Minggu, Juli 29, 2018

Rahasia Keberhasilan Metode Montessori


Rahasia keberhasilan penerapan Metode Montessori bukanlah semata kepandaian orang tua dan kelengkapan alat peraga.  Montessori Haus Asia mengungkapkan bahwa unselfish parents dan kesederhanaan adalah kunci keberhasilan yang utama. So, Montessori Made Simple saja, semua bisa disederhanakan untuk dipahami oleh siapa saja. Dan, Montessori di Rumah bisa jadi sangat menyenangkan sepanjang hidup anak. 

Rahasia itu terungkap dalam sessi Workshop Montessori bertajuk “Nurture The Nature, Montessori Approach in Parenting Young Children” yang diselenggarakan Mom Blogger Community bekerjasama dengan Montessori Haus Asia, sebuah pusat pelatihan khusus bagi pembelajar Metode Montessori.  Workshop singkat selama dua jam yang dihadiri 30 mom bloggers ini digelar di Greenhouse Campus yang berlokasi di Penthouse Multivision Tower lantai 25 Kuningan, Jakarta Selatan.  Saya termasuk salah satu mom blogger yang berkesempatan hadir memenuhi undangan. 


Workshop singkat ini mengungkap banyak hal sederhana dalam filosofi Montessori yang menyentuh hati saya sebagai orang tua.  Pemaparan narasumber Mr. Allan Ang (founder Montessori Haus Asia Singapore) dan Miss Rosalynn (pendiri Montessori Haus Asia Indonesia) tentang bagaimana seharusnya Metode Montessori menjadi lebih simple namun menggairahkan, otomatis menggugah semangat belajar orang tua.

Kebanyakan orang tua dan pembelajar Metode Montessori bersama anak, sering terjebak pada sebatas teknik dan ragam alat peraga saja ketika mempelajarinya. Padahal, filosofi jauh lebih penting untuk dipahami lebih dulu. Ketika orang tua belajar memahami filosofi Metode Montessori, maka semuanya akan menjadi lebih sederhana namun tepat sasaran seperti yang memang diajarkan oleh penggagasnya, Maria Montessori.


Untuk dapat memahami filosofi Metode Montessori, para orang tua dan pembelajar Metode Montessori harus mampu membuang semua ego-nya.  Being unselfish parents. Kemudian, secara perlahan cara berpikir sederhana akan mengikuti. Pada akhirnya, Montessori for everyone akan jadi lebih sederhana untuk diterapkan, alias Montessori Made Simple. 


Metode Montessori bukan hanya diperuntukkan bagi para orang tua, namun juga bagi guru dan pengasuh. Bahkan, para entrepreneur yang ingin menerapkan metode ini di organisasi sekolahnya, sangat penting untuk belajar memahami lebih dulu Metode Montessori dan filosofinya. 

Montessori Haus Asia Indonesia didirikan pada tahun 2017 dan menyediakan layanan training Metode Montessori untuk para orang tua, guru, maupun entrepreneur.  Layanan training mencakup program harian sekitar 1,5 jam, program singkat 25 jam, hingga diploma professional 208 jam yang seluruhnya disupport oleh Montessori Haus Asia Singapore.  Jakarta Montessori atau Montessori yang diselenggarakan di Jakarta dan sekitarnya memberikan kualitas yang setara dengan Singapore.


Untuk lebih jauh mengetahui tentang Montessori Haus Asia, kita dapat mengakses informasi di:
Instagram : @montessorihausasia
Website : http://montessori-haus-asia.com/
Hotline : +6281398674378
Alamat kantor:  PT Montessori Haus Asia Indonesia, Multivision Tower lantai 25, Jl Kuningan Mulia Lot 9B, Jakarta Selatan. 

Tiga Program bersertifikat yang akan dilaksanakan Montessori Haus Asia Indonesia adalah :
1. Professional Diploma In Early Years Montessori & Entrepreneurship 
2. Professional Certificate In Early Years Montessori & Entrepreneurship
3. Certificate Basic Montessori 

Sertifikat ketiga program tersebut dikeluarkan oleh Montessori Haus Singapore, karena pada prinsipnya program di Indonesia didukung penuh dan sejalan dengan yang diterapkan di Singapore. 

