Kamis, April 05, 2018

10 Tips Sederhana Agar Anak Gemar Membaca


Buku mengisi jam-jam kita yang kosong dengan percakapan yang mungkin tak akan pernah selesai, tapi membuat kita tahu: kita hanyalah penafsir tanda-tanda, di mana kebenaran menerakan jejaknya.  Itu sebabnya kata pertama yang menakjubkan adalah :”BACALAH”. – Gunawan Mohamad

Belakangan ini, beberapa rekan kerja dan kawan lama menanyakan hal serupa kepada saya.  Pertanyaan itu adalah, “Mba bagaimana sih caranya supaya anak-anak gemar membaca?  Saya perhatikan anak-anaknya Mba suka sekali membaca. Kasih tips dong.” 

Lalu saya berusaha mengingat-ngingat apa saja yang sudah dan masih saya dan suami lakukan selama ini kepada anak-anak untuk menularkan virus membaca. Terangkumlah dalam tulisan ini. Mudah-mudahan bermanfaat dan menjadi inspirasi bagi siapapun yang butuh tips sederhana agar anak jadi gemar membaca.  

Membaca di pojok ruangan pun jadilah
Ketika menuliskan ini, saya terinspirasi seorang kawan SMA yang sekarang berprofesi sebagai Psikolog, juga Direktur STIFIN Institut Hidayati Nurrokhmah yang sejak SMA biasa kusapa Hiday. Hiday bilang begini: “ Sampaikan yang Dilakukan dan Lakukan yang Disampaikan.” 

Jadi dalam tulisan ini saya hanya menyampaikan tips yang memang saya dan suami lakukan kepada anak-anak kami.  Sangat terbuka kemungkinan beragam tips lainnya dari pembaca. Perlu keberanian sangat besar buat saya menyampaikan ini dalam tulisan. Karena, akan menjadi tanggung jawab moral bagi saya dan suami untuk memperbaiki dan terus melakukan secara konsisten apa yang sudah dimulai untuk dilakukan. Ngga mudah, tapi ayolah belajar jadi pemberani. (**talk to myself).

Sebenarnya, anak-anak saya tidak terlalu kutu buku banget sih.  Ini kalau dibandingkan dengan saya sewaktu seusia mereka. Ketika duduk di kelas 3 Sekolah Dasar, saya bisa melahap satu buku seri petualangan Lima Sekawan dalam semalam.  Bukunya pinjam dari teman, karena saya tidak punya uang untuk membeli buku cerita.  Dan, orang tua pun tidak pernah membelikan buku cerita.  Hanya buku pelajaran sekolah.

Kalau sudah asyik membaca, sering lupa waktu 
Di usia 9 tahun juga saya sudah mewakili sekolah untuk Lomba Menulis SD mulai dari level Kelurahan, Kecamatan, Kotamadya hingga Provinsi.  Sungguh kenangan masa kecil yang indah, walaupun semua piagam penghargaannya sudah musnah dibawa banjir. Sekarang, anak sulung saya yang duduk di kelas 3 SD belum sekalipun membaca buku cerita setebal yang saya baca itu dalam semalam. Malah lebih suka baca komik! 

Namun, saya mulai berhenti membandingkan anak-anak saya dengan diri sendiri.  Saya percaya, bahwa yang harus dibangun lebih dulu adalah kecintaan anak pada buku-buku dan bahan bacaan.  Selanjutnya, untuk kapasitas menghabiskan bacaan kesukaan dalam waktu-waktu tertentu kelak akan menemukan momennya sendiri.

