahu yang baru saja mengeluarkan gerobak dorong untuk menyiapkan dagangannya di depan RS tidak lupa mengangguk atau sekedar menundukkan tubuh.  Caranya memberikan salam kepada saya, pesepeda yang tak pernah dikenalnya. 

Menuju jalan raya, seringnya belum ramai. Sengaja, keluar sepagi mungkin saat jalan masih sepi.  Sebetulnya saya ini penakut, ngeri bersepeda di jalan raya yang ramai.  Beberapa berita tentang tertabraknya pesepeda di jalan raya hingga meninggal, sering menghantui.  Tapi saya mencoba melawan ketaakutan itu sendiri.  Solusinya, gowes pagi-pagi, ketika jalan raya masih sepi.  Namun tetap mengayuh di tepi.  

Teteh Mihati, perempuan penyapu jalan di Jln Husni Hamid Karawang


SEGENGGAM HIKMAH SETIAP PAGI

Karena rutin bersepeda tiap pagi, saya jadi kenal dengan Teteh Mihati, perempuan sebaya saya yang bekerja sebagai penyapu jalan.  Berseragam oranye, selepas Subuh Teh Mihati mengayuh sepeda dari rumahnya di Nagasari menuju Kantor Bupati di kawasan pusat kabupaten.  Sepeda diparkirnya di sana.  Lalu, ia menunaikan tugasnya menyapu tepian Jln Husni Hamid. Jatahnya sekitar 1 km. Tugasnya tuntas Pukul 8.00 pagi.  Siangnya, ia kembali bertugas menyapu jalan pada Pukul 14.00 sampai selesai ba’da ashar. Demikian setiap hari. 

“Teteh, pagi banget ya harus sudah nyapu jalanan,” kata saya.
“Iya bu, alhamdulillah ini juga ada pekerjaan bu, ada gaji, masih bisa ngurus anak pulang dari nyapu pagi sebelum berangkat nyapu siang,” ujar Teh Mihati sambil tersenyum. Tampak indah di kulit wajahnya yang kuning bersih. 

Teteh Mihati, perempuan penyapu jalan di Jln Husni Hamid Karawang
sedang menunaikan tugas mulianya

Saya pura-pura melihat ke jalan sambil menyembunyikan mata yang tiba-tiba berair. Rasa syukur tergambar jelas di wajah Teh Mihati yang walaupun pekerjaannya menyapu jalan mulai jam 5.30 pagi tapi sudah tampil rapi dengan seragam oranye. Lengkap dengan wajah berbedak serta bibir bergincu. Senyumnya sumringah. 

“Senang ya Teh, tiap bulan gajian. Terima berapa teh kalau gajian?” tanya saya lagi.
 “Satu juta delapan ratus lima puluh ribu, bu.  Alhamdulillah gaji ga pernah telat,” jawabnya, lagi-lagi tersenyum.

“Alhamdulillah,” ucap saya sambil tersenyum.  Rasanya tersenyum di atas kebahagiaan orang lain itu indah loh…. Dalam hati, saya memohon keberkahan Tuhan atas rizki yang disyukuri Teteh Mihati.  

Setelah perkenalan kami, setiap melihat saya melintas mengayuh pedal di ruas jalan Husni Hamid saat bersepeda pagi hari, Teh Mihati pasti melambaikan tangannya sambil tersenyum.  Kadang memanggil, “Ibu…hati hati.” 

Jika melihatnya lebih dulu sedang menyapu, saya pasti menyapanya sambil melambai, “Teteh Selamat pagi…” 

Sesederhana itu tapi rasanya tidak terbeli olah apapun.  Senyum yang tulus di pagi hari , adalah pelajaran penting buat saya untuk menghargai hidup.