Apa itu Metode Montessori


Metode Montessori merupakan metode belajar bagi anak (0 sd. 12 tahun) yang digagas oleh seorang dokter perempuan berkebangsaan Italia, Maria Montessori. Metode belajar anak ini lahir dari hasil observasi Maria Montessori terhadap puluhan anak yang diasuh di Cassa de Bambini.  Ini adalah rumah khusus tempat dititipkannya sejumlah anak ketika orang tua mereka bekerja di pabrik. 


Pada prinsipnya, Metode Montessori menstimulasi semua indera anak dan menekankan pentingnya penyesuaian lingkungan belajar dengan tingkat perkembangan anak.  Metode ini membuat anak aktif secara fisik, sehingga penyerapan konsep akademis dan keterampilan praktik jadi lebih mantap.  

Maria Montessori melalui observasinya di Cassa de Bambini mewariskan ajakan tersirat pada orang tua dan para pengasuh anak.  Kesediaan orang dewasa untuk mengobservasi, kemampuan interpretasi, dan upaya memenuhi kebutuhan anak adalah mutlak.  Karena itu, kita tidak boleh egois.  Be unselfish parents. Tanpa itu semua, metode ini hanya akan menjadi teori yang indah dan sempurna, tetapi tak mampu kita aplikasikan. 


Filosofi Montessori


Filosofi Montessori akan membuat kita sebagai orang tua atau pengasuh agak tertohok, termasuk saya. Saya sering gagal untuk memahami kebutuhan anak dalam perkembangannya, sehingga terjadi beragam drama. Namun, tidak selama demikian sih. Beberapa cara mengasuh anak yang telah saya terapkan, ternyata Montessori banget, he he he.  

Contohnya, tidak pernah saya mengajarkan anak-anak untuk menghafal sekian banyak kosa kata.  Saya hanya memberitahu nama-nama benda di sekeliling mereka, di mana harus diletakkan, dan kegunaannya.  Harapan saya, anak-anak dapat mandiri dalam usia perkembangannya untuk dapat menggunakan benda-benda tersebut sesuai fungsinya. 


Ya, ternyata itu Montessori! Maklumlah, dulu saya belum berkesempatan mempelajari metode ini. 

Di workshop ini Mr Allan mengemukakan konsep penting tersebut dalam Metode Montessori yaitu bahwa setiap lingkungan memiliki nama, kegunaan dan tempat.  “Kita tidak perlu meminta anak  menghafal nama-nama benda, karena yang penting adalah konsepnya.  Akan lebih baik jika kita mengenalkan nama-nama benda di sekeliling dan memberitahu mereka di mana seharusnya benda itu diletakkan dan apa kegunaannya,” papar Mr Allan.   


Beberapa filosofi Montessori yang diungkapkan Mr Allan dan Miss Rosalynn dalam workshop, dan juga saya temukan penjelasannya dalam buku “Jatuh Cinta Pada Montessori” mencakup: 

1. Anak-anak memiliki potensi yang luar biasa di dalam dirinya, mereka bukanlah kertas kosong tanpa isi. Sebab dari itu, sebagai orang tua kita berkewajiban memunculkan potensi itu menjadi kemampuan yang membuat anak jadi mandiri

2. Follow the Child, bukan dalam arti mengikuti semua kemauan anak.  Melainkan, memahami anak dan mengarahkan pada bentuk positif yang kelak bermanfaat bagi kehidupan anak

3. Memberikan kebebasan yang berbatas. Anak-anak diberi kebebasan memilih mana materi yang mereka suka untuk dieksplorasi, karena secara normal itu menunjukkan kebutuhan mereka akan perkembangannya. Namun anak-anak diarahkan untuk beraktivitas secara tertib dan tidak saling mengganggu. Aturan membatasi kebebasan, tetapi tidak mengekang. 

4. Respect the Child.  Belajar menghargai dan dihargai adalah salah satu filosofi Montessori yang sangat mendasar.  Anak-anak yang dihargai akan belajar menghargai orang lain dan hidup lebih bahagia.  Ini menjadi dasar survival hidup yang  penting.


5. Filosofi Penggunaan Alas Kerja.  Ini dilakukan untuk mengajarkan anak tentang konsep teritori dan interaksi sosial.  Mereka akan bekerja dengan material yang ada di alas kerja mereka masing-masing dan tidak saling mengganggu.