Buku Screen Time menjadi salah satu buku favorit keluarga 

Ini dia 10 tips yang sudah dan masih saya lakukan kepada anak-anak agar terkondisikan untuk mencintai buku dan gemar membacanya:
1. Dimulai dari orang tua, saya dan suami harus gemar membaca
2. Biasakan bacakan buku sejak anak dalam kandungan 
3. Sediakan buku sejak anak-anak masih bayi : buku kain dan buku bantal
4. Batasi screen time (siaran televisi, gadget, game, etc)
5. Biarkan anak memilih dan membaca buku yang dia suka 
6. Tebarkan buku di seluruh sudut rumah atau buat perpustakaan di rumah, ciptakan suasana cinta buku 
7. Ajak dan dampingi anak-anak ke perpustakaan dan toko buku 
8. Sediakan budget untuk membeli buku-buku berkualitas
9. Ciptakan moment reading time yang hangat 
10. Ajak dan dampingi anak untuk menceritakan dan menuliskan apa yang telah dibaca 

Nah, mari kita bahas yuk tips nya satu persatu: 

1. Dimulai dari orang tua, saya dan suami harus gemar membaca

Jangan sekalipun berharap anak gemar membaca jika orang tuanya malas menyentuh buku.  Anak-anak adalah peniru yang ulung.  Beragam hal yang mereka lihat dan dengar dengan cepat akan diteladani.  

Jadi, jika kita sebagai orang tua sudah paham betul manfaat dan positifnya kegiatan membaca, maka membacalah.  Pilih-buku-buku kesukaan dan nikmati reading time. Tunjukkan itu di depan anak-anak.  
Ia mulai membaca beragam buku apa saja
yang saya sebar di rumah
Saya pernah menegur anak sulung ketika membaca di kendaraan, “Nanti pusing. Sudah, letakkan dulu bukunya,” kata saya.  Tapi anak saya menjawab, “Ibu juga pernah baca buku di mobil.  Kok aku ga boleh niru?”  

Pesan moralnya, selalu bersiap-siaplah ditiru anak.  Itu mendorong kita sebagai orang tua untuk lebih dulu memberi contoh nyata sebagai teladan bagi anak-anak kita, termasuk untuk hal membaca.

2. Biasakan bacakan buku sejak anak dalam kandungan 

Ini saya lakukan sejak anak yang pertama. Kadang lucu mengingatnya.  Sebelum hamil, saya pernah membaca dari berbagai sumber bahwa sangat baik bagi perkembangan janin diperdengarkan bacaan Al Quran (baik yang dibaca sendiri oleh ibu atau diperdengarkan dari rekaman bacaan orang lain), musik klasik, diajak berbicara, dan dibacakan cerita. 

Buku ibunya pun dibacanya, dan ibu perlu
mendampingi untuk menjawab rasa ingin tahunya 

Lucu, karena membacakan sesuatu dengan mengeluarkan suara bukanlah kebiasaan saya. Tapi, dari sinilah awalnya kemudian saya jadi belajar mendongeng.  Walaupun tidak terlalu pandai menirukan suara-suara tapi saya menikmatinya. 

Saya meyakini, membacakan cerita yang menyenangkan akan menenangkan bayi dan menjadi bagian dari attachment.  Ibu senang tentu bayi senang. 

3. Sediakan buku sejak anak-anak masih bayi : buku kain dan buku bantal

Seperti saya sebutkan di atas, untuk membuat anak gemar membaca, terlebih dulu kita harus mampu membuatnya cinta buku dan bahan bacaan.  Bagaimana anak bisa gemar membaca kalau dia memiliki persepsi bahwa buku adalah sesuatu yang tidak menyenangkan? 

Karena itu, ajak anak cinta buku sejak bayi.  Perkenalkan mereka dengan buku dan bahan bacaan yang menyenangkan.  Dulu, saya membeli beberapa buku berbentuk bantal yang lucu dan buku-buku kain yang memang didisain untuk bayi supaya tidak mudah rusak.


Buku bantal yang saya beli di bazaar kantor
seharga Rp 60.000,- pada tahun 2008 

Tebarkan saja buku kain dan buku bantal itu diantara mainannya.  Biarkan bayi menikmati membuka lembaran kain seperti membuka lembaran buku.  Biarkan mereka perlahan-lahan membentuk perspektif yang positif tentang buku.

Buku kain untuk menumbuhkan cinta buku sejak dini

Seiring dengan bertambahnya usia, perkenalkan mereka dengan bentuk buku yang sesungguhnya.  Buku untuk balita banyak tersedia dari material yang cukup tebal dan tahan robek.  Banyak juga buku anak  penuh gambar berwarna yang menarik.  Teruskan kesukaan mereka pada buku secara perlahan-lahan. 

