Kenapa Saya Pakai Konektor Masker?



Tahun berganti, pandemi masih menyelimuti bumi. Covid-19 telah menggeser budget belanja lipstick perempuan untuk membeli masker. Iyakah?... Nampaknya begitu. Masker dengan beragam desain seolah menggantikan hiasan bibir.  

Pandemi Covid 19 yang mengubah kebiasaan penduduk bumi untuk menutup hidung dan mulutnya dengan masker, merebakkan lahan usaha baru.  Diantaranya adalah jenis masker kain yang fashionable dengan segala pernak perniknya. Termasuk konektor masker

Apakah itu konektor masker? 




Konektor masker adalah alat penghubung/ pengait tali masker tipe earloop. Alat penghubung ini membuat pengguna masker tidak perlu mengaitkan tali earloop masker ke belakang telinganya, melainkan langsung dilingkarkan di kepala. Lazimnya, konektor masker digunakan para perempuan berhijab. 

Desain dan bahan konektor masker sangat beragam.  Ada yang dibuat dari karet elastis yang dilapis kain aneka warna dan diberi kancing hias untuk pengait.  Ada yang dirajut dari benang pilihan aneka warna. Ada pula yang dironce dari bebatuan alam, kristal, maupun mote-mote serta diberi pengait di masing-masing ujungnya. Beberapa konektor masker juga ada yang dibuat eksklusif dari swarovski dan mutiara.  

Gambar konektor masker karet elastis 
dengan pengait kancing (koleksi IG @anggyra_craft)


Gambar konektor masker rajut 
(koleksi  IG @kreasizo)



Gambar konektor masker rajut 
(koleksi IG @tokoapink)



Gambar konektor masker batu alam 
(koleksi IG @intan_mahsun)



Gambar konektor masker kristal 
(koleksi IG @gewinbrooch)



Gambar konektor masker mote-mote 
(koleksi IG @connectormasker.id)



Gambar konektor masker swarosvki 
(koleksi IG @niya_handmade)



Gambar konektor masker mutiara  
(koleksi IG @zidzodcraft)


Seberapa Besar Animo Penggunaan Konektor Masker?

Penggunaan konektor masker di kalangan hijaber merebak kala pandemi. Persisnya beberapa saat setelah otoritas pemerintah di berbagai negara atas panduan World Health Organization (WHO) mewajibkan pemakaian masker. Penggunaan masker saat keluar rumah dipatok sebagai protokol kesehatan, sejajar dengan mencuci tangan sesering mungkin dan menjaga jarak.  

Di awal pandemi, masker sempat hilang di pasaran. Ini kemudian memicu kreativitas para crafter memproduksi masker kain. Apalagi WHO juga merekomendasikan masker kain 3 lapis sebagai alternatif untuk menekan penyebaran virus Novelcorona. Selain ramah lingkungan karena bisa dicuci-pakai kembali, masker kain membuka peluang bisnis baru.  Bisnis kreatif masker kain bisa dibaca artikelnya : SINI.

Masker kain diproduksi dengan pilihan tipe earloop (dikaitkan di telinga) maupun headloop (dikaitkan ke kepala).  Begitu pula dengan masker sekali pakai.  Para hijaber (perempuan berhijab) umumnya lebih nyaman menggunakan masker yang dikaitkan di kepala, karena telinga tertutup oleh hijab/jilbab/kerudung.  Alasan kenyamanan ini kadang tidak terpenuhi apabila di pasaran tidak tersedia masker tipe headloop.  Atau, harga masker tipe headloop relatif lebih mahal dibandingkan tipe earloop

Konektor masker hadir sebagai solusi saat hijaber cuma punya stok masker tipe earloop.  Begitu pula ketika masker headloop nampak "rungsep" dan tidak modis  karena tali karetnya berseliweran di kepala seperti kabel kusut. 

Biasanya, kalangan hijaber pun tetap ingin tampil modis walau bermasker. Namun, apakah semua hijaber memang nyaman dan senang menggunakan konektor masker?  Apakah tuntutan untuk tetap tampil modis di masa pandemi sedemikian besarnya?

Ternyata tidak melulu demikian. Saya mencoba melakukan survei kecil-kecilan di Instastory Instagram beberapa waktu lalu untuk mencari tahu gambaran tentang kondisi. Utamanya di kalangan teman-teman maya saya yang kebanyakan juga berhijab. 70% hijaber ternyata lebih suka menggunakan masker tipe headloop, sementara 30% lainnya memilih masker tipe earloop dengan konektornya.  

