Senin, Juni 25, 2018

Cek KLIK : Cek Pangan Aman Saat Mudik


Mudik Lebaran 1439 H baru saja berlalu. Perjalanan ke kampung halaman meninggalkan cerita seru. Saya dan keluarga juga merasakan asyiknya mudik dengan waktu tempuh perjalanan sekitar 11 jam dari Depok (Provinsi Jawa Barat) menuju Kotabumi (Provinsi Lampung). Sepanjang perjalanan, kami hobi ngemil dan makan!  Banyak jajan deh pokoknya. 

Tapi, bukan asal jajan lho ya.  #PanganAmanMudik harus diperhatikan dong. Kami sekeluarga menerapkan metode #CekKLIKBPOM (Cek Kemasan, Label, Izin Edar, dan Kedaluwarsa) agar pangan olahan dalam kemasan yang dikonsumsi saat mudik dipastikan aman. Pastinya, ngga asyik banget kalau perjalanan mudik yang seru harus terhambat oleh gangguan saluran pencernaan akibat salah mengkonsumsi pangan siap saji. 

Cek KLIK Pangan dan Obat-Obatan: Wajib!


Cek KLIK adalah metode sederhana yang disosialisasikan Badan Pengawas Obat dan Makanan  (Badan POM) kepada masyarakat agar peduli keamanan dalam mengkonsumsi baik pangan mau obat-obatan.  Termasuk juga produk kecantikan dan jamu-jamuan. 

Badan POM merupakan satu-satunya lembaga negara RI yang bertugas mengatur dan mengawasi peredaran produk pangan dan obat-obatan di Indonesia. Meski demikian, kepedulian untuk menggunakan produk yang aman adalah juga tanggung jawab kita sebagai konsumen.  Karena itulah, metode Cek KLIK ini dijadikan pegangan bagi masyarakat.  

Metode #CekKLIKBPOM dilakukan dengan 4 langkah sederhana yaitu:

K untuk Kemasan 
Langkah Pertama:  Cek Kemasan produk yang akan dikonsumsi dengan teliti.  Perhatikan apakah kemasan masih tertutup rapat dan tidak terdapat kebocoran yang memungkinkan kontaminasi.  Hindari mengkonsumsi produk yang kemasannya rusak, bocor, atau meragukan. Produk makanan yang kemasannya rusak, rawan terkontaminasi bakteri.  Sementara obat, produk kecantikan dan jamu-jauman akan berubah kandungan serta zat aktifnya apabila kemasannya rusak.  

Kebanyakan pangan siap saji dikemas dengan plastik.  Sebagai konsumen kita perlu mengetahui jenis-jenis kemasan plastik dan penempatannya agar isi produk tetap prima.  





Sumber Gambar : Twitter @bpom-ri 

L untuk Label
Langkah Kedua: Cek Label pada produk yang akan dikonsumsi untuk mengetahui nama produk, informasi kandungan, nilai gizi, zat aktif, nama produsen ataupun importir, layanan konsumen, serta kode produksinya. Jika label keseluruhannya dalam bahasa asing tanpa terjemahan dan kita tidak memahaminya, lebih baik hindari saja.  

Label Izin Edar penting untuk diperhatikan karena produk tanpa Izin Edar berpotensi bahaya bagi kesehatan.  Produk yang sudah memiliki Izin Edar artinya sudah memenuhi syarat-syarat yang ditentukan Badan POM untuk peredaran pangan dan obat-obatan.  

Untuk beberapa produk industri rumah tangga, memang biasanya tidak memiliki Nomor Izin Edar dari Badan POM.  Industri berskala rumah tangga dengan modal terbatas cukup mendaftarkan produk yang akan dipasarkan melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat.  Lalu, akan didapat Nomor SP (Sertifikat Penyuluhan) dan Nomor P-IRT (Pangan Industri Rumah Tangga).  

Khusus, untuk muslim sangat penting untuk memperhatikan label Halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) pada kemasan.  Label Halal menunjukkan bahwa produk aman dikonsumsi sesuai syariat Islam. 