Buku kain bergambar macam-macam Dinosaurus
yang menarik bagi bayi dan batita

4. Batasi screen time (siaran televisi, gadget, game, etc)

Percayalah, jika Anda memperkenalkan lebih dulu layar digital kepada anak dibandingkan buku dan bahan bacaan, anak akan lebih tertarik pada layar digital!  Lebih sulit mengajak anak cinta buku dibandingkan cinta televisi.  Saya sudah membuktikannya. 

Anak tidak perlu diajari untuk menyukai layar digital, tetapi untuk mencintai buku dan gemar membaca diperlukan effort yang sangat kuat sejak dini dan konsisten dari orang tua. Karena itu, saya sarankan batasi screen time bagi keluarga supaya bisa menciptakan situasi yang kondusif untuk reading time. Matikan televisi dan letakkan gadget pada waktu yang sudah disepakati bersama keluarga.  Ambil buku-buku dan nikmati membaca bersama anak-anak.

Belum bisa membaca tetapi gemar
mengamati gambar-gambar di buku bacaan 

Bagaimana tips sederhana Manajemen Screen Time akan saya tulis di artikel terpisah (**karena ini betul-betul tantangan yang berat!). Semua tips dari saya Insha Allah sederhana, hanya butuh niat dan konsistensi saja dalam melakukannya.  Saya merasakan sendiri kok.  Yang sulit itu konsisten melakukannya!

5. Biarkan anak memilih dan membaca buku yang dia suka 

Mentang-mentang jadi orang tua dan merasa tahu segalanya yang terbaik bagi anak, kita lalu sering menggunakan otoritas untuk memilihkan buku anak. Jika selalu begitu, akan membuat anak terluka.  Anak juga ingin memilih sendiri buku yang disuka. Tugas kita sebagai orang tua memfasilitasinya. Berikanlah kesempatan anak untuk memilih buku kesukaannya.

Beri kesempatan anak memilih buku
yang dia suka, namun tetap beri pengarahan 
Ajak anak-anak kita berdiskusi tentang buku-buku bacaan yang berkualitas.  Beri mereka pandangan.  Tanyakan juga buku apa yang mereka suka.   Anak-anak saya menyukai buku tentang Dinosaurus tanpa pernah saya suruh secara verbal.  

Sejak bayi sudah saya belikan buku kain bergambar tentang Dinosaurus  dan ada belasan buku Dinosaurus hasil terjemahan Ibunya ketika lajang dulu bertebaran di rumah. Dibelikan juga boneka, seprai, dan pernak pernik Dinosaurus. Mungkin karena terbiasa terekspos dengan Dinosaurus, mereka jadi suka. 

Sekedar melihat buku buku yang asing bagi anak, tak mengapa
kelak cakrawala berpikirnya akan terbuka 
Percayalah, apa yang ditanam, itulah yang dituai. 

6. Tebarkan buku di seluruh sudut rumah atau buat perpustakaan di rumah, ciptakan suasana cinta buku 

Membaca itu suatu kegiatan yang tidak bisa disuruh dan dipaksakan, tetapi bisa dibentuk.  Alih-alih menyuruh anak membaca, lebih baik tebarkan saja bahan bacaan di segenap penjuru rumah.  

Saya menerapkan ini bertahun-tahun. Karena kami suami istri bekerja di luar rumah, maka sepulang anak-anak dari sekolah ada jeda waktu hingga bertemu dengan orang tua di sore atau malam hari.  Kami tidak menggunakan siaran televisi. Saya sengaja menebarkan beragam buku bacaan, mainan dan beberapa DVD anak di rumah.  Supaya ketika mereka pulang dari sekolah dan ingin berkegiatan, mereka bisa memilih beragam kegiatan.

Komik dan majalah anak-anak termasuk
yang menyenangkan dibaca kala santai 
Dengan menyediakan beragam buku dan majalah anak-anak, mereka mau tidak mau akan membacanya tanpa disuruh.  Sediakan banyak-banyak. Sebanyak-banyaknya. Seberapa banyak? Kira-kira sejumlah yang tidak mungkin bisa membuat mereka bosan selama berjam-jam membuka-buka buku.  Majalah anak-anak sekarang banyak ragamnya. Komik dan buku cerita juga.  Orang tua memang harus sediakan waktu khusus untuk menyediakan buku-buku dan majalah ini. 