Penyebabnya juga beraneka ternyata.  Sebagian merasa lebih praktis dengan masker tipe headloop, tidak perlu pasang-pasang pengait. Lagipula sebagian merasa tak harus modis-modis amat, yang penting prosedur kesehatan, dan kenyamanan terpenuhi.  

Mereka yang memilih masker tipe earloop dengan konektor masker juga punya motivasi beragam.  Selain ingin modis, juga karena kadang tak tersedia masker tipe headloop. Ada pula yang merasa perih akibat gesekan earloop di belakang telinga, jika masker digunakan terlalu lama. Ini mungkin bagi mereka yang berkulit sensitif ya. Sehingga, sebagian memilih konektor masker untuk solusinya.

Hasil survei animo penggunaan konektor masker 
di masa pandemi Covid 19

67% teman-teman hijaber maya saya di Instagram ternyata pernah memakai konektor masker.  Benda ini ternyata sudah tidak asing di kalangan hijaber. Dugaan saya sih, para hijaber kebanyakan juga suka coba-coba macam pernik yang ada hubungannya dengan hijab atau fashion mereka. 

Hasil survei animo penggunaan konektor masker 
di masa pandemi Covid 19

Walaupun kebanyakan hijaber lebih suka mengenakan masker tipe headloop, ternyata 86% tertarik mengenakan konektor masker kalau ada desain yang cakep lho.  Hmm, ini menguatkan dugaan saya bahwa naturalnya para hijaber itu suka keindahan dan keselarasan.  Naluri untuk tampil modis sepertinya memang wajarlah dimiliki para hijaber.  Ini bisa jadi peluang bisnis loh buat kamu yang hobi crafting. Membuat konektor masker yang cakep bisa jadi sumber penghasilan baru buat kamu di masa pendemi ini. 

Hasil survei animo penggunaan konektor masker 
di masa pandemi Covid 19

Bagaimana dengan saya sendiri? Kebetulan saya kurang terampil dalam hal kerajinan, sukanya nulis aja nih hehehe. Saya pribadi sebelumnya pengguna setia masker tipe headloop.  Saya mengenakan masker secara rutin saat berangkat pulang kerja sejak jauh hari sebelum ada pandemi Covid-19.  Sebagai pengguna Commuterline dan ojek online sejati, di perjalanan saya tidak pernah lupa mengenakan masker untuk melindungi organ pernafasan dari debu dan polusi.  

Pertama kali saya kepincut mengenakan konektor masker adalah ketika seorang sahabat di kantor memperkenalkannya di media sosial.  Mulanya saya agak heran kok tiba tiba Seymour Magabe (Gabe), sahabat saya itu, tiba tiba mengunggah banyak sekali gambar konektor-konektor masker di media sosial.  Soalnya, saya tahu betul Gabe pasti ngga punya banyak waktu untuk membuat kerajinan konektor masker.  Lalu, siapakah perajinnya?

Berkenalan dengan @connectormasker.id 

Konektor masker yang pertama kali saya pakai adalah produk buatan Bu Nas alias Uwak Salma, seorang perajin yang kebetulan adalah Uwaknya Gabe. Uwak adalah sebutan untuk kakak atau adik dari orang tua kandung.  Kebetulan Bu Nas atauUwak Salma adalah kakak dari ibunya Gabe.  

Konektor masker buatan Uwak Salma

Sejak lama Bu Nas punya keterampilan dan kesukaan membuat bros.  Suaminya perajin gigi palsu, dan selama pandemi permintaan gigi palsu amat jauh menurun. Untuk mengurangi kecemasannya di masa pandemi, Bu Nas menyalurkannya dengan membuat kerajinan, salah satunya konektor masker.  Tak terasa, hasil kerajinan konektor maskernya jadi banyak dan menumpuk.  Tak tahu mau diapakan. Kalaupun mau dijual, tak tahu harus dijual kemana dan bagaimana menjualnya. 

Gabe pun turun tangan.  Ditawarkannya konektor masker buatan Bu Nas kepada teman-teman di kantor, juga dishare di status media sosial. Ternyata, sambutan pasar cukup baik. Sudah ratusan yang terjual hanya dari promosi mulut ke mulut.  


Konektor masker koleksi @connectormasker.id

Saya tertarik dengan konektor masker buatan Bu Nas awalnya karena penampakannya yang simpel. Selain itu karena mudah membelinya, tinggal menghubungi Gabe saja. Harganya pun sangat realistis, berkisar Rp 25.000,- hingga Rp. 45.000,- untuk kualitas barang kerajinan yang kokoh. Ternyata dipakainya juga pas.  

