Selasa, Mei 07, 2019

5 Tips Agar Keuangan Tak Babak Belur di Bulan Ramadan


Babak belur, macam habis berkelahi saja. Olala.  Berkelahi dengan nafsu belanja? He he he.  

Kondisi babak belur nyaris dialami para ibu sebagai Manager Keuangan Keluarga setiap Ramadan-Syawal menjelang hingga berakhir! Hayooo, bener ngga?.... Yang babak belur bukan badannya, tapi kondisi keuangan keluarga. Saking banyaknya pengeluaran yang tidak sebanding dengan pemasukan yang ada.  Walhasil, boncos deh mak! Babak belur dan tiba-tiba saldo minimal. Waduh!  

Fenomena ini menjadi topik hangat yang dibahas dalam Talk Show  “Anti Boncos di Bulan Ramadan” pada Kamis, 2 Mei 2019 lalu di Co Hive Plaza Kuningan Jakarta.  Saya berkesempatan menghadirinya atas undangan dari Komunitas Blogger “The Urban Mama Bloggers”.  



Dikemas apik, sebagai ibu jadi tergugah nih untuk lebih terencana dan disiplin mengelola keuangan keluarga di season khusus Ramadan-Syawal.  Soalnya, banyak tantangannya. Termasuk di tengah badai promo toko toko ya mak….

Narasumber talkshow berfaedah ini adalah Ligwina Hananto (Financial Trainer & CEO PT. Quantum Magna Financial, Adinda Proehoeman (Perwakilan Marketing Giant dan Hero), Andin Citra (Marketing & Media Specialist IKEA), dan  Erin Arifin  (Head of Marketing Guardian).  

Ciamik banget kan Mba Ligwina hadir memberikan sharing perencanaan keuangan di tengah promo belanja retail dari Hero, Giant, Ikea, dan Guardian.  



Direktur PT Hero Supermarket Tbk., Hadrianus Wahyu Trikusumo juga hadir menyapa para The Urban Mama Bloggers yang antusias mengikuti talkshow.  Antusias karena mau tahu promo juga lho!  Tetep yah!

Kenapa sih musti babak belur setiap bulan puasa?  Mustinya kan kita bahagia ya bisa menjalankan ibadah puasa sebulan penuh dan bersuka ria di Idul Fitri bersama keluarga tercinta. Yang merantau bisa pulang kampung, mudik cuy! Yang terpencar bisa berkumpul.  Senang banget kan….. 



Namun, kebahagiaan itu ternodai akibat kita kurang peduli mengantisipasi dan jujur pada diri sendiri tentang kemampuan keuangan keluarga. Babak belur lah jadinya. Ini nih faktor yang sering menjadi penyebab utama pengeluaran di bulan Ramadan bikin babak belur alias boncos, menurut Ligwina Haryanto: 

1. Hasrat memberikan yang terbaik untuk keluarga, tak seiring dengan kontrol diri.


Sebagai ibu yang sangat mencintai keluarga, selalu ingin memberikan yang terbaik bagi keluarganya.  Apalagi di bulan Ramadan. Ibu mana sih yang tidak semangat menyediakan hidangan berbuka terbaik bagi keluarganya?... Iya sih.  

Saya aja nih, yang ngga pinter-pinter amat masak, tetiba jadi beda di bulan puasa.  Setiap hari pasti tanya ke anak, “Mas, Ade, nanti mau menu buka puasa apa nih?”  Padahal anak-anaknya cuek aja sambil jawab, “Kurma aja cukup Bu,” jawab si Sulung yang emang karakternya sahaja banget.  Adiknya paling jawab, “Apa aja deh yang enak, Bu,”  seolah percaya seribu persen ibunya bakal menyediakan makanan terenak sedunia. 

Hasrat untuk menyediakan makanan terbaik bagi keluarga ini nih, yang jadi cikal bakal pemborosan jika tak terkontrol dengan baik. Biaya rutin untuk belanja dapur yang biasanya mengcover tiga kali makan dalam sehari, justru melonjak ketika bulan Ramadan padahal cuma makan dua kali sehari. Kok bisa?  

Ya karena segala rupa mau dibeli. Rasanya semua makanan harus ada di atas meja saat berbuka puasa. Nah, gimana ngga babak belur nih? Kontrol dirinya ngga berfungsi, mak!



Bagi para Ibu pekerja, mustinya bisa lebih mengurangi pengeluaran makan siang di kantor karena ngga perlu ada acara makan siang selama Ramadan.  Mustinya sih,  biaya rutin bisa turun selama Ramadan.  Tapi sebaliknya biaya untuk belanja di rumah justru berlipat ganda dan tidak sebanding dengan penurunan itu.  Tetep ya mak, boncos. 