6. Meningfull Activity-Future Learning. Maksudnya, semua pekerjaan dari masing-masing material Metode Montessori pada prinsipnya saling berkaitan.  Tidak ada yang tidak bermakna.  Semua bertujuan menyiapkan anak secara menyeluruh untuk menjalani tahapan yang lebih kompleks.

7. Mengawali semua konsep dalam bentuk kongkrit (nyata) untuk kemudian menuju ke abstrak.  Anak-anak usia dini hingga Sekolah Dasar membutuhkan contoh nyata yang dapat disentuh dan berwujud untuk memahami konsep-konsep. Jadi, tak ada gunanya mencekoki dengan hafalan belaka. Konsep satuan, puluhan, ratusan, dan ribuan akan dipahami anak jika diperkenalkan dalam wujud nyata berupa benda yang bisa mereka pegang seperti balok, manik-manik, dan sejenisnya.


8. Menyajikan material ajar dengan rancangan yang teratur yaitu sederhana di awal, meningkat hingga ke yang paling kompleks.  

9. Setiap anak unik, tidak dapat disamakan dan diperbandingkan satu sama lain.  Bisa saja seorang anak yang sudah maju ke tingkat materi kompleks mundur lagi ke yang sederhana.  Konsep Maju-Mundur disesuaikan dengan kebutuhan dan perkembangan anak. 

10. Self Correction.  Material Montessori dirancang dengan konsep self correction sehingga anak dapat mengoreksi dirinya sendiri dan orang tua tidak perlu terlalu banyak menginterupsi.  Sehingga, anak tidak merasa terintimidasi ketika melakukan kesalahan. 

11. Penggabungan usia.  Dalam metode Montessori anak-anak dengan kelompok perkembangan yang berbeda dapat dibaurkan untuk membuat mereka belajar berbagai skill dan survival sebagaimana di kehidupan nyata. 


12. Penggunaan istilah “Work” dan “Learn” , bukan “Play”.  Tujuannya, anak-anak dibiasakan untuk sesuatu yang lebih bermakna. Mereka diperkenalkan untuk mengalami bahwa kegiatan belajar adalah menyenangkan bagai mengerjakan pekerjaan yang paling mereka sukai. 

13. Kolaborasi, bukan Kompetisi. Mengapa?  Sebab, tugas utama anak usia dini adalah belajar memercayai lingkungan, memperkaya pengalaman, dan mengeksplorasi dunia sekelilingnya.  Tugas kita sebagai orang dewasa di sekelilingnya untuk membantu mereka memenuhi kebutuhan itu.  Jika anak yang kebutuhan dasarnya belum terpenuhi sudah diikutkan pada beragam kompetisi, dikhawatirkan si anak akan berpikir bahwa kemenangan adalah segalanya. Pada tahapan berikutnya, anak lebih difokuskan untuk memahami sportivitas ketika terlibat dalam sebuah kompetisi.


Being Unselfish Parents, Be Simple 


Miss Rosalynn menambahkan, dalam menerapkan Metode Montessori ini, orang tua diminta untuk perlahan-lahan/tidak terburu-buru, lebih teratur, dan tidak bersuara lantang. “Memang seharusnya dilakukan tanpa tergesa, sehingga kelihatannya kok ya Montessori itu lambaaat dan ngantuk ya.  Tetapi seperti itulah yang benar,” papar Miss Rosalynn.

Gunakan indoor voice, pesan Miss Rosalynn.  “Suara pelan ya.  Jika suara lantang dikeluarkan orang dewasa, anak-anak akan lebih lantang bersuara.  Jadi berisik semua, cenderung kacau balau,” ujarnya. 

Metode Montessori menekankan stimulasi satu indera, lalu diisolasi, baru lanjut ke stimulus indra berikutnya.  Jadi, anak tidak bingung.  Pada saat bicara memberi instruksi, tangan tidak berbuat apapun.  Namun ketika tangan memberi contoh instruksi, mulut harus diam.  “Begitulah seharusnya, sederhana bukan?” ujar Miss Rosalynn. 


Semuanya itu tidak bisa dilakukan jika orang tua begitu egois.  Ingin semua tertib dan cepat tanpa memperhatikan bagaimana sebetulnya kebutuhan anak pada tahap perkembangannya.