Sumber Gambar : Twitter @bpom-ri 


I untuk Izin Edar 
Langkah Ketiga: Cek Izin Edar produk pangan yang tertera pada kemasan.  Pengecekan Izin Edar produk ke situs Badan POM dapat dilakukan baik melalui aplikasi Cek BPOM maupun langsung masuk ke situs http://cekbpom.pom.go.id/.  Aplikasi Cek BPOM dapat diunduh melalui PlayStore pada perangkat seluler dengan sistem operasi Android.  Kesesuaian Izin Edar hasil pengecekan akan membuat kita yakin aman.  




Cek Nomor Izin Edar Produk Melalui Aplikasi Cek BPOM
Sumber Gambar : Twitter @bpom-ri 



Cek Nomor Izin Edar Produk Melalui Situs official www.cekbpom.pom.go.id
Sumber Gambar : cekbpom.pom.go.id
Apabila label kemasan produk tidak mencantumkan Izin Edar, sebaiknya jangan dikonsumsi.  Tidak adanya Izin Edar menunjukkan produk tersebut belum didaftarkan ke Badan POM untuk diuji kelayakan edarnya bagi konsumen.  Kelayakan edar itu meliputi kriteria keamanan, mutu, dan gizi yang dipersyaratkan. 


Sumber Gambar : Twitter @bpom-ri 

K untuk Kedaluwarsa 
Langkah Keempat: Cek Kedaluwarsa produk, hingga kapan produk aman digunakan. Tanggal batas aman penggunaan produk harus tercantum jelas di kemasan.  Dengan demikian kita dapat memutuskan untuk mengkonsumsinya atau tidak. 

Sebelum berangkat mudik, terlebih dahulu saya memperhatikan metode ini agar dapat diterapkan di perjalanan mudik saat membeli produk pangan dalam kemasan.  Tidak lupa, anak-anak juga diberitahu supaya ikut peduli sejak dini. 

Sebelum tersosialisasi Metode Cek KLIK, kami biasanya hanya terbatas mengecek label Halal dan Kedaluwarsa.  Namun, ternyata bukan sekedar itu yang perlu diperhatikan.  Ini untuk keamanan bersama. 

Pengecekan dengan Metode Cek KLIK ini sifatnya menyeluruh, tidak sebagian-sebagian.  Jadi, walaupun tanggal kedaluwarsanya belum lewat tetapi kemasannya sudah rusak, jangan dibeli. Kemasan, Label, Izin Edar, dan Kedaluwarsa (KLIK) adalah satu kesatuan yang musti diperhatikan untuk keamanan.  


Sumber Gambar : Twitter @bpom-ri 


Metode Cek KLIK ini juga dipampang di website resmi Badan POM yaitu www.pom.go.id lho. Pengaduan untuk hal terkait produk pangan dan obat dapat menghubungi Contact Center BPOM yaitu halobpom 1500533.  

Info grafis metode Cek KLIK bahkan lengkap dibagikan di media sosial Badan POM. Aktivitas penting terkait pengawasan obat dan makanan bisa diikuti di media sosial Badan POM yaitu Facebook bpom.official, Twitter @bpom-ri, dan Instagram @bpom-ri.  

Cek KLIK Jajanan Mudik di Kapal Ferry


Bermodalkan metode Cek KLIK (Cek Kemasan, Label, Izin Edar, dan Kedaluwarsa), kami menikmati jajan pangan siap saji saat perjalanan mudik. Kami sekeluarga mudik ke Kotabumi, Lampung Utara, menyeberangi Selat Sunda dengan kapal ferry.  


Makanan favorit anak-anak setiap naik kapal ferry adalah mie seduh siap saji. Sehari-hari, kami hampir tidak pernah makan makanan jenis ini, lho.  Tetapi setiap mudik naik kapal ferry, selalu saja bau mie seduh siap saji bercampur bau laut yang khas tercium di kafetaria kapal.  Menggoda untuk dinikmati! Susah untuk dikalahkan godaannya.  Tapi bagi mereka yang biasa naik kapal, pasti setuju ya... he he he.....

