Kamis, Juni 07, 2018

10 Tips Mudik Nyaman Antar Pulau Mengendarai Mobil



Mudik! 


Siapa yang sudah siap-siap mudik menjelang Idul Fitri ?  Coba acungkan tangannya ! Pastinya seru bin rempong ya mempersiapkan segala sesuatu agar nyaman di perjalanan jauh. Bisa ditebak, banyak bawaan deh buat pulang kampung!

Pulang ke kampung halaman atau mudik saat Lebaran menjadi kegiatan seru yang merekam beragam cerita bagi banyak orang. Tidak terkecuali buat saya. Sebagai anak Metropolitan yang lahir dan besar di Jakarta, saya baru merasakan keseruan mudik setelah berkeluarga sebelas tahun lalu. Setelah menikah, saya ikut suami tinggal di Depok, Jawa Barat.  Setiap Idul Fitri (terkecuali waktu hamil muda dan saat wafatnya ayahanda), sayapun ikut mudik mengunjungi mertua di Kotabumi, Lampung Utara.  

Memandang salah satu kapal feri dari dermaga 

Walaupun kampung halaman suami dapat dicapai lebih cepat dengan pesawat terbang, kami selalu memilih mudik mengendarai mobil lalu menyeberang dengan kapal feri. Pertimbangannya adalah, bawaan yang Allahu Akbar banyak (banget) saat mudik.  Pastinya bisa melampaui batas bawaan bagasi di pesawat. Ditambah lagi, dari Bandara ke Kotabumi masih harus menempuh perjalanan darat yang cukup panjang. Penggunaan dua moda transportasi ini juga akan membuat budget mudik jadi bengkak.  Itu sebabnya pilihan jatuh pada mengendarai mobil sendiri dan jasa penyeberangan kapal feri. 

Muatan bawaan mudik di mobil bagian belakang 

Memang bawa apa aja sih ke kampung halaman?  Rupa-rupa lah yang kami bawa.  Mulai dari sembako, pakaian layak pakai untuk saudara di kampung (ini yang paling berat), perabot layak pakai, oleh-oleh dan hadiah untuk mertua, dan barang bawaan kami sekeluarga. Walaupun perabotan dan pakaian itu bukan barang baru tetapi masih sangat diharapkan saudara-saudara di kampung dan bermanfaat sekali.  Itulah sebabnya dibela-belain deh dibawa dari Jakarta! Bahkan kami pernah bawa rak piring, bekas antena parabola, dan ember besar ... hehehe....

Menyeberang Selat Sunda dengan kapal feri menjadi alternatif moda transportasi paling pas buat keluarga kami.  Selain biayanya lebih terjangkau, waktu sepanjang perjalanan bisa digunakan untuk eksplorasi bersama anak-anak. Uang lebihnya bisa digunakan untuk kebutuhan lain di kampung halaman. 

Menikmati suasana Selat Sunda di geladak kapal feri

Kedua anak kami jadinya sudah terbiasa berkeliaran di geladak, anjungan, haluan, dan buritan kapal feri sejak bayi.  Terbiasa melihat laut dari dekat, dan menyaksikan kerasnya hidup di pelabuhan. Itu menjadi kenangan masa kecil yang tertanam kuat dalam benak mereka. 

Berkali-kali mudik dengan moda transportasi yang sama, sejak masih sepasang suami istri hingga kini dengan dua anak yang mulai besar, membuat saya ingin berbagi tips dengan pembaca agar mudik antar pulau jadi nyaman. 

Ini dia tips ala saya:

1. Pilih jadwal mudik paling pas untuk keluarga
2. Cicil persiapan barang bawaan
3. Cek mobil dari A sampai Z, harus!
4. Kondisikan kesehatan seluruh anggota keluarga
5. Cukup istirahat sebelum cuzzz berangkat
6. Persiapkan kegiatan menyenangkan untuk anak dan keluarga di perjalanan
7. Perhatian khusus untuk Pak Supir!
8. Bekal, obat, charger, dan mainan anak, tidak boleh lupa!
9. Persiapkan kebutuhan sanitasi perjalanan
10. Utamakan keselamatan, seimbangkan istirahat, makan, ibadah, dan kegiatan selama perjalanan   


Sederhana ya? Yuk ditilik satu persatu ........

1. Pilih jadwal mudik paling pas untuk keluarga 


Rencanakan jadwal mudik jauh-jauh hari, terutama hari keberangkatan dan kepulangan. Ini berguna untuk mengajukan cuti ke atasan di kantor dan mendapatkan jumlah hari cuti sesuai yang diharapkan. 