“Jangan salahkan anak kalau materialnya dilempar-lempar dan dia tak tertarik, karena mungkin memang tidak sesuai dengan tahap perkembangannya,” tambahnya.  

Secara logis, 5 area secara berurutan yang diajarkan dalam Metode Montessori adalah:
1. Practical Life (Praktik nyata dalam kehidupan)
2. Sensorial (Indera peraba)
3. Languange (Bahasa)
4. Math (Matematika)
5. Culture (Budaya) 

Sebaiknya dilakukan berurutan penuh kesabaran karena itu sudah disesuaikan dengan tahapan perkembangan anak.  Jangan paksa anak memahami matematika ketika dia belum bisa bicara.  Jangan paksa anak bicara sebelum sensorinya terstimulus dengan baik.



Mr Allan mengingatkan, bahwa Metode Montessori dapat dibuat sederhana karena dapat dilakukan di rumah dengan beragam benda yang ada di rumah. Montessori Made Simple, begitulah seharusnya.

Pada akhirnya Mr Allan dan Miss Rosalynn mengingatkan bahwa yang terpenting adalah orang tua melepas semua ego, meleburkan diri untuk bermain bersama anak, serta mendengarkan kebutuhannya. 

Trial Box Montessori Made Simple 


Workshop singkat ini ditutup dengan praktek material tentang konsep bilangan dalam Metode Montessori oleh Miss Rosalynn. Sebagai oleh-oleh, kami membawa pulang masing-masing sebuah Trial Box “Montessori Made Simple”.  Di dalam Trial Box tersebut, terdapat petunjuk dan material untuk tiga aktivitas yaitu:

1. Menanam Kacang Hijau
2. Mengamati Siklus Hidup Kacang Hijau
3. Permainan Angka 1 sd 10


Ketiga aktivitas tersebut dapat dilakukan bersama anak di rumah.  Aktivitas menanam kacang hijau bertujuan untuk secara konkrit membuat anak terlibat dalam pengamatan tumbuhan dalam bentuk yang paling sederhana.  Selanjutnya, hasil pengamatan itu akan dilanjutkan dengan pemahaman tentang siklus hidup si kacang hijau sebagai salah satu contoh tumbuhan. 


Diharapkan, dengan melakukan aktivitas ini, kosa kata anak-anak akan bertambah.  Mereka juga akan mampu mengurutkan tahapan tumbuh dalam siklus hidup tumbuhan dengan cara yang menyenangkan dan nyata. Kedua aktivitas ini sesuai untuk anak usia dini hingga tahun awal di Sekolah Dasar.






Permainan mengurutkan angka 1 sd 10 sangat sesuai untuk memperkenalkan simbol angka dan mengasah motorik halus pada anak usia dini. Aktivitas ini melibatkan anak aktif secara fisik memegang benda kongkrit sehingga dapat memahami konsepnya. Material yang bergambar dan berwarna cerah akan disukai anak sehingga semangat beraktivitas. 

Didukung Interlac, D’Granola, Ayam Gepuk Mpo Oneng, dan Produk Berkualitas Lainnya


Workshop Montessori ini didukung oleh beberapa brand dari produk berkualitas. Mulai dari produk kesehatan hingga pangan olahan.

Interlac  


Interlac merupakan produk probiotik spesifik Lactobacillus reuteri Protectis yang telah teruji klinis dan direkomendasikan dokter di lebih dari 90 negara.  Formulanya bebas laktosa dengan dosis satu kali sehari, dan aman dikonsumsi bayi baru lahir hingga manula. 

Pada tubuh kita -dari permukaan kulit hingga organ internal dalam sistem fisiologi- terdapat mikroorganisme termasuk bakteri baik yang dalam jumlah tertentu dibutuhkan untuk membantu fungsi sistem organ.  Inilah yang disebut sebagai flora normal.  Ketidakseimbangan flora normal pada tubuh manusia dapat menyebabkan gangguan sistem organ.  Bila terjadi di sistem pencernaan, maka akan terjadi gangguan pencernaan.  Bila terjadi di sistem kemih, akan terjadi gangguan saluran kemih. 