Membuat perpustakaan di rumah tidak harus luas dan mewah. Yang penting buku-bukunya tersedia. Boleh di ruangan khusus, boleh juga ciptakan sudut-sudut peletakan buku di tempat-tempat yang disukai anak.  Terutama di dekat mainannya.  Supaya mereka bisa bermain sekaligus dengan buku, boneka, dan permainan lainnya. 
  
7. Ajak dan dampingi anak-anak ke perpustakaan dan toko buku

Anak-anak usia 3 tahun sudah bisa dibawa ke perpustakaan dan toko buku untuk dilatih literasinya.  Bukan cuma literasi, tapi juga sopan santun dan etika di tempat umum. Mereka bisa mulai diperlihatkan dengan banyaknya buku di perpustakaan dan toko buku, dan dibuka cakrawala wawasannya tentang bahan bacaan yang bisa membawa mereka ke mana saja mereka suka.

Kakak dan adik menikmati membaca buku
di Perpustakaan Kota Depok 

Luangkan waktu untuk mendampingi anak-anak. Dampingi mereka berkhayal dan menerawang lewat batas cakrawala sejauh yang mereka mau dengan menelusuri buku.  

Akan menjadi motivasi yang kuat bagi anak, ketika didampingi orang tua mengarungi sesuatu yang baru termasuk menelusuri buku. 

8. Sediakan budget untuk membeli buku-buku berkualitas

Aturlah keuangan sebijak mungkin, sehingga dapat tersedia dana untuk membeli buku-buku berkualitas bagi anak-anak.  Ada atau tidak ada dana tergantung dari manajemen dan skala prioritas kita.  Mana yang lebih prioritas, membeli buku berkualitas yang harganya lumayan atau membeli pakaian dan aksesoris baru?  Jika terpaksa memilih, saya memilih yang pertama.  Lebih baik pakai baju lama, asal bisa beli buku baru.  Tapi kalau bisa dua-duanya ya tidak apa-apa. 

Sekali-sekali, pengeluaran untuk jajan, dan makan-makan di restoran yang mengeluarkan biaya tinggi dapat dialihkan untuk pengeluaran membeli buku. Sebagai gantinya, kita bisa berbelanja sendiri dengan biaya lebih rendah dan melakukan kegiatan memasak bersama keluarga di rumah.  

9. Ciptakan moment reading time yang hangat 

Moment ini penting.  Anak akan mengingat moment kebersamaan dan attachment dengan orang tuanya sepanjang hidup.  Termasuk ketika kita menyediakan waktu untuk membacakan cerita yang diinginkannya.  

Biasanya, anak punya buku favorit yang akan dibacanya berulang-ulang dan tak pernah bosan.  Kita bisa membacakannya dengan gaya lain yang akan membuatnya semakin suka.  Nanti dia akan termotivasi membacakan untuk adiknya dengan gayanya sendiri. Ini akan menyenangkan, dan akan membuat kita saling menularkan semangat membaca.

10. Ajak dan dampingi anak untuk menceritakan dan menuliskan apa yang telah dibaca 

Untuk mengembangkan kemampuan literasi anak-anak, akan sangat baik jika di usia Sekolah Dasar anak-anak mulai diajak menceritakan dan menuliskan kembali apa yang sudah dibaca.  Saya menerapkan ini kepada anak yang sulung, yang sudah lancar membaca dan menulis. Bukan cuma untuk buku yang dibacanya, saya juga suka menugaskannya menuliskan pengalaman kegiatan dan film yang ditonton ke dalam bentuk tulisan.  

Saya biasanya memberikan panduan untuk pokok pikiran yang ditulis, selanjutnya biarkan ia berkreasi.  Biarkan saja anak-anak berlatih mengungkapkan apa yang dirasakannya dengan menulis. Skill ini akan terbentuk jika sering dilatih.  Dan menjadi bekal bagi hidupnya kelak.