Saya biasanya berangkat mudik setelah sholat Ied di Masjid Kompleks Perumahan dan mengunjungi orang tua di Jakarta. Sementara, jadwal kepulangan sekitar H+3 atau H+4 Lebaran. Biasanya juga saya tidak mengambil cuti tambahan, hanya memanfaatkan cuti bersama yang sudah diberlakukan di perusahaan tempat saya bekerja.  

Di tengah laut itu menyenangkan buat anak-anak
Emak kantoran seperti saya sangat irit menyimpan cuti untuk digunakan saat darurat.  Misalnya ketika tidak ada asisten rumah tangga atau harus mendampingi anak-anak pada kegiatan tertentu. Biasanya, seusai Lebaran dan asisten rumah tangga belum kembali, saya ajak anak-anak ke kantor.  Jika ternyata si mba asisten tidak kembali, barulah saya ambil cuti untuk mencari ganti dan mengajarinya kerja dari awal. 

Kami sekeluarga menikmati keberangkatan di hari H (1 Syawal) karena perjalanan sangat lancar.  Baik perjalanan ke pelabuhan melalui tol dalam kota (sekitar  2 sampai 3 jam), maupun perjalanan penyeberangan dengan feri dari Merak ( sekitar 2 sampai 3 jam), sampai lanjut perjalanan darat dari Bakauheni ke Kotabumi (sekitar 5 sampai 6 jam).  Kapal ferinya juga lapang, tidak penuh sesak.  Dengan begitu, perjalanan mudik bisa lebih nyaman terutama buat anak-anak. Hanya, perlu agak sabar menunggu jadwal penyeberangan feri yang sering agak lambat dari seharusnya.  

Kami memang banyak berhenti di perjalanan, dan berkendara dengan santai untuk menikmati perjalanan.  Biasanya, kami baru merasakan arus balik saat kembali ke Jakarta.  Berbeda sekali perjalanan saat berangkat dengan pulang. Lebih padat tentunya.  Namun, akhirnya kami terbiasa dan menyesuaikan diri.  Dinikmati aja!

2. Cicil persiapan barang bawaan 


Bukan beli panci aja lho yang dicicil, mak! Mempersiapkan baawan mudik juga perlu dicicil.  Apalagi ini mudik antar pulau, hehehe.... Supaya, ngga stress level dewa saat keberangkatan karena belum beres packing!  Cicillah persiapan mulai dari barang yang paling sulit dipak mendadak.  Misalnya, kalau saya sih, perabot dan pakaian layak pakai untuk saudara di kampung.  Itu bisa tiga tas besar. 

Mencicil packing barang bawaan mudik

Biasanya barang dan pakaian layak pakai yang akan dibawa mudik sudah saya pilih sejak awal Ramadhan.  Diklasifikasikan antara pakaian anak, dewasa, kerudung, selimut atau sprei.  Jika sudah dipak, letakkan di tempat yang aman.  Bisa di atas lemari atau di bawah tangga.  Jangan sampai diacak-acak bocah ya (hehehe). 

Barang lain seperti hadiah-hadiah lebaran untuk mertua biasanya disiapkan setelah dapat THR, dan langsung dikemas. Sementara barang lain seperti pakaian dan perlengkapan anak-anak disiapkan sekitar 3 hari sebelum berangkat.  Pada menjelang hari H, tinggal mengecek dan menyiapkan oleh-oleh makanan, bekal makanan serta perbekalan lain yang sifatnya bukan barang yang awet. 

Posisi muatan barang bawaan mudik di bagian belakang mobil

Ketika anak-anak masih balita, agak lebih rempong persiapannya. Ya bawa gendongan lah, bekal makanan lunak lah,  Sekarang, setelah anak-anak usia SD, lebih ringkas. Waktu anak-anak masih bayi dan ngASI eksklusif, saya selalu bawa bantal kecil untuk menyusui dan kain yang adem.  

3. Cek mobil dari A sampai Z, harus! 


Kendaraan yang akan digunakan untuk mudik harus dalam kondisi prima.  Jalan jauh antar pulau nih! Supaya nyaman dong! Keselamatan adalah yang utama! Itu sebabnya sebelum mudik, kondisi mobil harus dicek. Jangan mepet ya, setidaknya sepekan sebelum keberangkatan. Ingat juga antrian padat di bengkel jika mepet hari Lebaran. 

