4 Kunci Temukan Passion Dalam Hidupmu



“Couple up your passion with your innate abilities, add some determination and persistence and the magic can happen”  **Jeff Bullas**

Meskipun bukan satu-satunya syarat, menjalani hidup sesuai passion masing-masing adalah salah satu cara untuk bahagia. Nah sekarang, apa passion Anda? Mungkin Anda memiliki ketertarikan yang kuat pada dunia komunikasi, minat di bidang seni peran, atau obsesi yang tinggi di bidang tulis menulis? Tidak tertutup mungkin keinginan besar pada bidang politik? Tidak peduli berapapun usia Anda saat ini, penting bagi Anda untuk menemukan di mana passion Anda. 
Bagi perempuan, menemukan passion akan sangat menunjang perannya sebagai individu anggota masyarakat, sekaligus sebagai istri dan ibu.

Para perempuan yang berhasil menemukan passion dalam hidup akan menemukan penyaluran yang tepat sesuai dengan passionnya sehingga membuatnya dapat lebih positif sekaligus bahagia. Perempuan yang bahagia akan sangat berpengaruh pada anak-anak ketika mengasuh dan mendidik. Aura kebahagiaan itu akan terpancar dan tertular pada anak-anak.  Hal ini akan sangat positif dalam pembentukan karakter anak.

Bagi mereka yang telah menemukan passion dalam hidupnya, selamat! Saya dapat merasakan kebahagiaan Anda. Dalam prosesnya, tiap orang mungkin menemui perjuangan yang berbeda untuk menemukan di mana passionnya. Ada yang mudah jalannya, karena mungkin sejak kecil orang tua telah menceburkan ke berbagai macam eksposure sehingga akhirnya dapat memilih mana bidang yang paling menggairahkan dari paparan yang telah dijalani.
Namun, mungkin ada orang-orang seperti Saya, yang baru benar-benar yakin di mana passionnya ketika usia tidak lagi bisa dibilang muda setelah melalui pencarian yang tidak sebentar juga. Bagi Saya, ini pun suatu hal yang patut sangat disyukuri!

Untuk Anda yang belum menemukan di mana passion Anda, atau belum terpikir tentang passion, berapapun usia Anda, sebaiknya mulai mengidentifikasi dan mencari jalan untuk menemukan passion itu. Sebab, happines is not a destiny. We make it. Kita berhak memilih untuk bahagia dengan menciptakannya dalam hari-hari kita.  Dan itu hampir tidak mungkin apabila kita tidak paham di mana letak minat, passion, dan kemampuan kita.

Ada empat frase kunci sederhana yang sebaiknya Anda cek pada saat menguji di manakah sebetulnya Anda memiliki ketertarikan pada suatu hal yang menjadi passion dalam hidup Anda.  Empat frase kunci itu berdasarkan pengalaman Saya adalah Adrenalisn Rush, Happy For Free, Enjoy Learning, dan Encourage to fight for.  Yuk kita tilik satu persatu :

1. Adrenalin Rush
Pada saat menentukan passion, coba renungkan hal apakah yang membuat Anda hampir selalu pasti berdebar-debar denyut jantung ketika memikirkan, memulai, menjalani dan mengakhirinya? “Hal” ini juga hampir pasti membuat Anda susah tidur, dan rela bangun lebih pagi untuk menjalaninya. Anda juga memimpikannya dalam tidur yang hanya sebentar, dan bahkan selalu memikirkannya ketika sedang melakukan hal-hal lain. “Hal” ini mendistraksi Anda setiap saat.  Adrenalin Rush serasa selalu dipacu ketika bersentuhan dengan “hal” ini.

Sebagai contoh, mereka yang memiliki passion di dunia digital marketing strategy, akan selalu merasa seru ketika merencanakan, membicarakan, dan melakukan hal-hal yang berkaitan dengan itu.  Sebaliknya, bagi kita yang tidak tertarik dengan bidang tersebut akan merasa biasa biasa saja ketika terlibat. Bahkan mungkin akan terlontar kalimat,”Apa sih serunya?”