Melihat sambutan pembeli yang cukup baik, Gabe pun memfasilitasi Bu Nas dengan membuatkan akun Instagram @connectormasker.id sebagai sarana pengenalan dan penjualan kerajinan Bu Nas.  Koleksi-koleksi terbaru bisa diintip di akun IG ini ya. 

Buat hijaber yang suka dengan desain simpel tapi cantik, bisa tengok-tengok ke sana ya. Untuk memenuhi perferensi konsumen, Bu Nas kini juga membuat konektor masker dari bahan senar yang elastis untuk meronce batu/mote/kristalnya. Posisi melintangnya konektor masker di kepala jadi lebih nyaman.  

Kriteria Konektor Masker Pilihan Saya 

Saya bukan tipe hijaber yang terlalu modis sih, tapi punya syarat khusus untuk konektor masker.  Utamanya yang memenuhi kebutuhan kenyamanan, keindahan, dan kesehatan. Syarat khusus itu adalah: 

1.  Mudah dibersihkan, dan bisa dicuci dengan air dan sabun

2.  Modelnya simpel dan tidak berlebihan

3.  Panjangnya pas dengan kepala, atau dibuat dari bahan yang elastis (meregang), jadi posisinya nyaman

4.  Harga realistis 


Keempat syarat tersebut terpenuhi oleh koleksi konektor masker @connectormasker.id buatan Bu Nas.  Untuk alasan kesehatan, saya membiasakan untuk mencuci konektor masker setelah digunakan bersamaan dengan mencuci tangan.  Tujuannya untuk menghilangkan virus dan kotoran yang mungkin melekat.  


Sebelum dipasang pada masker, saya juga membiasakan untuk menyemprot konektor masker dengan Alkohol 70%, mendiamkannya beberapa saat, lalu mengelapnya sampai kering.  

Konektor masker buatan Bu Nas terbuat dari bebatuan, mote, dan kristal yang bisa dicuci dengan air dan sabun. Karena itulah saya merasa lebih yakin mengenakannya untuk memenuhi syarat kesehatan semasa pandemi.

Desain konektor masker koleksi @connectormasker.id juga simpel, tidak terkesan ramai atau ribet di kepala.  Paduan warnanya bisa dipilih sesuai dengan  kerudung yang dikenakan agar tampak harmoni.

Bukan Sekedar Konektor Masker

Bukan cuma membuat konektor masker, Bu Nas juga membuat kalung ID Namecard dan konektor kacamata dari bahan yang sama dengan kristal/mote/batu untuk membuat konektor masker. Tangan terampilnya memang tidak bisa diam. Saya bangga pada Bu Nas, di masa pandemi yang membuatnya cemas akan pekerjaan suaminya sebagai pembuat gigi palsu, ia justru bisa menyalurkan kecemasannya secara produktif.  

Dari tangan terampil Bu Nas, lahir konektor-konektor masker cantik yang kokoh dan siap menemani hari-hari para hijaber.  Kamu tertarik memilikinya?  Kepoin di IG @connectormasker.id dan pilih desain yang kamu suka. Dengan mengenakan produk Bu Nas alias Uwak Salma kita turut membantu menghidupkan perekonomian yang luluh karena pandemi. Jangan lupa cuci bersih konektor maskermu dengan air dan sabun setelah digunakan ya.  

Inilah sebagain koleksi konektor masker @connectormasker.id yang setia menemani saya sehari-hari: 



Stay safe and healthy teman-teman. Pakai masker, cuci tangan, jaga jarak, hindari kerumuman dan batasi mobilitas. Tetap cantik dengan konektor masker yang chic , semangat !! (Opi).

15 komentar

  1. Aiisssshhhh aku sukaa liat model2 nya mbaaa :D. Kebetulan memang lagi cari konektor masker, Ama 1 lagi mask strap, yang utk menggantung masker supaya g nempel di leher saat makan mba.

    Aku msh bingung aja cari konektor masker yg enak dipakai, kalo yg mask strap aku udh ada langganan.

    Soalnya aku kepikiran , kalo konektor masker ini dipake oleh yg tidak berhijab, itu bakal longgar ga ya? Krn muka ku itu kecil mba. Dan aku ga pake masker kain, aku slalu pake masker sekali pakai.