Pokoknya dari A sampai Z wajib dicek.  Mulai dari kondisi mesin, ban utama dan ban serep, rem, aki, sampai sedetil-detilnya. Ganti oli dan cek kilometer jangan lupa. Tool kit harus ready di dalam mobil.  Sehingga, jika ada kondisi tertentu bisa segera diatasi tanpa harus menghambat perjalanan.  Kami pernah harus ganti ban sendiri di tengah perjalanan karena ban belakang bocor tertusuk benda tajam.  Untungnya Pak Suami lihai dan penuh persiapan untuk yang hal begini.  

Suasana di pintu masuk Pelabuhan Merak 

Perhatikan keamanan anak dan barang-barang ketika harus mengganti onderdil mobil di jalan. Apalagi jika berada di jalur sepi seperti jalur begal Lintas Sumatera dan kondisinya hari sudah senja.  Karena itu penting untuk memperkirakan jarak dan waktu perjalanan serta jadwal perhentian agar kita tidak berada di jalur bahaya pada malam hari.  

Kebiasaan suami saya, sedapat mungkin selalu berhenti di tiap waktu sholat. Ada tempat-tempat cukup representatif yang bisa dijadikan tempat perhentian agar aman dari kejahatan. Sekarang serba mudah, tinggal pakai Google Map bisa diketahui semua yang dibutuhkan.  Restoran terdekat, pom bensin terdekat, masjid terdekat, pokoknya mantap!

4. Kondisikan kesehatan seluruh anggota keluarga 


Mudik antar pulau itu butuh stamina prima lho! Apalagi kita akan berada di kapal selama beberapa jam saat menyebarang Selat Sunda.  Kondisinya kadang sering tak terduga seperti angin kencang, mendung, hujan, ombak besar yang bikin kapal goyang goyang, dan sebagainya. Jika kurang fit, gak nikmat deh. Yang ada, malah masuk angin!

Selat Sunda di malam hari 

Perjalanan lebih dari sepuluh jam akan nyaman jika kita dalam kondisi bugar.  Karena itu, pastikan sudah mempersiapkan diri dengan kondisi fisik prima sebelum berangkat. Baiknya, jangan makan yang aneh-aneh sepekan sebelum mudik. Jika perlu, minum tambahan suplemen untuk meningkatkan daya tahan tubuh seperti ekstrak Habatussauda (jintan hitam) seperti dicontohkan Rasul. 

Menikmati pemandangan kapal kapal yang melintas di Selat Sunda
dari geladak feri

Kenakan pakaian yang nyaman saat di perjalanan. Pakailah jaket saat berada di kapal untuk menghadang angin kencang ketika bereksplorasi di geladak kapal.   

Anak-anak juga perlu diberi pengertian untuk menjaga kesehatan.  Anak-anak saya biasanya sangat antusias untuk mudik karena jarang bertemu dengan kakek neneknya. Tapi ya namanya anak-anak, disuruh tidur siang saja susahnya minta ampun!  Siang-siang di bulan puasa malah main bola, begitu buka puasa langsung minum es pula! Ini dia nih yang bikin ibunya senewen.  

Di tengah laut 

Harus ekstra pendampingan pada anak-anak supaya mereka betul-betul peduli untuk menjaga kondisi tubuh supaya fit saat mudik. Cukup istirahat, makan bergizi saat sahur dan berbuka, cukup makan sayur dan buah, cukup minum air putih, dan cukup aktivitas fisik akan membuat tubuh bugar. 

5. Cukup istirahat sebelum cuzz berangkat

Ini bagian yang cukup penting.  Biasanya saking rempongnya mempersiapkan mudik, kita sampai lupa istirahat sehari menjelang berangkat.  Anak-anak apalagi.  Saking antusiasnya, sampai ngga tidur tuh semalam sebelum berangkatnya!  Biasanya sih tidak terasa efeknya saat baru berangkat.  Tetapi beberapa jam kemudian akan terasa lelahnya.  Padahal perjalanan baru dimulai.  Rugi banget kalau perjalanan mudik tidak dapat dinikmati gara-gara kurang istirahat sebelum berangkat.  

Supaya bisa cukup istirahat sebelum hari H keberangkatan, poin 1 sampai 4 harus sudah fix! Kalau tidak mencicil packing, dan baru ngepak sehari sebelum berangkat, sudah pasti bakal lelah sangat! Intinya memang di perencanaan mudik jangan main-main deh.  