Anda mungkin dapat membuat daftar hal-hal yang telah mampu memacu adrenalin rush (bisa jadi ada satu, dua, atau lebih dari tiga hal dalam daftar). Dari beberapa hal yang sudah ditulis dalam daftar, cobalah buat peringkat.  Bisa jadi Anda akan meletakkan satu atau dua hal yang sama pada satu peringkat.  Akhirnya Anda akan menemukan satu atau dua hal yang betul-betul membuat Anda selalu dalam keadaan terpacu adrenalin. Di sanalah Anda seharusnya menyalurkan energi untuk menggali potensi diri yang dapat terus dikembangkan.

Hati-hati jika ternyata Anda tidak merasakan adrenalin rush dalam hal apapun. Nah, itu tandanya Anda sudah kehilangan gairah hidup.  Hidup hanya sekedar dijalani dan sudah merasa nyaman dengan keadaan yang berjalan.  Ini jebakan yang berbahaya. Bahayanya, adalah seumur hidup Anda akan datar saja, tak meraih kesempatan untuk menggali potensi tersembunyi yang sebetulnya sudah dianugerahkan Sang Pencipta kepada masing-masing makhlukNya.  Anda akan kehilangan kesempatan untuk lebih banyak bersyukur, beramal, berkarya, dan meningkatkan kualitas hidup. Rugi lhoo!!

2. Happy For Free
Hal apakah yang ketika Anda mengerjakannya, Anda rela tidak dibayar asalkan hasil pekerjaan itu bermanfaat dan diakui sebagai hasil karya Anda yang orisinil.  Anda bahkan cukup senang dengan ucapan terima kasih sebagai apresiasi atas apa yang telah dikerjakan itu.

Coba telaah, untuk hal apakah Anda bisa sampai ke tahap itu? Contohnya, seseorang yang punya passion di dunia verbal akan sangat antusias ketika bersinggungan langsung dengan kegiatan verbal.  Menulis, membaca, berbicara. Besar kemungkinan dia rela dimintai tolong teman atau kerabat untuk membuat tulisan tanpa dibayar. Bahkan dimintai tolong untuk menjadi pembawa acara (MC) berbagai acara tanpa diberi imbalan uang dengan tarif tertentu.

Ketika kita senang melakukan sesuatu tanpa dibayar dengan nominal mata uang dalam penuh rasa suka cita, bisa dipastikan disitulah sebenarnya passion kita.  Jika bidang itu dijadikan lahan pekerjaan secara profesional, tentu akan menjadi lebih menyenangkan karena ada imbalan profesi yang memadai.

Nah, coba ingat-ingat adakah satu atau dua bidang dengan kata kunci Happy for Free ini dalam hidup anda? Kalau tidak ketemu, cobalah pilih satu kegiatan yang Anda paling suka untuk dilakukan di hari libur, di waktu luang, atau di waktu bosan.  Mungkin di situlah passion Anda. Pada saat libur, luang, dan bosan kita akan selalu menginginkan sesuatu yang paling menggairahkan hidup.  Di situlah mungkin Anda temukan passion.

3. Enjoy learning
Hal apa yang membuat Anda rela meluangkan waktu untuk mempelajarinya sampai detil tanpa merasa terbebani? Bisa jadi ada orang yang rela mempelajari otomotif dari A sampai dengan Z dengan penuh semangat.  Rela mengeluarkan biaya dan waktu lebih banyak untuk memenuhi kepuasan mempelajarinya secara mendalam.  Setiap ada perkembangan otomotif, langsung pingin cepat update.  Setiap ada perubahan di bidang otomotif, selalu ingin tahu lebih dulu.  Nah, itulah tandanya orang tersebut memiliki passion yang kuat di bidang otomotif, kendati pekerjaannya sehari-hari bukan di bidang itu.

Saya sendiri baru meyakini passion Saya di dunia verbal pada saat usia Saya di penghujung 30.  Bukan lagi di usia yang muda.  Saya menemukan diri sangat bergairah untuk segala hal yang berhubungan dengan verbal.  Membaca, menulis artikel, berbicara di hadapan publik, merupakan kegiatan yang selalu Saya rindukan walaupun selama 12 tahun terakhir Saya bekerja tidak pada bidang passion itu.  Sekarang, dengan mengelola situs ini, Saya memiliki wadah penyaluran untuk bekerja dengan passion Saya di dunia verbal.