Komik sangat menarik anak, dan kita bisa pilih komik yang mendidik
agar kecintaan anak terhadap buku muncul secara alami 
Untuk anak-anak yang belum lancar membaca dan menulis, mereka bisa kita latih dan dampingi untuk menceritakan kembali secara lisan tentang cerita yang sudah dibacakan.  Biarkan mereka bercerita dengan bahasanya sendiri.  Beri apresiasi dengan ucapan positif dan kecupan/pelukan.  Boleh juga dengan membelikan buku-buku baru yang lebih seru supaya semakin gemar membaca. 

Sederhana kan tips nya?... Yang tidak sederhana itu adalah menerapkan dengan konsisten.  Sebagai ibu bekerja ranah publik yang banyak bekerja dengan layar digital, saya sering kesulitan dalam manajemen screen time supaya bisa lebih banyak waktu mendampingi anak-anak membaca.  Doakan ya, supaya saya tetap semangat berbenah sedikit demi sedikit secara konsisten. Aamiin.
  
Semoga 10 tips sederhana ini bisa bermanfaat.  Abaikan bila ada yang lebay ya..... Terakhir, ada dua kutipan penulis ternama dan tokoh negara yang ingin saya sampaikan : 

 “Ketika sibuk membaca, seorang terhalang masuk ke dalam kebodohan”  **Dr. Aidh Bin Abdullah Al Qarni ( Penulis buku inspiratif  Laa Tahzan / Jangan Bersedih ) 

“Aku rela dipenjara asalkan bersama buku, karena dengan buku aku bebas.”  Proklamator Kemerdekaan dan Mantan Wakil Presiden Republik Indonesia - Mohammad Hatta 

Dari kedua kutipan itu, saya termotivasi untuk menjadi pribadi yang bebas dan anti kebodohan.  Caranya?.... Gemar membaca dan tularkan pada anak-anak kita.  Hayukk...... (Opi) 

G+

30 komentar :

  1. kalau saya naruh buku di atas ranjang, mbak. jadi kalau misalnya anak main ke atas ranjang dia bisa ngambil buku dan lihat-lihat gambarnya. semoga aja nantinya beneran suka baca anaknya

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya bisa juga tuh mba.... anaknya umur berapa mba?...

      Hapus
  2. Benar kata pepatah: Buku adalah jendela dunia.
    Senang kalau anak-anak bisa punya hobi baca buku.
    Setuju Mbak dengan tipsnya. Semua memang dimulai dari kita sebagai orang tua.

    Terima kasih sharingnya..

    BalasHapus
    Balasan
    1. iyes mba... buku bisa membawa kita ke mana saja ...

      Hapus
  3. Syukurnya anak2ku seneng buku. Walopun bpm bisa baca lancar. Mereka jg beda ama aku dulu, yg dari 3 thn udh bisa baca. Krn dulu papa yg telaten ngajarin baca dan beliin kita banyaaak bgt buku. Malah tiap ultah, kado yg ditunggu dr papa itu, kita diajak ke gramedia, dan bebas milih buku apapun sampe keranjangnya ga kuat kita angkat :) . Dan itu jg cara yg aku pake ke anak2. Aku rajin beliin mereka buku, dan ajak mereka ke toko buku. Alhamdulillah dua2nya suka.

    BalasHapus
    Balasan
    1. alhamdulillah... seneng banget ya mbaaaa

      Hapus
  4. dulu lagi anak kecil saat belum mapan , suak beli buku cerita di tukang loak agar anak bisa banyak baca buku bacaan, trus cari diskonan

    BalasHapus
    Balasan
    1. kreatif juga nih mama tira .... mantap

      Hapus
  5. dulu aku suak beliin anak buku ceriat dr tukang loak krn kehabisa bacaan saja, sdh tiap bulan dibeliin masih kurang saja

    BalasHapus
  6. Ini PR saya banget, Mbak. membuat anak-anak suka, betah dan konsisten membaca. Anak pertama saya usia 7 tahun sudah lumayan, bahkan dia cenderung mengikuti kebiasaan saya. (membaca di kamar mandi, upss!!). Yang kecil pun sangat suka dibacakan, Tapi saya sadar semangat seperti ini harus dijaga. karena distraksi selalu ada di mana saja.TFS Mbak Ophi.