6. Persiapkan kegiatan menyenangkan untuk anak dan keluarga di perjalanan


Perjalanan mudik antar pulau itu relatif panjang.  Akan jadi membosankan bagi anak-anak terutama jika tidak diisi dengan kegiatan yang menyenangkan.  Nah, tugas orang tua nih untuk berkreasi dengan rencana kegiatan yang asyik.  Saya dan suami biasanya menyiapkan beberapa hal terkait yaitu: 

a. Download lagu-lagu dan musik yang semangat untuk di perjalanan, untuk mengatasi bosan
b. Bawa kamera, dan mengizinkan anak-anak bereksplorasi dengan memotret di perjalanan dengan pendampingan
c. Bermain boneka, tebak-tebakan, atau permaiann lainnya selama perjalanan 
d. Siapkan energi untuk meladeni anak yang baru bisa membaca untuk membaca semua tulisan di perjalanan dan mengajaknya ngobrol
e. Menemani mengeksplorasi kapal feri di semua area yang dibolehkan dari sudut pandang keamanan mulai dari depan sampai belakang (haluan, anjungan, geladak, buritan) 

Semua akan jadi menyenangkan jika tiap anggota keluarga saling terlibat.  Jadinya kompak. 

Menemani ayah menyetir 

7. Perhatian khusus untuk Pak Supir! 


Berkendara antar pulau butuh pengemudi yang handal lho.  Jadi, perhatikan kebutuhan fisik dan psikisnya baik-baik.  Kebetulan, saya selalu menggunakan driver handal yaitu suami saya sendiri, hehehe.  Beliau sudah teruji!  Full menyetir berangkat-pulang tanpa aplusan karena istrinya belum bisa menyetir. Hehehehe....

Copilot harus siap siaga mendampingi ayah menyetir
bergantian dengan si sulung 

Mengemudi jarak jauh antar pulau butuh stamina yang bagus.  Karena itu, jangan sampai turun stamina di jalan, bisa bahaya.  Sedapat mungkin, driver jangan terlambat makan dan minum.  Minimal, berhenti tiga jam sekali untuk istirahat. Refresh segera setiap terasa jenuh untuk mengembalikan konsentrasi dan kesegaran berkendara.  Caranya?  Saya wajib bantu pengemudi dengan fungsi copilot alias asisten setir.  Suapi cemilan dan pasang senyum manis sepanjang jalan supaya suasana berkendara jadi menyenangkan.

8. Bekal, obat, charger, dan mainan anak, tidak boleh lupa!


Ini sama sekali tidak boleh lupa!  Bekal makanan kesukaan anggota keluarga bisa jadi penyelamat suasana perjalanan.  Obat-obatan tidak boleh lupa untuk berjaga-jaga.  Apalagi mainan kesayangan anak-anak.  Biarkan anak-anak bermain dengan mainannya selama di perjalanan sepanjang tidak membahayakan keselamatan. Bawalah beberapa charger dan power bank yang sudah terisi full sebagai persiapan.  Ngga mau kan mati gaya di jalan gara-gara HP lowbatt atau mati dan lupa bawa charger atau power bank sehingga menyulitkan komunikasi. 

Bantal leher sangat berguna untuk
perjalanan mudik antar pulau
jadi ngga pegel lehernya

Penting juga untuk membawa bantal-bantal kecil, bantal leher, dan selimut untuk kenyamanan di perjalanan. 

9. Persiapkan kebutuhan sanitasi di perjalanan 


Bawalah beberapa handuk kecil, pakaian dalam cadangan, tisu basah, hand sanitizer, sabun cair dalam botol kecil untuk sanitasi di perjalanan, terutama di kapal. Masukkan dalam satu tas dan letakkan di tempat yang mudah dijangkau di mobil. Kadang kala kita beruntung dapat kapal yang bagus dan layak perlengkapan sanitasinya.  Tapi, kadang pernah juga kami kurang beruntung dapat kapal yang Masha Allah, toiletnya jorok banget! Ngga ada sabun, apalagi tisu deh. Hahaha.  

Tapi anak-anak jadi belajar untuk tertib nih.  Di perhentian setiap masjid yang bagus atau pom bensin yang layak, saya selalu menawarkan untuk ke toilet kepada anak-anak sambil mengingatkan. “Nanti di kapal belum tentu toiletnya bagus lho. Ngga mau kan nahan pipis atau pup di kapal? Dua jam lho minimal kita di kapal sampai selesai sandar.”  Biasanya anak-anak akan nurut. Habis, peringatan ibunya berbau konsekuensi tak nyaman gitu sih ya ...hehehehe.  