Secara kebetulan juga setiap pagi jalur sepeda saya selalu melewati Taman Pemakaman Umum (TPU) Karangpawitan. Melewati kuburan pagi hari, saat cahaya dunia masih redup dan jalan masih sepi, membuat saya lebih memperhatikan jalan.  Jelas terlewati makam-makam yang dipagar rapi.  Di dalamnya jasad-jasad tak bernyawa mungkin sudah hancur menunggu dibangkitkan di hari kebangkitan. Pulang ke akhirat dengan bekal amal masing-masing.  Saya nantinya juga akan seperti itu.  Tiba-tiba saya teringat bekal pulang ke akhirat. Sudah cukup?.... 

Kalu sudah mengingat mati, saya jadi lupa dengan sedih dan luka. Yang teringat, hari ini amal kebaikan apa yang sudah dan akan dilakukan untuk bekal pulang?....



Setelah selesai gowes, saya masih sempat ngadem lalu mandi cantik dan sarapan sebelum ngantor. Jarak kantor cabang dengan rumah dinas yang cuma 5 menit jalan kaki, membuat saya tidak harus gedubrakan di pagi hari untuk berangkat kerja.  

Morning cycling secara tidak langsung membuat saya jadi belajar mengatur waktu.  Malam hari sepulang bertugas, saya nyaris tidak pernah keluyuran.  Langsung pulang dan bersih-bersih, video call an dengan keluarga, lalu mencoba untuk tidur lebih cepat supaya bisa bangun satu jam sebelum Subuh.  Supaya bisa sholat malam dan tilawah dan tiba-tiba sudah Subuh.  Persis seperti yang diujar sahabat saya.  

Begitu setiap hari, saya coba untuk konsisten.  Ngga mudah juga.  Karena kadang ada tugas sebagai wakil pimpinan yang harus dilakukan sampai larut malam, atau sebelum Subuh sudah harus ada di gudang untuk mengawasi fumigasi.  Tapi itu ngga setiap hari.  Pada saat-saat itu memang saya absen gowes.  Ya ngga apa-apa juga.  Besok dilanjut lagi.  Santai aja, ngga ada beban. 

Dalam hal ini, saya harus berterima kasih banyak kepada sahabat saya yang alhamdulillah, dari yang tugasnya dekat dengan keluarga, lalu dijauhin, lalu dekat lagi, jauh lagi, dan sekarang dekat lagi, dia tetap konsisten dengan semangat olahraganya itu.  Bertugas terpisah dari pasangan dan anak memang banyak tantangannya, dan itu terselesaikan dengan olahraga serta ibadah!



Dua bulan rutin bersepeda di pagi hari, saya bisa bilang morning cycling is healing.  Menyembuhkan segalanya.  Pedih, sakit, luka yang ada di hati karena sedih, kuatir, dan tidak puas dengan keadaan bisa menguap.  Kok bisa?....

Ya, bisa banget.  Apalagi kalau di jalur sepedamu selalu melewati keheningan dan kesejukan, menjumpai senyum tulus orang-orang yang penuh rasa syukur (seperti Teh Mihati, Abang tukang kupat tahu, satpam RS Dr Djoko, dan tukang parkirnya), dan melintasi makam-makam yang juga suatu saat akan menjadi rumahmu. Sekejap kesedihan di hati akan sirna.  Berganti dengan syukur dan indah, serta motivasi untuk menjadi versi terbaik diri sendiri.  



Cuma satu yang tidak bisa digantikan oleh morning cycling yaitu rindu.  Rindu bertemu pasangan dan anak-anak harus ditunaikan dengan perjumpaan. Jadi, bersepeda di pagi hari menjadi sarana untuk saya supaya bertekad sehat. Sehingga saat perjumpaan menunaikan rindu dengan yang tercinta kita semua dalam keadaan sehat dan segar.  