Luluh lah saya pada akhirnya dan selalu saja mengizinkan anak-anak untuk pesan mie seduh siap saji! Padahal sekembalinya ke darat, mereka tidak akan pernah minta makanan jenis ini.  Sedapnya hanya ketika berada di kapal! Momen banget deh!

Kapal ferry siap mengantar penyeberangan mudik di Selat Sunda
(Foto: Novi)

Suasana di pelabuhan ketika memasuki kapal ferry
(Foto: Novi)
Saat mudik Idul Fitri 1439 H lalu, kebetulan kami berkesempatan menyewa kamar VIP di kapal ferry Kapal Motor Penumpang (KMP) Mustika Kencana yang dikelola PT Dharma Lautan Utama.  Biasanya, tahun-tahun sebelumnya, kami cuma lesehan saja di ruang lesehan.  Lalu jika ingin makan mie, langsung menuju ke kafetaria dan makan di sana.  Kamar VIP yang kami tempati kali ini dilengkapi pendingin ruangan dan fasilitas layar digital yang memutar film.  Nyaman.  

Asyik makan mie seduh siap saji di ruang VIP kapal ferry
(Foto: Novi)

Asyik makan mie seduh siap saji di ruang VIP kapal ferry
(Foto: Novi)

Pose kenyang setelah makan bersama
(Foto: Novi)
Ada dua tempat tidur dengan selimut terbentang.  Keduanya direntang oleh jendela kaca bertirai yang menghadap ke haluan kapal. Karena mengantuk akibat kurang tidur sehabis itikaf di masjid pada sepuluh hari terakhir Ramadhan, suami saya langsung rebahan di ranjang.  Ceritanya sih, mau istirahat selama dua jam waktu penyeberangan dari Pelabuhan Merak ke Pelabuhan Bakauheni.  Supaya fresh menyetir kembali hingga ke Kotabumi. 

Pastikan ada nomor Izin Edar, Label Halal, kode produksi, nama produsen,
juga tanggal kedaluwarsa
(Foto: Novi)

Pastikan ada petunjuk penyajian yang jelas pada kemasan
(Foto: Novi)
Saya dan anak-anak pergi ke kafetaria memesan mie seduh siap saji untuk sekeluarga.  Nah, ini... kami agak repot untuk melakukan metode Cek KLIK karena petugas kafetaria langsung mengambil produk mie dan menyeduhnya.  Kami hanya bisa melihat bahwa mie yang diambil masih dalam kemasan yang baik. Mulus tersegel. Tidak nampak ada kemasan yang rusak atau sudah terbuka. Selanjutnya kembali lah ke kamar, sementara petugas menyusul membawakan pesanan kami. 

Saya dan anak-anak tidak segera memakan mie seduh siap saji setelah petugas kafetaria mengantarnya ke kamar. Terlebih dulu, saya meminta anak-anak memeriksa Label, Izin Edar, dan Kedaluwarsa pada produk mie yang dipesan.  Cek KLIK nih !!

Pastikan nama produk dan merk jelas tertera
(Foto: Novi)
“Kalau ternyata sudah kedaluwarsa, jangan dimakan.  Biar ibu kembalikan kepada petugas,” kata saya.

“Aman kok Bu, “ kata Si Sulung. Dia menunjuk tanggal kedaluwarsa yang masih beberapa bulan ke depan dari sekarang. Si Bungsu juga menunjukkan pada saya label Halal dan Izin Edar pada kemasan bagian atas mie.  

“Oke, aman ya. Sekarang silakan makaaaaan. Berdoa dulu ya anak-anak manis,” kata saya sambil tersenyum. 

Pada kemasan mie seduh siap saji yang kami nikmati juga tertera dengan jelas produsen, kode produksi, alamat, dan nomor kontak pengaduan konsumen.  

“Kalau mie nya ngga enak, kita telpon ke sini nih Bu,” ujar si Sulung menunjuk nomor layanan aduan konsumen. 