2. Badai Bukber 


Di bulan Ramadan, ngga bisa dipungkiri lagi yang namanya tradisi Buka Puasa Bersama alias Bukber jadi marak.  Mulai Bukber teman SD, SMP, SMA, kuliah, temen kantor, klien, komunitas, dan lain lain.  Seabrek deh pokoknya.  Yang namanya Bukber gini ngga mungkin di tempat yang biasa-biasa aja.  Minimal di restoran atau food court mall.  

Jadilah setiap Bukber harus alokasikan dana lebih untuk makan mahal. Lebih sering bukber, lebih besar lagi alokasi dana pengeluaran.  Walhasil, boncos deh.  

3. Semangat berbagi terlewat batas, lupa kontrol deh.


Tak disangkal lagi semangat berbagi untuk bersedekah dan berinfaq di bulan Ramadan itu sungguh mulia.  Berbagi apapun, mulai dari makanan sampai uang.  Bukan muslim saja bahkan yang non muslim juga ikut partisipasi menolong sesama.  

Memang ada petuah dalam ajaran Islam bahwa berbagi harta tidak akan membuat kita menjadi miskin, malah akan melipatgandakan rezeki.  Iya betul, karena yang dimaksud rezeki bukan uang belaka.  Rezeki bisa berupa silaturaim yang terjalin erat, kawan yang perhatian, keluarga yang sehat dan rukun, serta kemudahan dan kelapangan dalam aktivitas hidup.  



Berbagi harta benda banyak-banyak dengan tujuan amal Ramadan tanpa mengontrol berapa pemasukan dan berapa kebutuhan hidup yang lainnya, membuat keuangan jadi babak belur.  Boleh-boleh saja berbagi, tetapi tetap realistis dengan kebutuhan pengeluaran yang tidak mungkin meminta bantuan orang lain begitu saja bukan?  Akan kedengaran aneh jika menyumbang dhuafa sekian banyak, tetapi uang bayaran sekolah anak-anak nunggak 3 bulan. Nah… gimana tuh 

Ketiga sebab utama itu, sebetulnya bisa diwaspadai.  Toh Ramadan-Syawal datang setiap tahun.  Masa sih mau kalah set terus dan babak belur setiap tahun?. 

Bagaimana caranya supaya keuangan tak babak belur di bulan Ramadan?  Ini lima tips yang ampuh buat para ibu agar anti boncos di bulan Ramadan, hasil resume saya setelah menghadiri talkshownya.  Tipsnya adalah : 

1. Perencanaan Keuangan Anti Baper 
2. Tertib Keuangan Bulanan dan Tahunan
3. Manfaatkan Promo Toko Berbasis Kebutuhan 
4. Subsidi Silang Pos-Pos Pengeluaran 
5. Cerdas dengan Magical Shopping Account

Yuk kita bahas astu persatu ya:

1. Perencanaan Keuangan Anti Baper 


Perencanaan yang baik itu dasar yang vital lho.  Apapun kalau ngga ada perencanaannya, pasti ngga fokus dan byaaaaar. Tanpa arah. Begitu pula jelang Ramadan, minimal sebagai Ibu kita sudah merencanakan poin-poin utama pengeluaran serta sumber pemasukannya.  

Perencanaan yang bagus itu yang berbasis kebutuhan, bukan keinginan.  Cek ulang kebutuhan di bulan Ramadan nanti apa saja, kebutuhan mana saja yang harus dipenuhi lebih dulu,  mana yang bisa dieliminasi.  Mana yang budgetnya bakal up, mana yang perlu disunat. 



Anti baper itu wajib lho mak dalam menyusun perencanaan.  Kalau memang ngga perlu bukber sampai 5 kali, ya terus kenapa?  Jujur aja.  Kalau memang perlu beli baju koko putih untuk anak-anak sebagai dress code sekolah saat Ramadan, sementara baju putih mereka sudah kekecilan, ya sok atuh dibeli bajunya.  Itu kan kebutuhan. 

Kalau memang ngga perlu mudik tiap tahun karena ongkosnya bisa 3 kali lipat gaji bulanan sementara THR hanya satu bulan gaji, trus mau maksain diri?...  Mudiknya bisa diatur di luar Ramadan-Idul Fitri supaya biayanya masih terjangkau dan ngga perlu hutang sana sini.  Jujur saja dan ngga perlu baper dengan orang lain yang bisa mudik tiap tahun pas jelang Idul Fitri.  