Prinsipnya, ketidakseimbangan flora normal ini akan mengganggu sistem organ tubuh dan terasa oleh kita sebagai penyakit.  Ketidakseimbangan flora normal pada tubuh dapat diatasi dengan memasukkan mikroorganisme bakteri baik ke dalam tubuh untuk membentuk kembali keseimbangannya. Bakteri baik yang dimasukkan ke dalam tubuh inilah yang disebut probiotik. 

Probiotik Interlac dirancang untuk mengembalikan keseimbangan bakteri di saluran pencernaan manusia.  Umumnya gangguan saluran pencernaan yang sering dialami adalah diare dan konstipasi (sulit buang air besar).  Pada bayi, gangguan kolik dan gumoh juga sangat umum ditemui. Gangguan ini semuanya dapat diatasi dengan memberi asupan probiotik yang tepat.  

Mengkonsumsi probiotik Interlac juga sangat dianjurkan dalam terapi antibiotik ketika kita terserang penyakit infeksi.  Sebab, antibiotik seringkali juga membunuh beberapa bakteri baik, selain bakteri jahatnya.  Dengan asupan probiotik yang tepat, akan mengembalikan keseimbangan bakteri baik dalam tubuh kita dan mengurangi efek samping antibiotik.    



Interlac diimpor dari BioGaia yaitu perusahaan Swedia yang dikenal sebagai world leader dalam industri probiotik.  Manfaat interlac telah teruji di lebih 13.000 individu pada 160 uji klinis, jadi Insha Allah aman deh. Sangat dianjurkan untuk menyimpan Interlac pada suhu di bawah 25 derajat Celcius atau dalam lemari es agar kondisinya tetap baik.  

Untuk bayi (0-3 tahun) disarankan mengkonsumsi Interlac Drop dengan aturan pakai 1 x 5 tetes per hari selama lima hari untuk diare.  Untuk konstipasi, dosis yang sama digunakan selama dua minggu pemakaian. Sedangkan untuk Gumoh/ Regurgitasi, dosis yang sama diberikan selama 4 minggu pemakaian. Untuk Kolik, dosis yang sama diberikan selama tiga minggu pemakaian.   Sedangkan pemakaian jangka panjang diberikan untuk terapi imunitas. 


Selain dalam bentuk drop bagi bayi, tersedia juga dalam bentuk bubuk dalam sachet.  Penggunaannya cukup dilarutkan dengan sedikit air, dan diberikan menggunakan sendok.

Interlac juga tersedia dalam bentuk tablet kunyah rasa stroberi dan lemon untuk anak-anak yang lebih besar hingga manula.  Cukup satu tablet sehari, praktis. Untuk diare, dosis satu tablet sehari diberikan selama lima hari.  Untuk konstipasi, dosisnya sama selama 2 minggu pemakaian.  

Apabila konstipasinya kronis pada orang dewasa, pemakaian dilakukan selama satu bulan dengan dosis yang sama. Dosis yang sama juga dianjurkan untuk pendamping konsumsi antibiotik.    Sedangkan pemakaian jangka panjang dianjurkan untuk memperbaiki sistem imun.  

Informasi lengkap tentang Probiotik Interlac dapat diakses di website resmi Interlac yaitu http://www.interlac-probiotics.com.  

D’Granola


Saat workshop berlangsung, para mom blogger peserta workshop juga berkesempatan mencicipi produk sehat  D’Granola.



D’Granola merupakan homemade granola yaitu biji-bijian panggang yang dikemas apik sebagai sumber serat alami yang baik bagi tubuh. Komposisinya adalah gabungan rolled oat, biji labu, biji bunga matahari, cranberry, raisin, extra light olive oil, kurma madu, kayu manis, dan organic sea salt-himalayan salt. 



Diproduksi oleh Healthy Food Partner yang berada di Depok, produk ini rasanya istimewa karena pemiliknya mengklaim memanggang biji-bijian ini dengan cinta! Ya, D’Granola bukan satu-satunya produk sehat yang dibuat dengan cinta oleh Healthy Food Partner.  Banyak ragam produk sejenis lainnya yang bisa dilirik di akun Instagram-nya yaitu @healthy.food.partner.

Jika ingin tahu lebih banyak bisa menghubungi pemiliknya Desi di nomor WA 081381166392 atau IG @destinyours.  