    Nah blm nemu masker yg bener2 rapet di muka ku, pasti terasa longgar. Jd kalo pake konektor aku yakin lebih rapet . Cm model yg utk non hijab kebanyakan ga modis hahahaha. Ga lucu2 kayak yg hijab.

    Tapi ya itu, aku belum yakin kalo dipake utk yg tidak berhijab apa bisa pas di belakang kepala, tanpa longgar ya? Ato mungkin panjangnya aku minta utk dipendekin supaya ga longgar ?

    Ntr aku masuk ke IG nya mba, mau liat model2 yg dijual ;)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Temanku ada yg kepalanya kecil mba, pakai konektor masker dan maksernya yg disposable sekali pakai. Dia ikat rambutnya cepol ke atas spy konektornya agak narik ke atas kepala posisinya di atas cepolnya. Tapi memang enaknya pakai yg senar elastis, atau request panjang ke pembuat konektor maskernya. Biar pas nyaman gitu mba... 😊😊😊

      Hapus
  2. aku juga pakai konektor rajut bikinan sendiri, yang dari batu aitu bagus

    BalasHapus
    Balasan
    1. Waaah mba tira bisa merajut?.. keren keren keren... ku mau belajar merajut dari dulu blom kesampaian iniiih...
      😊😊😊

      Iya yg batu batu cakep mba.... aku suka krn natural dan gampang dicuci dan lap lgs kering hehehehe

      Hapus
  3. Lucu2 ya mba connectornya. Bagus juga kalau buat outfit kondangan hihi. Tapi kalau saya lebih suka yang masker headloop lebih praktis soalnya..😅,

    BalasHapus
  4. Cantik-cantik model konektornya. Senang, lihat orang-orang yang tetap aktif dan kreatif menghadapi pandemi. Sukses buat Bu Nas. Sukses buat Mbak Opi juga ^^

    BalasHapus
  5. Aku juga suka pake konektor masker gini, lebih cantik aja keliatannya apalagi kalau kerudungnya polosan. Tapi kadang aku tuh suka lupa naroh konektor, jadi ya suka ilang gak jelas wkwkwk. Tapi aku liat konektor ini langsung gantung di masker ya, anti lupa naroh~

    BalasHapus
  6. Lucu lucu ya produknya. Baru tahu ada produk seperti ini. Saya hanya punya konektor dari tali biasa yang fungsinya biar masksr gak jatuh seewaktu kita makan... Ternyata banyak yang kreatif di masa pandemi ini.

    BalasHapus
  7. Alhamdulilah hikmah pandemi memunculkan kreativitas seseorang seperti Bu Nas.... konektor maskernya cantik-cantik...dan bisa digunakan segala usia pastinya....🤩

    BalasHapus
  8. iya setelah masker yang beragam tampilan bahan dan motif, sekarang gantungan masker dan konektor pun cantik-cantik yaaa..bener-bener deh kreatif orang Indonesia inii..aku suka pakai konektor daripada disampirkan di telinga, susah buat hijabers ya mbak..

    BalasHapus
  9. Cantik2 banget konektor masker nya mbak. Aku udah punya beberapa dr kain ada yg rajut yg manik juga ada. Suka gemesh kalo liat ada yg model baru hahaha...dasar cewek ya

    BalasHapus
  10. Ternyata masyarakat kita selalu kreatif walau masa pandemi tapi menghasilkan karya karta yang mengikiti kondisi sekarang. Produknya bagu2 dan lucu2. Saya punya konektor tapi dari tali biasa yang sebanrnya berfungsi jika kita sedang makan di luar dan harus buka masker tanpa menaruhnya di atas meja.

    BalasHapus
  11. Bener, konektor masker bikin penampilan tetep fashionable meski pakai masker. Modelnya cakep-cakep, ada yang mutiara juga, ya. Bener-bener ini kreatif di tengah pandemi. Saya sendiri punya konektor, beli di adik yang suka ngerajut. Tapi sebenarnya saya tim lebih suka pakai masker earloop.

    BalasHapus
  12. Unik banget ya ada berbagai macam cara untuk memakai maskernya. Terima kasih mbak tentang informasi konektor masker.. jadi pengen pakai konektor yang bisa untuk menggantungkan masker hehe

    BalasHapus
  13. Yang jells sejak harus selalu pake masker, aku sering lupa memakai lipstick kalo bepergian hihihihi

    BalasHapus

Terima kasih telah berkunjung dan membaca artikel ini. Silakan tinggalkan jejak di komentar dengan bahasa yang sopan. Mohon tidak meninggalkan link hidup. Terima kasih.