Pastikan ada nomor pengaduan dan layanan konsumen di kemasan
(Foto: Novi)
“Iya, betul.  Selalu perhatikan ya.  Ini namanya metode Cek KLIK.  Kakak dan Adik terapkan ini setiap mau jajan ya.  Supaya kita yakin bahwa jajanan yang dibeli aman untuk dikonsumsi,” pesan saya. 

“Okeeee Ibuuu sayaaang,” jawab mereka serentak. Lalu lahap makan mie. 

Kehebohan kami membangunkan ayah dari rebahnya.  Bau mie seduh siap saji yang terhidang menggodanya untuk turut menikmati.  Jadilah kami makan bersama-sama sekeluarga. Asyik! 

Wefie di ruang VIP kapal ferry setelah menikmati mie seduh siap saji
(Foto: Erwan Julianto)


Peduli Cek KLIK Sedari Cilik  


Tak hanya ketika mudik, saya menekankan pada anak-anak untuk menerapkan Metode Cek KLIK setiap saat.  Sejak dini, kita memang perlu mengedukasi anak-anak agar peduli terhadap keamanan konsumsi pangan dan obat-obatan.  Sedari cilik, kita biasakan anak-anak untuk menerapkan metode Cek KLIK ini dengan seksama.  Momen mudik, menjadi saat yang menyenangkan untuk menerapkannya.  Sebab, saat mudik anak-anak cenderung banyak jajan pangan siap saji, he he he ...

Sumber Gambar : Twitter @bpom-ri 
Setibanya di Bakauheni, di sepanjang perjalanan darat menuju Kotabumi, kami juga beberapa kali singgah di toko atau restoran untuk jajan. Suami saya sangat suka makan cemilan kriuk kriuk seperti kerupuk kemplang dan kelanting dari tepung singkong.  Anak-anak juga setipe dengan ayahnya.  Kalau sudah makan kerupuk, tidak bisa berhenti! Beberapa kali kami singgah ke toko membeli kemplang dan kelanting untuk dicemil di jalan. Trik saya, memang membeli sedikit-sedikit saja, sekali habis.  Jika ingin lagi, beli lagi di toko berikutnya.  Dengan begitu, tidak ada makanan yang terbuang mubazir.  

Termasuk untuk jajan makanan produksi Industri Rumah Tangga, metode Cek KLIK juga wajib diterapkan. Beberapa kali, saya dan anak-anak membatalkan untuk membeli cemilan produksi industri rumah tangga karena kemasannya meragukan.  Tampak sudah lusuh walaupun tanggal kedaluwarsanya belum lewat.  Daripada ragu, lebih baik batalkan untuk membeli dan mengkonsumsinya. 

Sumber Gambar : Twitter @bpom-ri 
Setiap kali akan jajan di perjalanan mudik, saya selalu melibatkan anak-anak.  Supaya, mereka juga merasa bertanggung jawab terhadap keamanan pangan siap saji yang dikonsumsi. Mudik dengan Cek KLIK jadi pembelajaran yang asyik buat bocah cilik! Jangan lupa ajarkan Cek KLIK juga yaaa kepada anak-anak Anda semua.... (Opi) 

Jangan lupa Cek KLIK Produk Pangan Agar Mudik Nyaman
(Foto:Erwan Julianto)

**Foto-foto dalam tulisan ini bersumber dari media sosial Badan POM (Twitter @bpom-ri) dan koleksi pribadi penulis.

**Tulisan ini diikutsertakan dalam Blog Competition bertajuk Mudik Aman dengan Cek KLIK #panganamanmudik  #cekklikbpom yang diselenggarakan oleh Badan POM. 

G+

2 komentar :

  1. Dengan aplikasi ini, kita bisa memudahkan masyarakat jika ragu... semoga POM Indonesia bisa sekuat FDA, yang punya kuasa seperti aparat investigatif, bukan sebatas ilmuan penguji sampel...

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya semoga ya mba....seribu langkah maju dimulai dengan satu langkah kecil... aamiin

      Hapus

Back to Top