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mba... semangat mba.... kita saling semangatin yaaaaahh

      Hapus
  7. Senang kalau anak-anak gemar membaca. Kalau saya membaca, anak-anak tak ajak membaca. Kadang saya bacakan meski anaknya main-main.

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mba, gemar baca ngga datang tiba-tiba.... ada prosesnya

      Hapus
  8. Keponakan cek angelnya disuruh baca, kalau nggak ada peer nggak dibaca tuisannya, malah lebih suka baca buku slain pelajarannya yg lebih random,
    tapi jadi pe.er juga sih buat nambah minat baca dia, hihii,
    TFS buat tipsnya ya mbak ^_^

    BalasHapus
    Balasan
    1. iyes mba... semoga tips nya bermanfaat ya

      Hapus
  9. senang yaa melihat anak2 yang suka membaca. dan tipsnya perlu banget di coba. terima kasih untuk sharingnya yaa mba :)

    BalasHapus
  10. Kepengen banget anak punya hobi baca dan nulis kayak bapaknya,, biar ada temen klo jalan-jalan nyari buku,, thanks tips nya mba

    BalasHapus
    Balasan
    1. betul itu mas victor, asik kan kalau bisa berkegiatan dengan anak. terima kasih kembali

      Hapus
  11. Aduh rasanya koq berat yah, saya sendiri nggak suka baca tapi kepengin anaknya suka baca. Anakku 2tahun 8 bulan dan 4 tahun 10 bulan, dua dua nya nggak suka baca, sukanya mendengarkan cerita.

    Baiknya gimana mbak?

    BalasHapus
    Balasan
    1. wah saya ga percaya kalau Ki Demang ga suka baca, buktinya itu mau baca artikel saya dan ninggalin komen. hehehe.. masih balita anak anak mungkin belum aja Ki, kan anak-anak beda beda....

      Hapus
  12. Ponakan saya lbh suka gambar drpd baca. Biar mereka suka baca saya suka beliin buku cerita yg bergambar dan Alhamdulillah mereka pada suka dan mau baca. Yg pling prnting itu mengurangi gadget terutam ptogram tv yg byk yg krg bermanfaat utk anak.

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mba, soalnya gambar berwarna warni tuh menarik banget buat anak-anak... saya setuju dengan kurangin gadget dan nonton tivi. membaca bisa lebih banyak merangsang kreativitas dan imajinasi anak daripada nonton gambar bergerak, mereka jadi pasif dan ga kreatif

      Hapus
  13. Senangnya jika anak kita senang membaca ya, mba. Nah anakku nggak terlalu suka membaca nih mba. Padahal akus ebagai orangtua udah biasakan membaca juga ama anak

    BalasHapus
    Balasan
    1. sabar mba... semua berproses... kita nikmati prosesnya ya mba...semangat terus mba... insha allah proses tidak pernah mengkhianati hasil deh

      Hapus
  14. Senenng banget lihat fotonya saat anak-anak membaca buku.Aku setuju mbka, kebiasaan baik membaca buku juga bisa dimulai dari ayah dan ibu yang memberikan contoh baik. Thanks for sharing ;)

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya nih, ayah ibunya kudu on terussss.... hehehehe.... thx kembali ya

      Hapus
  15. Mbaaa, keren banget tipsnya.
    Anak saya juga sukaaa banget baca, padahal saya jarang perlihatkan rajin baca.
    Sejak punya anak mamaknya lebih suka baca artikel di gadget hehehe.

    Tapi Alhamdulillah anak saya masih suka baca, cuman kadang kesal juga, kalau udah membaca lupa segala-galanya.

    Tips nya harus diterapin ini agar anak bisa lebih suka membaca dan membawa banyak hal positif di kehidupannya

    BalasHapus
    Balasan
    1. wah beruntung banget itu mba..... mungkin udah bawaan orok ya hihihi..... usia berapa anaknya mba?... semoga nti bisa ketemu bareng anak-anak yaaa supaya anak aku jd ada benchmark biar tambah semangat baca yeeeeayyyy

      Hapus

Back to Top