Menikmati perjalanan dengan nyaman 

Biasakan anak-anak untuk tidak menahan buang air kecil supaya terhindar dari infeksi saluran kemih.  Perhatikan kebersihan toilet umum yang digunakan di perhentian. Selalu gunakan air mengalir/ kran.  Bukan yang sudah tertampung di wadah. Jika tidak yakin dengan airnya, gunakan tisu basah.  Lalu begitu tiba di perhentian yang ada air bersih, barulah basuh dengan air bersih.  

Suasana dermaga pelabuhan penyeberangan feri 

Jangan lupa, siapkan juga beberapa botol air mineral kosong untuk persiapan kalau betul-betul kepepet bocah laki-laki harus buang air kecil di botol.  Prepare for the worst. Pernah lho, kami berada di antrian panjang di tol. Rest area masih jauh, sementara si sulung sudah tidak tahan mau buang air kecil.  Untunglah saya sedia botol kosong itu, jadi terselamatkanlah. Hehehe.

10. Utamakan keselamatan, seimbangkan istirahat, makan, ibadah, dan kegiatan selama perjalanan 


Khusus untuk poin kesepuluh ini, banyak hal yang harus diperhatikan yaitu : 

a. Berhenti dua atau tiga jam sekali untuk istirahat dan hindari microsleep.  Ini untuk keselamatan bersama  
Ini di dalam kapal feri, nyaman ya ......

b. Berhati-hati di tempat perhentian dan kapal.  Terutama awasi anak-anak ketika membuka dan menutup pintu mobil, saat mengisi bahan bakar, dan di tempat perhentian lainnya. Dampingi anak-anak, jangan ditinggal.  Terutama di kapal, pastikan mobil parkir terkunci aman sebelum ditinggal naik ke geladak.  Jangan tinggalkan barang berharga di dalam mobil yang diparkir.  Perhatikan keselamatan anak-anak saat di kapal terutama ketika mengeksplorasi geladak, haluan, buritan, dan anjungan kapal. 

c. Membawa uang tunai secukupnya. Sebaiknya bawa hanya satu kartu ATM saja yang bisa digunakan di ATM manapun.  Membawa uang berlebihan dan banyak kartu akan mendukung pemborosan, hehehe. Padahal sepulang mudik hari masih panjang lhooo.....


Siang terik di Selat Sunda 


d. Tidak menggunakan perhiasan berlebihan.  Ini bisa mengundang kejahatan, terutama di tempat perhentian.  

e. Jangan skip waktu makan, sholat, dan istirahat karena bisa mengganggu keseimbangan tubuh dalam perjalanan.  Waktunya makan, ya makan.  Waktunya istirahat, ya istirahat.  Ukur ukur sesuai kemampuan kita masing-masing ya.

Ini di dalam kapal, nyaman ya .....

f. Waspada dan jangan lengah awasi anak-anak apalagi jika membawa bayi dan balita.  Tapi ya ngga usah parno juga sih.  Ajari si kakak untuk menjaga adik di perjalanan. 

g. Saat anak (terutama balita) tidur, ibu sebaiknya ikut tidur supaya ketika mereka bangun kita bisa mengawasi dan ketika tiba di tujuan tidak terlalu lelah.  Ingat,  masih banyak acara dan kunjungan ketika tiba di kampung halaman lho.  Jangan forsir di jalan yaaa. 

Mushalla di dalam kapal feri 


h. Cukup minum air putih di perjalanan, hindari terlalu banyak ngemil keripik atau coklat dan permen supaya ngga batuk dan alergi.

i. Hindari main gadget di perjalanan, gunakan waktu perjalanan untuk menguatkan bonding orang tua dengan anak.  Libatkan anak dalam menelusuri Google Map dan minta pendapatnya tentang tempat perhentian yang lebih disukai. Supaya, perjalanan mudik jadi wahana pembelajaran juga bagi anak-anak.

Wefie di geladak kapal feri, diterpa angin laut 

Itulah sepuluh tips dari saya.  Semoga bisa cukup membantu menciptakan kenyamanan di perjalanan mudik antar pulau ya.  Nah, selamat mudik buat semuanya ..... Semoga perjalanan mudiknya lancar dan bisa happy di kampung halaman, serta selamat sampai kembali ke rumah. Ditunggu cerita mudiknya ya teman-teman..... Happy pulang kampung!!! (Opi) 

Di geladak feri di siang terik.... Selamat Mudik!!!


** foto-foto adalah koleksi pribadi penulis

G+

Tidak ada komentar :

Posting Komentar

Back to Top