Jangan merasa malu apabila passion Anda ternyata ada di bidang yang tidak mendapat tempat berkembang di negara Indonesia.  Saat ini era global. Globalisasi itu tidak berpintu dan berjendela.  Pagi hari sarapan di Jakarta, siang hari meeting di Bangkok, dan esoknya sudah mendarat di Jepang. Itulah globalisasi.  Dunia sangat luas, dan karya karya baru berkualitas akan mendapat tempat di belahan dunia yang terus tumbuh.

4. Encourage to fight for
Sesuatu yang membuat Anda rela berjuang dan berani memperjuangkannya tanpa kenal lelah adalah mungkin sesuatu yang sejatinya menjadi passion Anda. Pada saat Anda begitu mencintai sesuatu, mencintai dengan gairah yang kuat, maka Anda akan dengan kesadaran penuh memperjuangkannya.

Contohnya, apabila Anda memiliki passion dalam hal yang berhubungan dengan kopi.  Maka ketika ada pertemuan dengan komunitas pencinta kopi yang menghadirkan nara sumber barista terkenal dari negara lain misalnya, Anda akan sangat antusias untuk hadir.  Meskipun untuk bisa hadir, Anda harus melakukan manuver berbahaya di tempat kerja agar bisa mendapatkan cuti supaya bisa hadir di hari pertemuan itu.

Atau contoh lain, Anda rela berjuang menunggu dengan sabar sampai buku atau tulisan karya Anda dibaca dan dikritisi oleh penulis idola.  Supaya kenapa? Supaya ketika diterbitkan novel Anda mendapat nilai plus karena ada komentar penulis ternama di dalamnya.

Nah, pernah merasa seperti itu untuk bidang lain?   Coba diingat-ingat, barangkali di sanalah letak passion Anda.

Bisa disimpulkan bahwa menemukan passion dalam hidup adalah prioritas bagi Anda untuk dapat meningkatkan kualitas hidup. Untuk bersyukur dan bahagia. Orang-orang yang telah mantap menemukan passion dalam hidupnya akan dengan kesadaran penuh menjalani hidup dengan gairah yang tertata. Mereka tidak mudah putus asa dan tidak merasa ada keterpaksaan menjalani sesuatu untuk survival hidup. Hidup menjadi sesuatu yang benar-benar dapat dinikmati.

Anda mau seperti itu?  Segera temukan passion Anda dengan identifikasi empat frase kunci di atas, dan mulailah untuk all out serta fokus di dunia yang menjadi passion Anda.  Jangan lupa untuk menggabungkan passion dengan kemampuan bawaan Anda, lalu tambahkan tekad dan ketekunan. Selanjutnya kita akan terkejut dengan keajaiban yang dapat terjadi.  Selamat berkarya!!  (Opi)


4 komentar

  1. Opiiii.., keren banget euy tulisannya, jadi makin termotivasi untuk ngejar passion nih..

    BalasHapus
  2. Alhamdulillah.... Terima kasih Zata.... Masih harus terus berlatih nih.... Tolong dikomporin terus yaaaah masteehh 😘😘 biar cemungut teyuss

    BalasHapus
  3. Tulisan yang cukup serius, namun punya maksud penyampaian baik tentang passion. Sama sepertiku dulu, bingung sebenarnya apa passion saya? Tapi setelah sekian lama br deh ngerasa greget di tulis menulis. Benar Kata adrenalin rush, saat Kita punya passion Kita jadi candu, dalam artian kepikiran terus dgn apa yg mau dilakukan selanjutnya untuk mendukung passion Kita 😊

    BalasHapus
  4. waaaah sama dong mba septia, saya juga punya passion di situ. pokoknya dunia verbal lah.... saya nih harus banyak belajar sama mba septia soalnya blognya kereeen pakai infografis yang memudahkan kita memahami verbal. alhamdulillah yah udah nemu passion nya ...

    BalasHapus