Walaupun granola lazim digunakan sebagai taburan di atas sarapan oat atau smoothie, saya juga menjadikannya cemilan di kantor. Biasanya saya ambil sekitar 3 sendok makan lalu dicampurkan satu sendok teh chia seed.  Lantas, dicemil deh.  Daripada nyemil gorengan, lebih baik nyemil granola deh he he he.  


Ayam Gepuk Mpo Oneng


Oya, saat workshop Montessori para mom blogger disuguhi makan siang dengan menu Ayam Gepuk Mpo Oneng.  Rasanya nampol banget memang.  Terutama sambalnya yang pas pedasnya. Nyess di lidah!  Bumbu ayam gepuk dan tempenya juga meresap sampai ke dalam, jadi nyamleng kalau kata Wong Jowo.


Untuk saya yang sudah harus membatasi makan nasi, porsi nasi di Ayam Gepuk Mpo Oneng memang tampak terlalu banyak.  Tapi bagi mereka yang memang lapar, cukup lah.  

Informasi Ayam Gepuk Mpo Oneng bisa ditilik di akun Instagram-nya @ayamgepukmpooneng , atau bisa tanya-tanya di nomor WA 0812 8023 1986.  Ayam Gepuk Mpo Oneng juga sudah hadir di dua outlet yaitu:

  • Outlet 2 di Warung Hangout BSD Jl Kencana Loka Blok J5 No 8
  • Outlet 1 di Bukit Dago Cluster Pasadena Blok F8 No 12.  
Bisa disorder via Go Food juga lho.  

Produk Berkualitas Lainnya


Produk berkualitas lainnya yang turut mendukung workshop Montessori adalah Minuman Sehat Toru Oatmilk (Akun IG: @toru.id), Makaroni Makkeik by Dapur Ibu (Akun IG: @makkeik), dan Kue Pepe Babah Gemoek (Akun IG: @babahgemoek). 






Usai mengikuti workshop Montessori, bukan hanya wawasan baru tentang metode ini yang didapat.  Tetapi juga semangat untuk menjadi orang tua yang lebih sabar dan tidak egois. Juga, jadi bertambah referensi baru untuk produk-produk berkualitas yang menjadi pendukung acara ini.  Terima kasih Mom Blogger Community dan Montessori Haus Asia, sampai jumpa lagi di kegiatan bermanfaat lainnya.  (Opi) 




**Foto-foto dalam tulisan ini bersumber dari akun sosial media (Instagram) brand pendukung, dokumentasi penulis, official website brand pendukung, Mom Blogger Community, dan Montessori Haus Asia. 

Referensi: 

Materi Workshop Metode Montessori “Nurture The Nature, Montessori Approach in Parenting Young Children” ;  Mr. Allan Ang dan Miss Rosalynn; 22 Juli 2018. 

Jatuh hati pada Montessori, Seni Mengasuh Anak Usia Dini; Vidya Dwina Paramita; Penerbit Bentang Pustaka; Cetakan keempat Maret 2018; 211 hlm.  

G+

6 komentar :

  1. Sebagai ibu baru yg nyemplung di dunia pengasuhan.. paparannya sangat bermanfaat sekali mbak Opi, "org tua jgn egois, jika anak melempar berarti ia TDK tertarik atau TDK sesuai usianya" aku banyak belajar juga jadinya cara stimulus anak yg benar tanpa paksaan. Tks for sharing

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama sih mbaaaa, saya juga gitu. Malah kadang suka nyesel krn skr anak anak dah lewat masa balita.... Huhuhu.....

      Hapus
  2. thanks sharinynya mba, kebetulan lagi pengen belajar ini karna anak saya usia 18 bulan sedang cari ide untuk mengasah kemampuan motorik halus dan motorik kasarnya.

    selain itu mainan yang meningkatkan bounding antara anak dan bunda sepertinya emang perlu banget ya mba, apalagi aku sebagai working mom.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah mbaaa udah belajar Montessori sejak anak usia segitu, dulu sy mah blum tahu..... Skr enak mba belajar bs dr mana aja asal mau ... bnyk yg sharing dan bnyk kesempatan utk asah skill di komunitas. Asal pinter bagi waktu aja ya mba sama kerjaan hehehe. Semangat yaaaakkk

      Hapus

Back to Top