2. Tertib Keuangan Bulanan dan Tahunan


Penting banget untuk membedakan pengeluaran bulanan dan tahunan, karena sumber pemasukannya beda.  Pengeluaran selama Ramadan harusnya diambil dari pemasukan bulanan (gaji/pendapatan yang diterima di bulan tersebut).  Sementara untuk keperluan Idul Fitri, diambil dari Tunjangan Hari Raya (THR) sebagai pemasukan tahunan.  

Sayangnya, kita sering ngga tertib. THR yang diterima di pertengahan Ramadan justru digunakan untuk kebutuhan rutin di sisa hari bulan Ramadan juga. Ini karena pengeluaran terlalu boros sehingga menggunakan sumber pemasukan lain.  Walhasil, THR yang harusnya bisa disisihkan 20% untuk ditabung/investasi/berqurban di Idul Adha, sudah keburu habis tak bersisa. 

Terus, bagaimana bagi yang tidak punya THR? Ya ini, PR bagi diri sendiri untuk menyiapkan THR bagi diri sendiri. 

Jadi, harus berani tertib menggunakan sumber pemasukan bulanan dan tahunan. Jika pemasukan bulanan tidak bertambah, jangan menambah pengeluaran baru di bulan yang sama.  Intinya, jangan menambah pengeluaran Ramadan dengan beli-beli barang yang sebetulnya belum dibutuhkan.  Mentang-mentang banyak promo, dibeli semua.  Wah ini.  

Gimana caranya supaya tertib? Sekali lagi balik ke tips pertama: perencanaan.  Buat perencanaan dan patuhi.  Ini caranya latihan tertib. Landasan untuk tertib adalah menjalankan perencanaan yang dibuat sendiri. Apa gunanya buat perencanaan kalau tidak dijalankan?


3. Manfaatkan Promo Toko Berbasis Kebutuhan 


Bulan Ramadan sudah pasti akan banyak promo toko bertebaran di online maupun offline.  Sebetulnya ini bisa jadi  anugerah sekaligus musibah.  Anugerah apabila kita gunakan kesempatan ini untuk memenuhi kebutuhan. Musibah kalau kita ngga punya kontrol diri yang cukup sehingga semua barang promo dibeli, ngga peduli butuh atau cuma ingin.  

Daaaan…. Ternyata menjelang serta selama Ramadan promo toko itu badai banget mak.  Ini dia diantaranya:

PROMO Hero Supermarket  (spesialis kualitas)
Mengusung program Pasar Ramadan 30 days of discovery, yaitu program promosi dengan minimum pembelanjaan Rp 300.000 berhak untuk melakukan pembelian produk yang sudah ditentukan dengan harga spesial. Selain itu terdapat program promosi Tematik 30 Days of Discovery selama periode Ramadan yaitu dari tanggal 29 April – 6 Juni 2019 dengan menghadirkan ribuan produk berkualitas dengan merek terbaik. Untuk mendapatkan informasi lebih lengkap silahkan kunjungi website www.herosupermarket.id 


PROMO Giant (spesialis murah)
Menawarkan ribuan produk dengan harga terjangkau melalui program Belanja Murah Bulan Berkah, serta Pasar Ramadan Berlimpah Berkah dan Santap Segera Saat Berbuka.   Giant menghadirkan menu-menu baru dari kategori makanan siap saji dengan sajian yang menggugah selera dan harga yang murah. Untuk informasi lebih lengkap silahkan kunjungi website www.giant.co.id

PROMO Guardian 
Guardian menghadirkan berbagai inspirasi menarik melalui program Fit & Cantik untuk menjaga tubuh tetap sehat dan merawat kecantikan selama Ramadan.  Ratusan produk ditawarkan dengan diskon spesial sampai 30%.  Juga ada berbagai tips untuk menjaga tubuh tetap fit & cantik selama bulan puasa. Promo akan berlangsung pada periode 25 April – 22 Mei 2019. Selain itu ada juga promo +1000, yaitu pelanggan cukup menambahkan Rp 1000 dan mendapatkan produk kedua secara gratis.  Ini berlaku untuk ratusan produk favorit. Info dan penawaran lengkapnya, ikuti Instagram: @guardian_id. 



PROMO IKEA 
Untuk menyempurnakan perabot rumah tangga di bulan Ramadan, IKEA memberikan penawaran terbatas untuk pembelian wajan IDENTISK dari harga Rp 499.000 turun harga menjadi Rp 399.200.  Promo ini berlangsung dari tanggal 26 April-5 Mei 2019. Tidak hanya itu saja, ada Gift voucher IKEA senilai Rp 1.500.000 untuk setiap pembelian METOD Kitchen dengan minimum pembelian Rp 15 juta dan kelipatan Rp 5 juta selama periode 25 April – 26 Mei 2019.  Penawaran menarik lainnya selama bulan Ramadan selalu di update melalui website www.IKEA.co.id



Waduh, badai banget kan ya promo-promonya.  Nah, ibu bijak langsung cek perencanaan kebutuhan yang sudah dibuat dan langsung cek ke sekian banyak promo tersebut , mana yang dapat dimanfaatkan.  Itu baru namanya cerdas dan bijak. 