Udara pagi yang dihirup sambil mengayuh pedal sepeda itu memang ajaib. Bisa merasuk sampai ke dalam sukma. Oksigennya masuk ke paru-paru, disaring dengan baik hingga diedarkan oleh pembuluh darah sampai ke otak dan seluruh tubuh. Keheningan yang kemudian beralih menjadi bergegas seiring dengan meningginya matahari, menyajikan gambaran yang nyata tentang gerak kehidupan di bawah kuasa Nya. 

Itulah sebabnya, sayang sekali melewatkan bersepeda pagi hari.  Setiap malam, saya berusaha mengkondisikan agar cukup istirahat sehingga tidak kesiangan bangun. Suatu pagi, hujan gerimis.  Mang Kumis penjaga rumah dinas melarang saya pergi gowes. “ Gerimis bu, nanti masuk angin,” ujarnya.

Saya bersikukuh.  Terus gowes dalam gerimis sampai tuntas satu jam.  Namun, memang badan sudah tak muda lagi, yah saya baru saja berulang tahun yang ke 42 tahun.  Jadilah benar apa yang dikuatirkan Mang Kumis. Enter win.  Sampai kantor saya merasa pusing dan perut mual-mual. Hahaha.  Tanpa aba-aba langsung nenggak jamu Tolak Angin.  

Suatu hari, salah seorang bos di kantor pusat yang kebetulan selalu mengamati perkembangan saya bersepeda, memberikan apresiasi pada saya.  Beliau bilang, “Kereen, salut dengan semangat untuk sehatnya”.



Saya menjawab,” Bismillah Bu, harus sehat, ada anak-anak yang nunggu ibunya pulang , jadi harus sehat.”  Tekad untuk selalu pulang dalam keadaan sehat dan memberikan kasih sayang yang utuh pada anak-anak membuat semangat sehat terus membuncah. Walaupun kadang memang akhir pekan pulang bersama lelah, saya bertekad tetap positif dan yakin pengaruhnya pada kesehatan tubuh dan jiwa. 

Setelah demikian besar manfaat yang saya rasakan dari bersepeda di pagi hari, rasanya sebisa mungkin akan terus saya jalani selama masih mampu.  Morning cycling is healing, of course. (Opi)






Bersepeda Pagi Hari 


Lewat kayuh pedalku 
Pagi adalah anugerah 
Sebongkah waktu yang dikaruniakan Tuhan 
Untuk menutrisi hati dan menata jiwa insan
Lewat keberlimpahan oksigen dan harmoni 
yang tercipta dari udara berpadu berkas cahaya matahari baru, 
ditingkahi telisik daun-daun bergoyang di dahan pohon-pohon besar sepanjang jalan raya yg kulalui

Lewat kayuh pedalku 
Pagi adalah rahmah 
Sebentuk kemenangan yang disediakan Tuhan 
Untuk insan yang bersikukuh membuka katup kelopak mata
Di awal panggilan adzan
Yang bersedia melawan ketakutan dan kekuatiran tentang 
Apa dan bagaimana nantinya hari ini akan berujung

Lewat kayuh pedalku 
Pagi adalah karunia 
Segenggam rasa yang kukenang setiap waktu berjeda
Melalui senyum perempuan penyapu jalan 
Menyela lambaian tangan abang penarik becak 
Menyusul tatapan mata penuh harap ibu penjual nasi uduk 
Menyambangi deru kendaraan di jalan yang makin riuh seiring meningginya matahari 

Lewat kayuh pedalku 
Pagi menjadi saksi 
Beralihnya hening fajar ke riuhnya gerak yang bergeges dan menderu 
Menyusul aktivitas menjemput rizki 


Lewat kayuh pedalku
Jarak dan pacu bukanlah penentu 
Tapi harmoni dan semangat pagi 
Pasti kurekam dan kugenggam sampai senja nanti 
Bekalku untuk kokoh menyusuri hari
Bismillahi tawaqaltu alaih…. La haula wala quwwata illa billahil alil adziim…. 

Opi
Karawang, 30 Desember 2019 



Back to Top