4. Subsidi Silang Pos-Pos Pengeluaran 


Tips cerdas lainnya adalah melakukan subsidi silang antar pos pengeluaran di bulan Ramadan.  Di bulan Ramadan, ada pos pengeluaran yang jumlahnya menurun ada pula yang naik. Pos yang jumlahnya naik kita biayai dari selisih dari pengeluaran pada pos yang jumlahnya turun.  

Misalnya saja, pengeluaran untuk makan siang selama Ramadan dialihkan untuk beramal/berinfaq/bersedekah. Sedangkan pengeluaran untuk konsumsi/makan tidak perlu ditambah.  Kalaupun ditambah, mungkin sepersekian saja, sisanya untuk bersedekah.  

5. Cerdas dengan Magical Shopping Account


Tips dari Ligwina Hananto yang satu ini perlu sekali dipraktekkan.  Bagi perempuan yang hobi banget belanja dan menyadari hobinya ini tidak bisa dieliminasi, perlu menerapkan Magical Shopping Account.  

Jadi, buat account khusus untuk belanja, yang pemasukannya berasal dari auto debit rutin tiap bulan dari penghasilan bulanan.  Jumlah yang disetor tiap bulan ke rekening belanja ini misalnya lima raus ribu per bulan, atau sepersekian dari gaji, atau jumlah lainnya disesuaikan dengan kemampuan.  

“Shopping itu kalau dilarang pasti akan dilanggar, bagi yang hobinya memang shopping ya,” kata Ligwina.  Jadi, daripada dilanggar sekaligus saja dibuatkan accountnya.  Account ini bisa digunakan untuk kebutuhan belanja saat ada pengeluaran yang lebih di bulan Ramadan.  Jadi ngga bakal boncos lagi. 
Nah, kelima tips ini bisa langsung dipraktekkan lho. Mumpung baru awal Ramadan. 
Apalagi saya nih yang sudah terima surat dari sekolah anak-anak bahwa uang SPP Mei dan Juni wajib dibayarkan pada awal Mei karena libur akhir tahun pelajaran bersamaan dengan libur Idul Fitri.  Nah, musti pinter atur keuangan kan karena di awal Ramadan tiba-tiba pengeluaran jadi dobel.   (Loh kok curhat :))
Jangan sampai boncos ya mak….. Met puasa semuanya dan tetap semangat yaaaa…. (Opi) 


#RamadanAntiBoncos #herosupermarket #alwaysfresh #keGuardianyuk #Guardianangels #giantindonesia #gianthargamurahsetiaphari #ayokeIKEa  #TUMBloggersMeetUp 

** foto foto adalah koleksi The Urban Mama Bloggers dan koleksi pribadi.  

Tambahan info bernuansa iklan hehehe: 


Buat saya yang kudet, baru paham kalau IKEA satu group dengan Hero, Giant dan Guardian.  Nah siapa tahu ada yang belum ngeh juga dengan retail-retail ini, yuk deh.  Pantengin juga promo-promonya selama Ramadan yah… biar ngga boncos, pilih yang cermat ya mak!!

Hero Supermarket menawarkan pengalaman berbelanja yang berkualitas, menghadirkan pilihan produk yang beragam, keunggulan harga dan layanan pelanggan. Produk yang premium, produk lokal yang segar serta produk eksklusif dengan merek internasional menjadi keunggulan utama Hero Supermarket. 

Giant menawarkan berbagai macam produk dengan harga terjangkau. Giant memiliki tiga format yaitu Giant Ekstra, Giant Ekspres yang mengutamakan efisiensi serta kenyamanan berbelanja di berbagai lokasi strategis. 

Guardian menawarkan berbagai macam produk perawatan kesehatan, dan kecantikan serta produk personal care dengan tenaga spesialis yang akan membantu pelanggan dalam memberikan saran yang tepat dan pelayanan yang terbaik. 

IKEA menyediakan rangkaian lengkap produk perlengkapan rumah tangga yang terjangkau dan unik. Selain itu, IKEA berupaya untuk memperbaiki kehidupan sehari-hari konsumen dengan menggabungkan fungsi, kualitas, desain dan harga, didukung oleh komitmen yang kuat untuk keberlanjutan. IKEA mencanangkan misinya “untuk menciptakan kehidupan sehari-hari yang lebih baik bagi banyak orang”.



Back to Top